Edu Trip Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Perjalan STP Bali

Edu Trip ini merupakan bentuk dari Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen Bisnis Perjalan (MBP) Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Nusa Dua Bali. Tugas saya dalam perjalanan dinas ini adalah sebagai dosen pendamping bersama dengan beberapa dosen lainnya di Prodi MBP. Ini adalah pertama kalinya saya ikut mendampingi mahasiswa dalam kegiatan PKL. Ada lumayan banyak informasi dan pengalaman baru yang saya dapatkan.

Kegiatan Edu Trip atau PKL mahasiswa ini berlangsung selama 4 hari 3 malam dimana selama 4 hari ini mahasiswa prodi MBP STP Bali mengunjungi beberapa tempat yang menurut saya sangat penting dan bermanfaat bagi mereka dan juga saya sendiri sebagai salah satu dosen (pengajar) di prodi ini. Adapun beberapa tempat yang dikunjungi yaitu : Garuda Operation Control Center (OCC), Aerofood ACS, Garuda Indonesia Training Center (GITC), Holidays Garuda Indonesia, dan terakhir ke objek wisata Kota Tua di Jakarta.

Kegiatan Edu Trip atau Praktek Kerja Lapangan diatas tentu saja tidak hanya berupa kunjungan sederhana seperti itu, tetapi mahasiswa telah dipersiapkan dengan berbagai tugas yang berkaitan dengan lokasi yang dikunjungi, dalam hal ini adalah dosen yang mengajar matakuliah yang terkait.

Setelah ikut mendampingi mahasiswa dalam kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini, saya merasakan/melihat bahwa kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat bagi mahasiswa karena dengan begini mereka bisa melihat langsung bagaimana dunia industri yang sebenarnya, tidak hanya teori di kampus saja.

Oya, kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 s/d 7 September 2019 di Jakarta.

10 Tahun Menjadi PNS

Tidak terasa saya telah 10 tahun menjadi seorang abdi negara, menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali yang merupakan perguruan tinggi di bawah Kementerian Pariwisata. Sepuluh tahun yang lalu, tepatnya 1 April 2009 saya pertama kali ngantor bekerja di STP Bali, rasanya baru beberapa waktu yang lalu.

Dalam rangka 10 tahun menjadi PNS ini, negara memberikan penghargaan tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya X tahun, yaitu penghargaan bagi seorang PNS yang telah mengabdi selama 10 tahun. Penyematan tanda kehormatan ini dilaksanakan di sela Upacara Bendera peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia di kantor Kementerian Pariwisata di Jakarta.

Sebagai seorang PNS, saya tentu berterima kasih kepada negara karena telah diberikan kesempatan mengabdi sekaligus diberikan kesejahteraan. Walaupun menjadi PNS bukanlah sebuah cita-cita awal saya, tetapi menjadi PNS ternyata sebuah pekerjaan yang cukup cocok bagi saya, terbukti dengan saya bisa bertahan sampai dengan saat ini dan juga merasa cukup nyaman.

Hari ini, saya akan mengikuti kegiatan upacara bendera memperingati Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia di halaman parkir Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI. Ini pertama kalinya saya mengikuti upacara bendera disini sekaligus menerima penghargaan Satyalencana Karya Satya X Tahun. Semoga saja semua kegiatan berjalan dengan lancar.

Kami berangkat ke Jakarta kemarin, hari Jumat tanggal 16 Agustus 2019 pagi bersama 21 orang lainnya yang juga akan menerima penghargaan, ada yang 10 tahun, 20 tahun dan ada yang 30 tahun. Jumat sore kami telah mengikuti gladi bersih untuk melihat posisi dimana akan berdiri. Upacara bendera akan dilaksanakan pagi ini tanggal 17 Agustus 2019 pukul 07.00 WIB.

Di akhir tulisan ini, sekali lagi saya berterima kasih kepada negara Republik Indonesia atas segala kesempatan yang telah diberikan. Tidak lupa saya mengucapkan syukur kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunianya sehingga saya bisa melaksanakan tugas dengan baik.

Mengikuti Outbound STP Bali 2019

Kegiatan Outbound di STP Bali adalah kegiatan yang rutin tiap tahun dilaksanakan beberapa tahun belakangan ini. Tapi saya sendiri agak jarang ikut, hehe. Saya pernah ikut sekali saja waktu outbound ke kebun raya Bedugul, itupun bawa kendaraan sendiri. Sementara outbound ke Jawa Timur naik bus saya tidak ikut, begitu pula ke Yogyakarta naik pesawat tahun lalu juga saya tidak ikut.

Outbound STP Bali tahun 2019 ini ke Jakarta dan Bogor saya memutuskan untuk ikut. Salah satu yang membuat saya tertarik adalah acara ke Pura / Parahyangan Gunung Salak, karena saya belum pernah tangkil kesana, saya pikir ini kesempatan bagus. Jadi ketika pendaftaran dibuka saya langsung mendaftar. Acara Outbound ini direncanakan selama 3 hari 2 malam. Dibagi menjadi 2 gelombang, saya ikut gelombang pertama yaitu tanggal 23-25 Juni 2019.

Yang agak mengganjal sebelum berangkat ini adalah kondisi kesehatan saya. Sudah sejak sebulan lebih saya flu, batuk sampai telinga bindeng. Saya bahkan sudah flu sebelum tugas ke Makassar 5 hari 4 malam sebulan yang lalu. Pulang dari Makassar masih flu juga dan batuk berdahak. Yang membuat tidak nyaman adalah telinga saya bindeng, mampet. Bahkan dalam perjalanan pulang dari Makassar itu, di pesawat telinga saya sempat sampai terasa sakit sekali karena mampet, sampai terasa pusing. Itu juga yang membuat saya khawatir kalau mau naik pesawat lagi.

Saya lalu ke dokter THT, dikasi obat dan agak mendingan tapi belum hilang juga flu dan bindeng di telinga. Lalu coba ke dokter THT lain, dikasi obat lagi, sempat agak membaik tapi belum sembuh juga, hingga sekitar seminggu sebelum berangkat saya coba lagi ke dokter THT yang lain lagi, dikasi obat lagi dan diyakinkan akan sembuh dan bisa naik pesawat. Semua saya ikuti. Hingga akhirnya beberapa hari sebelum berangkat kondisi saya terus membaik walau belum benar-benar hilang flu. Tapi setidaknya telinga bindeng sudah agak membaik namun masih terasa aneh, rasanya kadang seperti abis mendengar suara ledakan yang terngiang di telinga, agak susah menjelaskannya.

Hari minggu tanggal 23 waktu berangkat pun tiba, flu saya sudah hampir hilang, telinga juga tidak mampet tapi rasanya belum benar-benar plong, masih seperti akan mampet. Saya pun berangkat ke Jakarta bersama rombongan kloter 1 gelombang 1. Di pesawat telinga saya mulai mampet lagi, tapi saya tetap tenang karena tidak sakit. Tapi menjelang mendarat telinga kanan yang mampet rasanya mulai sakit, saya mulai agak resah, untung saja kami segera mendarat, hanya sekitar 10 menit saya merasa sakit.

Dari Bandara kami naik bus dan diajak wisata ke Kota Tua, telinga kanan saya masih mampet. Saya tetap bisa enjoy karena tidak sakit walau tetap rasanya aneh. Sekitar 1 jam di Kota Tua, kami diajak ke tempat makan. Menunya lumayan enak. Selesai makan kami menuju ke TMII tapi agak lama di perjalanan karena macet. Tiba di TMII pun tidak banyak yang bisa kami lakukan karena sangat padat sekali, kami hanya bisa diam di bus yang terjebak macet di dalam TMII. Hingga waktu mulai sore dan kami langsung keluar dari TMII menuju ke tempat makan malam. Menu makan malam juga enak. Selesai makan malam kami langsung ke hotel di Ibis Style Mangga Dua.

Hari kedua Outbound STP Bali 2019 kami menuju ke Pura Gunung Salak. Dari hotel kami berangkat menggunakan bus sekitar pukul 08.00 WIB, sebelumnya kami sudah sarapan di hotel. Kami langsung memakai pakaian sembahyang dengan perkiraan waktu tempuh sekitar 2 jam. Perjalanan ke Bogor sangat lancar dan kami tiba sedikit lebih awal. Acara yang awalnya direncanakan Darma Wecana ditukar dengan sembahyang dulu, baru kemudian Darma Wecana yang dibawakan oleh Bapak Wayan Suastika. Kami sempat berfoto bersama mengabadikan momen berharga itu.

Selesai sembahyang, peserta Outbound langsung berganti pakaian dengan seragam outbound yang sudah dibagikan panitia sebelum berangkat ke Jakarta. Kami lalu menikmati makan siang dulu di wantilan pura dan istirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Kebun Raya Bogor, istana presiden. Perjalanan kembali ke kebun raya Bogor juga lumayan lancar. Kami lalu berkeliling di kebun raya Bogor dan tidak lupa berfoto bersama. Sekitar 1,5 jam disana, kami kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta, langsung menuju tempat makan malam.

Selesai makan malam kami kembali ke hotel untuk beristirahat.
Kondisi fisik saya sendiri lumayan fit, telinga sempat beberapa kali agak mampet di perjalanan tapi tidak terlalu mengganggu, saya bersyukur akhirnya bisa tangkil ke Parahyangan Agung Jagadkarta Gunung Salak. Oya kita tidak menyebut tempat suci di Gunung Salak itu dengan Pura, tetapi Parahyangan yang dalam bahasa Sunda berarti tempat suci.

Hari ketiga, hari terakhir kegiatan Outbound STP Bali 2019, pukul 08.30 waktu setempat kami check out dari hotel. Tentunya sebelumnya sarapan dulu di hotel. Dari hotel kami langsung diajak Ancol. Perjalanan ke Ancol tidak lama karena jaraknya sangat dekat dari hotel. Di Ancol kami sempat berfoto bersama lagi sebelum peserta Outbound diberikan acara bebas. Ada yang Sea World, ada yang ke Dufan dan lainnya, saya sendiri hanya jalan ke Pasar Seni dan berdiam di dekat parkir bus bersama beberapa teman lainnya.

Pukul 11 waktu Jakarta kami berkumpul dan diajak makan siang, tempatnya masih di wilayah Ancol. Selesai makan siang, kami langsung menuju ITC Mangga Dua untuk belanja oleh-oleh. Di Mangga Dua cukup lama yaitu sampai pukul 15.30. Dari sana kami langsung diajak makan malam lebih awal yang lokasinya tidak jauh dari bandara. Selesai makan kami menuju bandara dan tiba pukul 17.30 dimana jadwal boarding kami yang kloter pertama adalah pukul 18.50, jadi waktunya masih banyak. Dalam perjalanan pulang di pesawat, telinga saya mampet dan sakit lagi, seperti dalam perjalanan ke Jakarta yaitu sekitar 15 menit sebelum mendarat.

Pelantikan Jabatan Fungsional Pranata Komputer di Kementerian Pariwisata

Akhirnya jadi juga saya mendapat undangan pelantikan dalam jabatan fungsional Pranata Komputer di lingkungan Kementerian Pariwisata. Jalan yang cukup panjang hingga akhirnya saya resmi menjadi pejabat fungsional Pranata Komputer. Saya ceritakan khusus terkait pelantikan jabatan fungsional ini saja deh. Sebenarnya saya sudah mendapatkan SK Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Pranata Komputer sejak tahun lalu, TMT (Terhitung Mulai Tanggal) 1 Januari 2018. Akan tetapi entah kenapa tahun lalu saya belum dilantik juga. Sempat saya mendapat info via whatsapp untuk dilantik sehari menjelang acara, itu pun sudah sore, tentu saja saya akan kelabakan dan menyatakan tidak bisa hadir. Hingga akhirnya tahun 2018 pun berlalu. Untungnya pelantikan ini tidak ada kaitannya dengan masalah uang, jadi terkait tunjangan fungsional serta tunjangan kinerja sudah saya terima sejak tahun lalu sesuai aturan yang berlaku.

Acara pelantikan sebenarnya direncanakan minggu lalu, tepatnya hari Senin tanggal 6 Mei 2019. Akan tetapi karena ada kabar duka dimana Bapak Ukus Kuswara yang merupakan Sekretaris Kementerian Pariwisata yang sedianya akan melantik kami sakit mendadak sampai akhirnya meninggal dunia, maka acara pelantikan pun ditunda. Kami pun ikut kaget dan berduka juga. Acara pun diundur menjadi Hari Selasa, 14 Mei 2019 di Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata.

Kami dari STP Bali yang dilantik ada 8 orang termasuk saya yaitu 4 orang fungsional Pranata Komputer dan 4 orang fungsional Dosen. Oya, dulunya dosen tidak dilantik khusus seperti ini, tapi karena saat ini semua pejabat fungsional yang telah diangkat wajib dilantik, maka termasuk dosen pun ikut dilantik. Jadi kami 8 orang berangkat ke Jakarta dan menginap di Artotel Wahid Hasyim. Kami 7 orang berangkat hari Senin sore dengan Garuda Indonesia, sedangkan 1 orang lainnya berangkat agak malam.

Acara pelantikan berjalan dengan lancar, tidak terlalu lama, hanya sekitar 1 jam. Selain kami, acara pelantikan juga sekaligus dengan beberapa pejabat struktural serta fungsional lainnya. Oya, pelantikan dilakukan langsung oleh Menteri Pariwisata, bapak Arief Yahya. Kami khususnya saya tentu saja bersyukur atas semuanya, mendapatkan jabatan fungsional melalui inpassing serta pelantikan di Jakarta langsung oleh Menpar. Kami akhirnya kembali ke Bali sore hari setelah pelantikan.

Khusus bagi saya, tantangan ke depan dalam jabatan fungsional ini tentu saja bagaimana caranya mengumpulkan angka kredit sebanyak-banyaknya, karena jika dalam jangka waktu 4-5 tahun tidak berhasil mengumpulkan angka kredit dalam jabatan setingkat lebih tinggi, maka saya akan diberhentikan dari jabatan fungsional ini. Semoga saja bisa melakukan tugas dengan sebaik-baiknya.

Sosialisasi Penyusunan DUPAK Pranata Komputer

Perjalanan dinas ini saya ditugaskan untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Penyusunan DUPAK Pranata Komputer di Jakarta. Kegiatan ini pada awalnya rencana diadakan tanggal 11 April 2019, bahkan surat undangan sudah disebar. Akan tetapi karena lumayan banyak peserta yang tidak bisa hadir maka acara pun diundur menjadi 30 April 2019.

Dari STP Bali ada 4 orang Pranata Komputer yang ditugaskan yaitu saya, Pak Darmaweda, Pak Surya dan Bu Riyani. Kami berangkat tanggal 29 April dan kembali 30 April 2019. Kami menginap di Artotel Wahid Hasyim yang jaraknya sekitar 1 KM dari Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dimana acara diadakan. Tugas kami jalankan dengan baik dan acara sosialisasi berjalan lancar. Kami mendapat cukup banyak informasi dalam acara ini dimana narasumber adalah dari BPS yang merupakan instansi pembina Pranata Komputer.