Berkenalan Dengan Jakarta

May 3rd, 2012 by imadewira Leave a reply »

Jekardah

Jakarta, ibu kota negara Republik Indonesia yang konon katanya adalah kota paling “super” di Indonesia. Dan akhirnya saya berkenalan dengannya. “Lho, emang sebelumnya belum pernah ke Jakarta?“. Belum. *katrok ya? hehe. Ya, minggu lalu memang untuk pertama kalinya saya datang ke Jakarta. Ini kota kedua di luar pulau Bali yang saya kenal. Sebelumnya saya hanya pernah ke Surabaya dan tinggal disana selama 4 tahun untuk kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta.

Sebelumnya saya hanya pernah melihat wajah Jakarta dari media seperti televisi. Apa yang saya bayangkan tentang tentang Jakarta adalah macet, polusi, banjir, gedung-gedung tinggi, dan lainnya. Dari semua itu, jujur saja saya membayangkan kota Jakarta “tidak ramah” dan bahkan tidak enak untuk dikunjungi. Ini pula yang menyebabkan saya langsung merasa beban ketika mendengar bahwa saya diharuskan mendatangi kota ini. Tapi saya tidak memiliki pilihan lain.

Pimpinan menugaskan saya dan 4 orang rekan untuk mengikuti “Management Training LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik” di kantor LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah”. Tentang apa itu LPSE, mungkin di lain tulisan saja saya jelaskan. Empat orang yang saya ikuti ke Jakarta merupakan senior-senior saya disini yang sudah berkali-kali ke Jakarta dengan berbagai urusan, jadi mereka tidak asing lagi dengan Jakarta. Tinggal saya sendiri yang belum pernah.

Ada beban pikiran yang teramat sangat sebelum saya berangkat ke Jakarta, berbagai hal membuat saya bimbang, tidak tenang dan tertekan. Bahkan beberapa hari sebelum berangkat, saya merasa sangat tidak nyaman, terus memikirkan tentang tugas ke Jakarta dan ingin hari itu cepat berlalu. Jika dipikir dengan jujur, ada beberapa hal yang membuat saya resah dan galau seperti itu.

Pertama, harus meninggalkan anak dan istri untuk beberapa hari. Mungkin terlihat sepele dan mudah bagi orang yang sudah terbiasa. Tapi bagi saya dan ini untuk pertama kalinya, terasa sulit. Ini untuk pertama kalinya saya harus meninggalkan putri saya yang masih berusia 2 tahun. Apalagi sejak beberapa waktu terakhir khususnya setelah tidak minum ASI dari ibunya, putri saya begitu lengket dengan saya.

Kedua, saya belum pernah ke Jakarta. Ketidaktahuan memunculkan rasa tidak nyaman bagi saya. Seperti apa perjalanan kesana, berapa lama perjalanan, tinggal dimana, apa yang harus saya kerjakan disana dan berbagai hal lainnya selalu muncul dalam pikiran saya. Ketiga, yang saya datangi ini kota Jakarta, tempat yang di benak saya sangat tidak nyaman. Pikiran ini muncul mungkin karena media seperti televisi memberi gambaran seperti itu kepada saya.

Keempat, posisi saya sebagai ketua LPSE (akhirnya posisi ketua LPSE diisi oleh senior saya). Jujur saja, saya sendiri sebelum mengikuti kegiatan pelatihan ini belum mengetahui apa itu LPSE. Dari seorang teman saya Bli PandeBaik yang juga aktif dalam LPSE di Kabupaten Badung, saya mencoba menggali informasi, namun tetap saja belum mencukupi bagi saya. Posisi ketua membuat beban pikiran saya bertambah.

Itulah beberapa hal yang membuat saya menjadi galau. Namun syukurnya, semua tugas saya jalani dengan baik. Bahkan semua ketakutan saya terjawab dan ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Tugas selama 5 hari di Jakarta sudah saya jalani, saya pribadi pun merasa puas dengan apa yang sudah saya jalani. Dan, pada akhirnya saya berkenalan dengan Jakarta. Ada banyak hikmah, pengetahuan, pengalaman dan berbagai manfaat yang saya dapatkan dari tugas ini. Terima kasih, Tuhan.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

24 comments

  1. Pande Baik says:

    selamat bergabung di dunia LPSE…
    Pande Baik´s last blog post ..Mengenal Samsung Galaxy Note (bagian 1)

  2. Trus, pengalaman selama di jakarta kok malah ndak ditulis bli? :)

  3. decy says:

    saya mau tau LPSE itu apa :)

  4. Maximum says:

    wahhh,, sama om,, ane juga baru hampir 1 tahunan berkenalan dengan kota Jakarta ini om,, tapi ya sama aja kok ada wartegnya juga, ada bengkelnya juga dan ada salon potong rambut juga.. hehe :D

  5. applausr says:

    hebat juga belum pernah ke Jakarta ya…. kagum beneran… dulu saya juga termasuk orang yang tidak mau tinggal di jakarta.. sampe skrg juga tidak tertarik untuk tinggal di jakarta. tapi apa daya harus cari makan disini… selamat ya mas sudah bisa berkenalan dengan jakarta… semoga tidak kaget..

  6. yadi says:

    ikut nyimak artikel nya, salam kenal

  7. @zizydmk says:

    Kalau baru ke Jakarta memang tak betah karena tidak terbiasa dengan siklusnya.
    Saya juga pertama kali harus pindah ke Jakarta, rasanya stress. Tidak suka dan tidak homey. But, setelah beberapa tahun, akhirnya bisa juga menikmati.
    Yah, mau tak mau sih, karena saya kan hidupnya di Jakarta sini jadi harus menyesuaikan diri.
    @zizydmk´s last blog post ..Gossip after Office Hour

    • imadewira says:

      @sizydmk : Saya ndak bisa bayangin deh gimana stressnya kalau disuruh tinggal disana. Di Bali kena macet dikit aja udah bikin otak jadi panas, hehe

  8. Wow…tidak disangka sama sekali, bahwa Pak Agung datang ke kota Jakarta untuk pertama kalinya.
    Kalau mengenai perasaan yang muncul, seperti yang ditulis, hampir mirip dengan pengalaman saya. Satu minggu sebelum berangkat ke Jakarta, karena suatu tugas, pikiran sudah kacau, khawatir, karena terpengaruh oleh tanyangan-tanyangan kriminalitas oleh stasiun TV yang ada. Tetapi, astungkara-semua berjalan baik-baik saja, dan tidak seseram yang kita banyangkan.
    I Gusti Made Darmaweda´s last blog post ..NGAYAH

    • imadewira says:

      @I Gusti Made Darmaweda : Memang, syukurlah pada akhirnya semua berjalan dengan baik dan lancar. Malah kalau nanti ditugaskan kesana lagi, saya siap :-)

  9. Hendry Heryana says:

    gk kenal makanya tak sayang…
    intinya ya,,, faktor kebiasaan, biasa dapet uang, biasa jalan2, dll. Pengalaman saya dr smp sampai kuliah hidupnya hanya di kost kosan. bertemu dengan suasana2 baru orang2 baru. awalnya sama seperti yang mas imadewira rasakan bahkan berkenalan dengan orang baru pun smpat gk mau. tapi betul tadi karena kebiasaan lama lama ya,, sama seperti di kampung sendiri.

  10. Bali jauh lebih tenang daripada Jakarta. Jakarta memang sangat metropolis sifatnya. Namun bila ingin mencari tempat hidup yang lebih tenang maka saya memilih Bali
    Menghilangkan Stres´s last blog post ..Perceraian Menimbulkan Stres pada Anak

  11. Agus Lenyot says:

    Wah, harusnya bisa ketemu kita nih Bli. Hehehe. Kok tidak ngabarin?
    Agus Lenyot´s last blog post ..Perlu Belajar Ramah Pada Pesepeda

    • imadewira says:

      @Agus : maaf bli Agus, biasalah, alasan klasik, jadwal yang cukup padat, apalagi saya kesana pertama kali dan ndak tahu medan, jadi ya ikut teman terus. Ndak enak kalau bikin acara sendiri :-)

  12. DV says:

    Jadi bagaimana Jakarta?
    Saya pertama kali ke Jakarta waktu berumur 4 taon lalu yang kedua waktu SMP :)

    Jakarta membuatku belajar bersyukur ditengah kebrengsekannya :)
    DV´s last blog post ..Gaga(L)

    • imadewira says:

      @DV : khusus komentar untuk Jakarta, tidak banyak yang bisa saya katakan karena saya cuma beberapa hari disana, itupun cuma malamnya di hotel lalu pagi sampai sore pelatihan. Yang bisa saya katakan ya Jakarta itu padat penduduknya, macet dan dipenuhi gedung-gedung tinggi :-)

Leave a Reply

CommentLuv badge