Sosialisasi Penyusunan DUPAK Pranata Komputer

Perjalanan dinas ini saya ditugaskan untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Penyusunan DUPAK Pranata Komputer di Jakarta. Kegiatan ini pada awalnya rencana diadakan tanggal 11 April 2019, bahkan surat undangan sudah disebar. Akan tetapi karena lumayan banyak peserta yang tidak bisa hadir maka acara pun diundur menjadi 30 April 2019.

Dari STP Bali ada 4 orang Pranata Komputer yang ditugaskan yaitu saya, Pak Darmaweda, Pak Surya dan Bu Riyani. Kami berangkat tanggal 29 April dan kembali 30 April 2019. Kami menginap di Artotel Wahid Hasyim yang jaraknya sekitar 1 KM dari Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dimana acara diadakan. Tugas kami jalankan dengan baik dan acara sosialisasi berjalan lancar. Kami mendapat cukup banyak informasi dalam acara ini dimana narasumber adalah dari BPS yang merupakan instansi pembina Pranata Komputer.

Standarisasi Penyediaan Informasi di Jakarta

Perjalanan dinas kali ini saya ditugaskan mewakili STP Bali dalam kegiatan Standarisasi Penyediaan Informasi di Jakarta tanggal 15 April 2019. Acara ini diadakan oleh Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata. Acaranya cuma 1 hari mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Saya memutuskan untuk tidak menginap, jadi berangkat pagi dan sore/malam langsung pulang lagi ke Bali. Saya tiba di lokasi acara di Hotel Santika Premiere Hayam Wuruk, Jakarta, sebelum acara dimulai, jadi masih sempat bersantai sebentar.

Setelah makan siang, saya mencari tahu jam berapa acara selesai. Saya memperkirakan waktu untuk berangkat ke bandara agar tidak ketinggalan pesawat. Akhirnya saya harus mendahului sekitar 1 jam sebelum acara selesai. Sore/malam itu saya langsung kembali ke Bali.

Rakor PTNP Kemenpar di Lombok

Perjalanan dinas kali ini adalah mengikuti Rakor PTNP di Lombok. Awalnya saya agak ragu untuk perjalanan dinas ini karena saya mendapat disposisi tanpa ada info lain sebelunya, entah kenapa merasa kurang yakin saja, apalagi saya ditugaskan tanpa Kabag Adak yang biasanya saya ikuti. Melihat acara sepertinya saya ditugaskan karena kaitan dengan hal-hal yang berbau digital yang mau dibahas dalam acara Rakor itu.

Akhirnya jadi juga saya berangkat, pesan dan bayar tiket sendiri, dengan Bapak Putu Utama yang merupakan Ketua Program Studi S2 MTP di STP Bali. Kami terpaksa naik Wings Air karena tidak mendapat tiket Garuda. Kami pun berangkat berdua, sedangkan utusan STP Bali selain kami berdua ada Ibu Eka Mahadewi selaku Puket I STP Bali, tapi beliau tiba sehari sesudah kami. Kami berangkat tanggal 21 dan kembali tanggal 23 Maret 2019.

Acara Rakor dilaksanakan di Aruna Senggigi dan kami menginap di hotel yang sama agar tidak perlu naik transport lagi, kebetulan panitia juga sudah memesannya kamar disana. Kami mendapat kamar dalam bentuk villa / cottage, lumayan bagus. Tapi yang kurang bagus adalah cuaca selama menginap disana, malam harinya hujan lebat dan banyak petir dengan suara guntur yang sangat keras. Agak serem juga.

Acara Rakor berjalan dengan lancar, kami pun dapat mengikuti dengan baik. Di hari terakhir, kami sempat diajak jalan-jalan mengunjungi objek wisata Taman Narmada, saya juga sempat sembahyang dan melukat disana. Selain itu kami juga sempat diajak ke kampus baru Poltekpar Lombok. Sebenarnya setelah makan siang, rombongan akan lanjut ke Mandalika, akan tetapi karena kami kendala waktu, kami berdua yang dari Bali diantar ke bandara dan kembali ke Bali dengan selamat.

Launching SBMPTNP 2019

Perjalanan dinas selanjutnya adalah menghadiri acara Launching SBMPTNP 2019 di Poltekpar Makassar. Saya ditugaskan berangkat karena setelah acara launching akan dilanjutkan dengan acara rapat panitia SBMPTNP 2019. Kegiatan launching SBMPTNP 2019 dilaksanakan tanggal 18 Maret 2019, sehingga kami harus berangkat tanggal 17 Maret 2019 dan kembali tanggal 19 Maret 2019.

Kami menginap di menginap di hotel Swiss-Belhotel, Makassar. Hotelnya bagus dan kami mendapat view yang menghadap langsung ke laut dari lantai 17. Jadi pemandangannya lumayan keren. Cuma sempat agak kaget dan seram saat hujan angin dini hari karena suara air yang mengenai kaca jendela. Oya, saya sekamar dengan Bapak Sudiksa yang merupakan Pembantu Ketua 3 di STP Bali. Sedangkan Bapak Muliana, Kabag Adak dan Bapak Byomantara selaku Ketua STP Bali di kamar sendiri-sendiri.

Acara launching SBMPTNP 2019 berlangsung dengan lancar, seru juga karena menggunakan animasi digital sehingga tampak kekinian. Siang hari setelah launching kami makan siang dan dilanjutkan dengan rapat panitia SBMPTNP 2019. Acara rapat selesai sore itu dan keesokan harinya kami baru kembali ke Bali.

Rapat Awal SBMPTNP 2019

Perjalanan dinas kali ini pulang pergi ke Jakarta, berangkat paginya dan sore langsung kembali ke Bali. Saya diajak oleh ketua STP Bali dan Kabag Adak untuk mengikuti rapat awal SBMPTNP 2019 di Jakarta, di kantor Kementerian Pariwisata, Gedung Sapta Pesona. Acara rapat dilaksakan di lantai 11, di ruang rapat Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan yang merupakan Deputi yang menaungi STP Bali sebagai salah satu PTNP (Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata) di Kementerian Pariwisata.

Oya, rapat ini dilaksanakan tanggal 5 Maret 2019. Jadi kami berangkat pada tanggal tersebut pagi dan kembali ke Bali sore harinya.

Acara rapat ini merupakan pertemuan pertama dalam rangka SBMPTNP 2019. Ada beberapa keputusan penting yang diambil pada rapat ini dimana salah satunya yaitu keputusan untuk melaksanakan kelulusan dalam 2 tahap. Kalau pada tahun sebelum-sebelumnya, peserta akan mengikuti ujian bahasa inggris, psikologi, wawancara dan pemeriksaan kesehatan, maka tahun 2019 ini peserta akan mengikuti 3 ujian saja yaitu bahasa inggris, psikologi dan wawancara. Hasil 3 ujian tersebut akan menentukan kelulusan tahap 1. Nah bagi yang lulus tahap 1 itulah baru diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan dan mengumpulkannya sebagai pertimbangan untuk kelulusan tahap 2. Hal ini tentu lebih baik karena pada pemeriksaan kesehatan peserta harus membayar sendiri yang biayanya sekitar 500 ribu per peserta. Biaya itu untuk rumah sakit, bukan untuk STP Bali.

Dengan mekanisme ini, tentu saja hanya peserta yang lulus tahap 1 saja yang akan mengikuti pemeriksaan kesehatan sehingga lebih efisien bagi peserta, khususnya yang tidak lulus tahap 1 tidak merasa rugi banyak. Apalagi di tahun 2019 ini peserta dibebaskan melakukan pemeriksaan kesehatan dimana saja dengan membawa surat pengantar dari panitia. Sedangkan tahun sebelumnya pemeriksaan kesehatan dilakukan di kampus dengan menggandeng salah satu pihak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, kesan di masyarakat tidak bagus karena diduga ada hal-hal yang tidak baik.

Demikian perjalanan dinas kali ini. Acara rapat lancar dan juga perjalanan kami lancar.