Relax From a Busy Job On The Top Air Tracks

Wholesaleairtrack 3x1M Air Floor Mats

If you work in the office and always are sitting all day long, your health will be ruined in the long run. Why not make some changes in your work routine and invest a little time into exercise. Employees spend much time sitting in front of their desk and facing the computer every day. Though it may not probably cause the risk to them, sedentary behavior will be damage your health than you imagine.

According to the statistics, more than 70% of employees are either having a long-time sitting lifestyle or rarely taking exercise. Sedentary behavior is easy to cause a risk of gaining weight, getting injury and obesity. As time goes on, these will develop into severe chronic diseases like cardiovascular disease and high blood pressure. However, the risk in lots of chronic diseases can be reduced by regular exercise. If you are willing to make some changes in your daily work, the risk of chronic disease can be reduced a lot and your work efficiency can be improved accordingly.

What you can do to spend less time sitting? You can take a walk outside or climb stairs after lunchtime. But if you don¡¯t take interest in these exercises, it is a good idea to buy an tumble air track and store it in your office, which can be perfect fitness equipment for you to exercise anytime you like.

Unbelievable quality tumble air track gray surface purple side big gymnastics mats

A great air track coming from famous tumbling track set gymnastics mat is constructed by high-grade vinyl, inside are two layers associated with each other by thousands of threads, which reinforces its structure and makes it become durable and steady. It is light-weighted and easy to set up, you even can roll it up and put it in a small corner when it is not used. It is a valuable product for you to invest.

Sitting too long all day for your busy job? Why not buy a good airtrack set to help you exercise in your office instead of going outside. This fitness equipment will help you reduce the chance of getting chronic disease effectively.

Makna Hari Raya Tumpek Wariga / Uduh / Bubuh / Pengatag

Hari raya tumpek Wariga biasa disebut juga tumpek uduh, tumpek bubuh (bubur), tumpek pengatag / pengarah. Makna hari raya tumpek wariga ini sangat erat kaitannya dengan hari raya Galungan. Sebelum membahas makna hari raya tumpek Wariga / Uduh / Bubuh / Pengatag, perlu diketahui bahwa hari raya tumpek ini jatuh pada hari Saniscara (Sabtu) Kliwon, Wuku Wariga. Tumpek merupakan hari raya yang berdasarkan wuku (1 wuku = 7 hari, jadi seminggu dimulai dari hari Minggu). Tumpek Wariga dilaksanakan tepat 25 hari sebelum hari raya Galungan (yang juga berdasarkan Wuku), dimana hari raya Tumpek Wariga ini memiliki makna dan kaitan yang erat dengan hari raya Galungan.

Makna hari raya Tumpek Wariga / Uduh / Bubuh / Pengatag adalah sebagai ungkapan terima kasih umat manusia terhadap alam khususnya berbagai tanaman dan tumbuhan yang telah memberikan limpahan kenikmatan kehidupan. Umat Hindu di Bali sejak dulu sangat menghargai dan mencintai alam, dan kecintaan pada alam ini dituangkan dalam berbagai bentuk termasuk dalam hari raya Tumpek Wariga.

Dalam pelaksanaannya, Tumpek Wariga / Uduh / Bubuh / Pengatag ini, umat Hindu di Bali akan membuat upacara dan sesajen khusus dan melakukan persembahyangan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sanghyang Sangkara yang memelihara semua tanaman / pepohonan yang memberikan banyak manfaat bagi manusia. Salah satu ciri khas dari sesajen ini biasanya disertai dengan Bubuh (bubur), makanya sering disebut Tumpek Bubuh. Ada doa / kalimat unik yang biasanya diucapkan di tanaman / pepohonan (biasanya pohon buah) yaitu kurang lebih seperti ini : “Kaki-kaki, buin selae (25) dina Galunganne, mebuah ja apang nged”. Artinya kurang lebih, Kakek, 25 hari lagi Galungan, berbuahlah yang banyak.

Pada intinya, makna hari Raya Tumpek Wariga, umat manusia kembali mengingat dan mengucapkan syukur kepada Tuhan karena telah menciptakan lingkungan termasuk tanaman dan tumbuhan.

Yang Perlu Diketahui Saat Pertama Kali Naik Pesawat

Pengalaman naik pesawat untuk pertama kali mungkin membuat orang akan bertanya-tanya, apa yang perlu diketahui saat pertama kali. Mungkin bagi mereka yang punya keluarga dan sejak kecil biasa naik pesawat, rasanya tidak perlu memperhatikan banyak hal karena sudah terbiasa, seperti menggunakan transportasi lainnya. Tapi bagi yang baru pertama kali dan tidak ada teman atau keluarga yang memberi tahu hal-hal yang terlihat sepele namun penting, mungkin tulisan ini bisa membantu. Saya menulis hal yang perlu diketahui saat naik pesawat pertama kali ini adalah berdasarkan pengalaman, dari sudut pandang saya sebagai penumpang yang masih awam. Oya, pengalaman saya hanya naik pesawat di dalam negeri saja, sampai saat ini belum pernah keluar negeri, jadi hal-hal seperti pasport dan lainnya kita abaikan saja dulu saat ini.

Tujuan Penerbangan

Hal pertama yang perlu anda ketahui dan pastikan adalah tujuan, anda mau kemana. Terlihat sepele, tapi bagi orang awam mungkin belum mengetahui kota mana saja yang ada bandaranya. Kalau kota besar sudah tentu ada bandaranya, tapi kota kecil mungkin belum ada. Jadi pastikan tujuan mau kemana, misalnya Jakarta, Surabaya, Makassar, Medan, Bali dan lainnya. Perhatikan pula ada kota yang memiliki 2 bandara seperti Jakarta misalnya, jangan sampai salah memilih tujuan.

Pemesanan Tiket

Setelah tujuan ditentukan, yang kedua adalah dimana memesan/membeli tiket. Kalau dulu mungkin kita cenderung membeli tiket melalui travel agent dan perlu waktu khusus, tapi sekarang kita bisa membeli tiket dengan mudah melalui online travel agent, seperti Tra*eloka misalnya. Melalui aplikasi di smartphone kita bisa memesan tiket dengan nyaman. Untuk pembayarannya biasanya disediakan banyak cara, seperti transfer online, ATM atau membayar di minimarket. Tiket yang kita dapatkan saat ini sudah tidak jaman berupa lembar yang di print. Tiketnya biasa dikirim ke email. Nanti saat di bandara cukup tunjukkan di HP saja.

Maskapai dan Waktu Penerbangan

Saat memesan tiket, yang perlu diperhatikan maskapai dan waktu penerbangan. Pilihan maskapai (pesawat) ada beberapa, misalnya Garuda, Citilink, AirAsia, Batik, Lion dan lainnya. Perhatikan pula setiap maskapai itu memiliki “kelas” yang agak berbeda, maksud saya tarifnya cenderung berbeda tapi bisa jadi sama juga. Yang sudah biasa naik pesawat tentu tahu perkiraan harganya. Harga tiket tentu berpengaruh juga ke fasilitas yang diberikan. Selanjutnya tentukan juga waktu penerbangan yang diinginkan. Waktu penerbangan yang bisa dipilih tergantung tujuan dan juga maskapai. Misalnya penerbangan Bali – Jakarta untuk Garuda pilihan waktunya cukup banyak. Sedangkan maskapai lainnya bisa jadi lebih terbatas. Begitu juga untuk rute lainnya.

Barang Bawaan

Selanjutnya ketika sudah memiliki tiket, lakukan persiapan barang yang akan dibawa. Jika pergi untuk tugas untuk 1-2 hari saja, mungkin cukup dengan 1 tas punggung saja. Jika sampai sekian hari sampai seminggu, mungkin anda perlu tas koper. Yang perlu diperhatikan adalah apakah tas atau koper anda bisa dibawa naik ke kabin pesawat atau harus masuk bagasi. Perhatikan juga batas ukuran dan berat barang yang boleh masuk ke kabin atau harus ke bagasi. Untuk sebagian besar maskapai saat ini bagasi dikenakan biaya tambahan lagi, tapi ada juga yang masih memberikan free bagasi sekitar 15 kg per penumpang. Oya, ada juga beberapa barang yang dilarang dibawa saat naik pesawat, misalnya senjata tajam dan barang yang dapat meledak.

Bandara dan Terminal Keberangkatan

Saat hari penerbangan tiba, pastikan anda sudah tahu dimana lokasi bandara. Yang perlu diperhatikan adalah waktu berangkat dari rumah, jangan sampai terlambat. Biasanya kita harus sudah tiba di bandara (check in) paling lambat 1 jam sebelum keberangkatan. Jadi misalnya di tiket tercantum berangkat pukul 14.30 berarti anda sudah harus tiba di bandara pukul 13.30. Jika terlambat, biasanya tiket dianggap hangus, kecuali tiket khusus. Saat tiba di bandara, yang anda tuju adalah Terminal Keberangkatan. Untuk bandara yang agak kecil, terminal ini bisa jadi berupa sebuah gedung dan tidak jauh dari gedung lainnya, masih bisa jalan kaki walau pegal juga. Tapi untuk bandara yang besar seperti di Jakarta, terminal keberangkatan ini adalah beberapa gedung yang terletak di area yang sangat jauh dengan terminal lainnya. Biasanya tergantung maskapai juga, misalnya Garuda Indonesia berada di Terminal 3.

Check In dan Bagasi

Setelah tiba di bandara anda harus menuju terminal keberangkatan. Biasanya untuk masuk ke area ini, anda harus menunjukkan tiket, bisa berupa tiket fisik (yang di print) atau cukup tunjukkan di HP saja kepada petugas. Selanjutnya akan ada sebuah alat/mesin X-Ray untuk memeriksa barang bawaan anda. Masukkan ke barang bawaan anda kesana untuk diperiksa petugas. Oya biasanya ini hanya untuk barang yang akan masuk bagasi saja seperti koper, sedangkan tas punggung atau tas kecil yang akan dibawa ke kabin pesawat tidak perlu. Selanjutnya anda harus menuju counter check in untuk melapor ke petugas. Cari counter sesuai dengan maskapai yang anda gunakan, misalnya Garuda, Citilink, Lion dan lainnya. Saat check in di counter, anda harus menunjukkan tiket dan kartu identitas (KTP) kepada petugas. Jika sudah sesuai maka petugas akan menentukan tempat duduk anda, mungkin anda bisa minta sesuai keinginan, misalnya di pinggir jendela atau di pinggir lorong jalan. Jika sudah oke, maka anda akan diberikan selembar kertas yang namanya Boarding Pass. Boarding Pass ini jangan sampai hilang dan juga KTP anda. Oya, proses check in juga bisa anda lakukan secara online melalui aplikasi atau website. Misalnya maskapai Garuda, anda bisa check in online melalui aplikasi Garuda Indonesia, disana kita bisa bebas memilih tempat duduk. Tapi tidak semua maskapai bisa check in online dengan lancar. Dan tidak semua maskapai membebaskan penumpang memilih tempat duduk, bahkan ada yang kena charge (biaya tambahan) kalau ingin memilih tempat duduk tertentu. Tambahan lagi, jika ada bagasi maka anda harus serahkan ke petugas saat check in.

Ruang Tunggu

Selanjutnya setelah mendapatkan Boarding Pass maka anda harus menunggu ruang tunggu pada gate (pintu keberangkatan) tertentu. Gate anda biasanya tertera pada tiket, jika kurang jelas bisa ditanyakan pada petugas check in. Sebelum memasuki ruang tunggu, anda akan melewati pemeriksaan lagi. Disana anda akan diminta menunjukkan Boarding Pass dan KTP. Jika berangkat lebih dari 1 orang, setiap orang harus memegang Boarding Pass dan KTP masing-masing. Selanjutnya barang bawaan anda akan diperiksa lagi dengan mesin X-Ray. Semua barang termasuk dompet, handphone, ikat pinggang, tas dan lainnya akan diminta melewati pemeriksaan X-Ray. Anda juga akan melewati pemeriksaan ketat dari petugas. Setelah melewati pemeriksaan ini, anda bisa menuju ruang tunggu gate keberangkatan sesuai dengan penerbangan anda. Perhatikan juga pengumuman dari pengeras suara, tidak jarang juga kita diminta pindah gate dan ruang tunggu.

Boarding

Saat menunggu di ruang tunggu, pada waktunya tiba akan ada pengumuman dari pengeras suara bahwa penumpang dipersilahkan masuk boarding ke pesawat. Bisa jadi juga ada petugas yang mengumumkan secara langsung. Sebelum melewati gate keberangkatan, anda diminta sekalig menunjukkan Boarding Pass dan KTP kepada petugas. Pintu masuk ke pesawat bisa jadi melalui lorong garbarata, artinya dari gate keberangkatan tadi langsung terhubung ke pintu pesawat. Tapi bisa jadi juga anda harus turun dulu ke landasan lalu naik bus menuju tempat dimana pesawat parkir. Pastikan anda selalu mengikuti rombongan dan ikuti petunjuk petugas.

Di Dalam Pesawat

Setelah tiba di pesawat, perhatikan tempat duduk anda. Nomor tempat duduk anda biasanya sudah tercantum di Boarding Pass, anda tidak bisa duduk seenaknya. Jika kurang jelas, bisa tanyakan kepada pramugari dan tunjukkan Boarding Pass anda. Untuk barang bawaan seperti tas atau koper kecil bisa ditempatnya diatas tempat duduk anda. Perlu diketahui juga ada beberapa hal penting yang boleh dan tidak boleh dilakukan di dalam pesawat. Pramugari akan menjelaskan semuanya atau melalui video pada layar di depan tempat duduk (jika ada). Tempat duduk untuk kelas ekonomi di dalam pesawat tidaklah luas, tapi biasanya cukup nyaman. Suara mesin pesawat juga bisa membuat anda sedikit terganggu jika belum terbiasa, jadi biasakan saja. Biasanya tempat duduk yang agak di depan tidak terlalu bising dengan suara mesin pesawat. Untuk ke toilet hanya bisa anda lakukan pada saat tertentu saja, biasanya saat pesawat mulai terbang dan menjelang mendarat kita tidak diijinkan ke toilet, jadi sebaiknya sebelum masuk ke pesawat kita ke toilet sekali lagi agar tidak kebelet di pesawat.

Untuk makanan, tidak semua maskapai memberikan makanan gratis di pesawat. Kalau Garuda biasanya memberikan makanan gratis, jika penerbangan yang agak lama seperti Bali – Jakarta atau Jakarta – Medan, biasanya diberikan makanan berupa nasi dan sejenisnya, tapi jika agak dekat seperti Bali – Lombok biasanya hanya diberikan snack saja. Kalau maskapai hemat seperti Citilink, Lion biasanya tidak mendapat makanan, tapi mereka tetap menjual makanan di dalam pesawat. Oya, penggunaan handphone di dalam pesawat tentu sangat dilarang, jadi kita harus matikan handphone atau pakai mode pesawat. Untuk internet, pada pesawat tipe tertentu menyediakan free wifi saat pesawat berada di ketinggian.

Landing

Lamanya waktu penerbangan tergantung pada tujuan, misalnya Bali-Jakarta sekitar 1,5 jam, Bali-Makassar sekitar 1 jam, Bali-Lombok sekitar 30 menit saja. Jika sudah saatnya, awak kabin akan mengumumkan bahwa pesawat akan mendarat. Pengumuman ini biasanya sekitar 20 menit menjelang mendarat. Saat pesawat sudah mendarat dan berhenti pada posisi parkir, kita bisa bersiap untuk turun, biasanya perlu waktu beberapa menit untuk penumpang keluar satu-persatu. Saat keluar dari pesawat, kembali perhatikan petunjuk agar tidak salah arah. Biasanya sudah tersedia petunjuk yang jelas. Jika tidak melalui garbarata, mungkin kita harus naik bus lagi untuk menuju Terminal Kedatangan.

Demikianlah informasi yang bisa saya tuliskan tentang hal yang perlu diketahui bagi anda yang baru akan pertama kali naik pesawat. Semua ini saya tuliskan tanpa maksud apapun, hanya ingin berbagi pengalaman dan informasi khususnya mungkin bagi yang malu bertanya dan lebih suka googling. Semoga bermanfaat.

Pengen Liburan Akhir Tahun di Yogyakarta

Akhir tahun adalah momen yang paling bagus untuk liburan ke luar daerah, suasana liburan biasanya mengasikkan karena memasuki bulan Desember adalah menjelang pergantian tahun. Kami sudah beberapa kali liburan di bulan Desember, tapi selama ini masih di seputar Bali saja.

Pertama kali seingat saya kami liburan di Bedugul, menginap di Strawberry Hill. Waktu itu kami cuma bertiga yaitu Saya, Istri dan Nindi. Kami hanya menginap semalam dan mengisi waktu dengan jalan-jalan di sekitar Bedugul. Memang fokus kami waktu itu adalah menikmati suasana di hotel saja.

Selain itu kami juga dua kali menginap di Candidasa, Karangasem. Yang pertama hanya bertiga saja, kami menginap di Rama Candidasa. Sedangkan yang kedua kami menginap berlima yaitu kami bertiga ditambah adik ipar dan mertua saya. Keduanya dalam momen akhir tahun. Liburan akhir tahun lainnya kami juga sempat dua kali menginap di Ubud, yang pertama bukan hotel tapi sebuah villa. Kemudian yang kedua di sebuah hotel.

Selain itu kami juga beberapa kali menginap di hotel akan tetapi memang bukan dalam momen liburan akhir tahun, tapi sekedar mengisi kesempatan di sela-sela tugas dinas yaitu ketika saya atau istri dapat tugas dinas di Bali dengan menginap serta kebetulan dapat kamar sendiri, maka kami biasanya ajak anak-anak ikut menginap juga.

Kembali tentang liburan akhir tahun, kami sebenarnya punya rencana untuk menginap di Singaraja dulu, misalnya di Lovina. Selain itu kami ingin mencoba dulu lokasi-lokasi wisata di Bali, baru kemudian sesekali ingin ke luar Bali. Kami mendahulukan di Bali tentu saja karena budget di Bali lebih terjangkau karena kami hanya perlu biaya hotel saja, sedangkan transport bisa dengan kendaraan sendiri. Sedangkan di luar daerah, biaya transport cukup besar.

Nah, kalau ngomongin liburan di luar Bali, maka ada beberapa pilihan daerah yang saya bayangkan untuk dikunjungi. Yang pertama adalah Yogyakarta, kenapa Yogyakarta? Karena dalam benak saya Yogyakarta asik untuk dikunjungi selain Bali. Ada cukup banyak obyek wisata yang sepertinya menyenangkan untuk dikunjungi di Yogyakarta. Kalau jadi liburan ke Yogyakarta, kami tentunya ingin naik pesawat saja kesana, apalagi baru beberapa waktu lalu Yogyakarta meresmikan bandara baru. Untuk menginap kami inginnya di hotel atau villa. Kalau di hotel tentu saja cukup hotel bintang 3 saja. Kalau dengan sewa villa di jogja boleh juga karena mungkin bisa lebih praktis karena bersama keluarga. Oya, saya sendiri sudah pernah ke Yogyakarta sekali, waktu itu dalam tugas dinas, namun sayang belum sempat kemana-mana karena saya sakit.

Ini foto waktu saya ke Yogyakarta dan besoknya tepar tensi naik karena begadang dan kecapekan.

Yang kedua, kami inginnya liburan ke Surabaya, kenapa Surabaya? Karena saya dan istri dulu sama-sama kuliah di Surabaya. Kami ingin mengajak anak-anak ke kota dimana dulu kami menempuh pendidikan. Kota dimana dulu masa yang cukup berat bagi kami khususnya saya karena itu pengalaman pertama kali merantau. Untuk obyek wisata memang mungkin tidak sebanyak tempat lainnya. Oya, sebenarnya Nindi dan Bramasta sudah pernah kami ajak ke Surabaya, tapi bukan liburan melainkan untuk menghadiri Wisuda adik ipar saya. Ya isi jalan-jalan juga sih. Waktu ini kami menginap di hotel karena bersamaan dengan keluarga besar, ke depan mungkin ingin mencoba apartemen, tapi mungkin harus cari info apartemen dulu di Surabaya. Untuk perjalanan, kami punya keinginan untuk mencoba naik mobil, pelan-pelan saja. Selain agar bisa lebih hemat, juga agar bisa sekaligus jalan-jalan ke Malang.

Yang ketiga, seperti saya sebutkan di atas, maunya jalan-jalan liburan di Malang. Saya sendiri pernah beberapa kali ke Malang, baik ketika kuliah di Surabaya maupun dalam tugas dinas, tapi belum pernah khusus liburan bersama keluarga.

Itulah rencana liburan saya, mudah-mudahan nanti bisa terealisasi. Untuk liburan ke luar negeri, misalnya ke Thailand, Malaysia dan lainnya, jujur saja saya belum terbayang, namun ide muncul juga dari istri saya, tapi ya sementara jadi pertimbangan saja dulu sambil menunggu Bramasta lebih besar.

Teroris, Manusia Tanpa Nurani!

Saya tidak tahu mau berkata apa lagi, teroris itu seperti apa, jangankan dibandingkan dengan manusia, dengan binatang pun mereka tidak layak disandingkan. Wujud mereka memang seperti manusia, tapi rasanya yang mereka lakukan tidaklah layak disebut manusia. Mereka sangat sadis, membunuh orang dengan membabi buta dengan tujuan utama menciptakan rasa takut bagi semua orang, membuat rasa tidak aman dan kecemasan. Read More