Catatan Akhir Tahun 2023

Mumpung inget posting tulisan di blog ini dan mumpung momen akhir tahun, saya mau buat dulu list catatan akhir tahun 2023 di blog ini. Mulai dari mana ya? Baiklah, mari kita tulis saja.

Keluarga

Saya mulai dulu dari kondisi keluarga, sejauh ini saya sangat bersyukur dan bahagia dengan situasi keluarga. Pasca kehilangan Ajik di tahun 2020 yang lalu karena kecelakaan, kondisi keluarga terus membaik, saya, ibu, istri, dan anak-anak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Kami sudah mengikhlaskan kepergian Ajik, bahkan sebenarnya sudah sejak awal kami ikhlaskan karena kami yakin itu sudah menjadi jalannya beliau, namun rasa sedih tetaplah ada. Di momen tertentu seringkali saya mimpi ketemu beliau dan biasanya sampai terbangun dalam keadaan menangis tersedu, nanti deh lain kali saya ceritakan. Yang terpenting kami di rumah sekarang sudah yakin beliau sudah tenang di alam sana dan bahagia melihat kami disini baik-baik saja. Ah, kalau tentang Ajik banyak sekali yang ingin saya ceritakan, saking banyaknya saya sampai sama sekali tidak pernah menulis tentang beliau. Kembali tentang keluarga, Nindi sudah kelas 2 SMP, Bram sudah kelas 1 SD. Hasil raport kemarin keduanya cukup berprestasi secara akademis, Nindi juara 2 di kelas (sebelumnya juara 1), adiknya Bram juga ternyata tidak kalah, dia juara 1 di kelas. Saya tentu bangga dan ini harus dijadikan modal dan harus tetap tekun belajar, karena percuma saja nanti punya dasar yang bagus kalau tidak tekun, mudah-mudahan saja mereka mau meneruskan watak ibunya yang tekun, tidak seperti saya yang malas belajar, hehe. Selain akademis, keduanya tetap ikut latihan badminton walau belum menunjukkan prestasi seberapa, Nindi maksimal sejauh ini hanya mampu peringkat 3 di Mangupura Cup. Tidak apalah, yang penting dia tetap olahraga hampir setiap hari. Oke cukup tentang keluarga.

Pekerjaan

Tentang pekerjaan saya, kayaknya saya belum cerita sebelumnya bahwa saya kini diberikan jabatan selaku Kepala Sub Bagian Administrasi Tenaga Pendidik dan Kemahasiswaan, ini jabatan struktural eselon 4, sebelumnya jabatan saya adalah fungsional Pranata Komputer Ahli Muda. Lucunya, mendapat jabatan baru ini, tunjangan saya malah turun. Tunjangan sebelumnya adalah 980.000, sedangkan jabatan sekarang hanya 500.000. Orang tidak banyak yang tahu ini, dikiranya jadi Kasubbag uangnya tambah banyak, tapi nyatanya terbalik. Memang sih keliatan wah jadi pejabat, punya staf dan kuasa, tapi cara pandang saya tidak begitu. Jabatan saya anggap sebuah kepercayaan, staf saya anggap tim, apalagi faktanya staf saya sebagian besar adalah senior yang tentunya jauh lebih pengalaman dibanding saya. Lalu apa yang saya dapat dengan jabatan baru ini, setelah setahun lebih, bagi saya sama saja, saya coba jalankan apa yang menjadi tugas saya, semampu saya, lalu biarkan yang berwenang yang menilai, jika bagus syukurlah, jika kurang bagus saya berharap diberikan arahan, dan jika dianggap tidak layak ya tidak apa-apa juga jika diganti dengan yang dianggap layak. Karena jujur saja saya sama sekali tidak berharap diberikan kepercayaan ini, kalau bisa bahkan sebenarnya ingin menolak, tapi saya terima karena ini sebuah kepercayaan, saya akan laksanakan sebaik mungkin. Sejauh ini semua berjalan dengan cukup lancar, dan semoga saja ke depan terus membaik.

Keuangan

Soal keuangan saya singgung sedikit, saya merasa sejauh ini apa yang kami dapatkan sudah lebih dari cukup. Karena kalau bicara soal uang, sangat amat relatif, seberapa sih yang disebut banyak? Susah menjawabnya. Yang terpenting sebenarnya bagaimana kita mengelolanya, kalau punya pemasukan 10, ya kanggoin pengeluarannya maksimal 7 atau 8 sehingga tetap ada sisa untuk disisihkan. Intinya bagaimana mengatur agar pengeluaran jangan sampai melebihi pemasukan, gitu aja sih.

Kesehatan

Tentang kesehatan, beberapa bulan lalu, saya sempat cek gula dan hasilnya gula saya tinggi, namun sebulannya lagi hasilnya normal. Saya sempat agak khawatir juga, tapi cemas juga kalau dicek, takut kalau tinggi lagi, jadi saya berusaha saja mengatur makan dan minum. Kalau minuman manis, sudah sejak lama sekali saya tidak minum yang manis, mungkin sesekali saja minum kopi, itupun jarang. Kue-kue pun jarang juga. Namun sejak 15 September 2023 yang lalu, saya mencoba sesuatu yang beda, saya mencoba tidak makan nasi, jadi setiap makan hanya lauk saja. Bisa? Ya ternyata bisa, rasanya biasa saja, makan cuma lauk ternyata asik dan enak juga. Hari ini sudah 3 bulan lebih saya jalankan ini, setiap makan hanya lauk saja. Lauknya apa? Bebas, lebih sering sih saya beli makan di warung nasi campur sehingga lauknya bisa saya pilih, biasanya sayur, tempe, tahu, telor, dadar jagung, kentang, ikan, ayam, jadi diantara itu saja. Hasilnya? Sejauh ini saya merasa biasa saja, terakhir 2 bulan lalu saya cek gula saya normal. Oya, berat badan saya juga turun sekitar 3 kg, dari 73 menjadi 70 kg, sekarang sudah stabil di 70 kg, rasanya badan ringan sekali saat dibawa main badminton. Bagian perut juga jauh berkurang buncitnya, haha.

Harapan Tahun 2024

Oke bagian terakhir, harapan di 2024? Tidak banyak sih, saya berharap semuanya baik-baik saja. Yang terpenting bagi saya adalah soal kesehatan keluarga, semoga semua sehat dan baik-baik saja sehingga semua bisa menjalankan tugas dan aktivitas masing-masing dengan baik. Saya sendiri secara pribadi ada beberapa rencana, tapi tidak juari saya tulis disini, semoga saja bisa saya laksanakan.

Cukup sekian tulisan kali ini, selamat menyambut tahun baru 2024, semoga rahayu semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *