Tips dan Trik Mencontek Ketika Ujian

Mencontek ketika ujian jelas dilarang, tetapi bagi siswa atau mahasiswa yang terdesak atau kepepet dan membutuhkan jawaban, usaha untuk mencontek ketika ujian biasanya muncul. Mencontek kita kategorikan menjadi dua yaitu mencontek jawaban teman dan mencontek di buku atau catatan. Mencontek di buku atau catatan tentu hanya dilarang ketika ujian bersifat close book / tutup buku.

Nah, ketika terpaksa mencontek, tips dan trik berikut ini sebaiknya anda perhatikan :

  1. Waktu, jangan coba-coba mencontek di awal ketika ujian baru saja dimulai. Pengawas sebaik apapun akan bereaksi dan anda akan langsung ketahuan. Bisa-bisa anda langsung dikeluarkan dari ruang ujian sebelum sempat mengisi lembar jawaban.
  2. Jangan memandangi pengawas terus menerus, ketika pengawas tahu anda memandangi terus menerus, pengawas ujian akan langsung tahu bahwa anda sedang berusaha mencari celah waktu untuk mencontek.
  3. Posisi menentukan prestasi? Belum tentu, jangan mengira posisi duduk paling pojok belakang selalu aman untuk mencontek, jangan lupa pepatah “tempat paling berbahaya adalah tempat yang paling aman“.
  4. Perhatikan mood pengawas, ketika mendapat pengawas ujian yang terasa galak dan di kepalanya tumbuh dua tanduk merah, segera urungkan niat anda untuk mencontek.
  5. Jangan menutup mulut dengan tangan ketika mencoba berbisik dengan teman di sebelah anda, percuma, percayalah, pengawas akan tetap mengetahuinya.
  6. Jangan mencoba menutup wajah dengan lembar jawaban lalu mencoba menoleh ke belakang untuk mencontek, tahukah anda itu mirip dengan kadal di sawah yang menyembunyikan kepala ke dalam lumpur sementar badan dan ekornya tetap kelihatan.
  7. Bagi anda yang perempuan dan memakai rok, jangan coba-coba untuk menggoda pengawas pria dengan mempertontonkan adegan “panas“. Pengawas mungkin akan “panas“, tetapi ketika anda ketahuan mencontek, tidak akan ada ampun untuk anda.
  8. Usahakan tetap bersikap wajar dan jangan berakting seperti anda sedang berpikir keras dan menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal serta komat-kamit nggak jelas, pengawas akan tahu itu tandanya anda sedang kehabisan akal dan hanya pura-pura.
  9. Ketika anda ketahuan mencontek dan pengawas hanya menatap anda, sadarlah bahwa itu sebuah ampunan dan anda telah mendapat kartu kuning pertama.
  10. Tips terakhir, usahakan jangan mencontek kecuali terpaksa.

Semoga tips dan trik mencontek ini membantu, pesan saya bagi anda yang masih siswa atau mahasiswa, banyaklah belajar dan membaca jauh hari sebelum ujian. Jangan gunakan SKS (sistem kebut semalam) kecuali terpaksa juga. Dan sekali lagi usahakan jangan mencontek, pengawas ujian juga pernah menjadi siswa dan mahasiswa, jadi semua trik mencontek anda sebenarnya sudah diketahui.

Anda pernah punya pengalaman nyontek nggak?

Catatan : saya tidak bertanggung jawab atas segala akibat perbuatan mencontek yang anda lakukan, resiko tanggung sendiri ya…

Baca Juga:

I Gusti Agung Made Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

46 thoughts on “Tips dan Trik Mencontek Ketika Ujian

  1. teman-teman saya pada paham sekali Pak dosen, baik teman SMP maupun sampai kuliah. anti nyontek, dalam arti soal yang sulit, tidak usah di garap. buat apa wong tidak bisa. bagi saya yang penting, keluar kelas nomer satu. ini kepuasan tersendiri Pak Dosen. ha..ha..
    .-= Badruz´s last blog ..Bahasa Baru =-.

  2. Bwahahahahhaa postingan ini menarik, kupikir mau mengajari tapi setelah membaca keseluruhan, moral of this post malah sebaliknya, menyontek itu akan ketahuan meski dengan cara apapun :)

    Saya dulu selalu menyontek dan diconteki dan karena sikap yang mutualisme itu maka kuputuskan untuk tidak menggunakan konotasi negatif ‘contek’ dan lebih memilih istilah, ‘bekerja sama’ :))
    .-= DV´s last blog ..Perlengkapan Musim Panas =-.

  3. Pertama, Surprised dgn Winarto yang masih hobi nyepam. hehehe… dah gak mood dia di blog saya…
    Kedua, saya gak punya pengalaman nyontek, karena kalo ndak bisa ya dipasrahkan saja, makanya ya nilainya pas-pasan sedari SD
    Ketika, nyontek itu perlu ketimbang salah memperkirakan… coba kalo kasusnya menghitung kekuatan bangunan thd gempa, pasti masih perlu nyontek sekali2. Hehehe…
    .-= PanDe Baik´s last blog ..Luna Maya di UU ITE-kan ??? =-.

  4. wah sayang saya gak terlalu suka menyontek. paling kalo gak bisa dan puyeng saya tulis aja di lembar jawaban “Pass” kadang saya tambahkan juga “Maaf pak/bu, saya tidak mengerti dan tidak bisa sama sekali. Mohon dengan sangat dimaklumi.”

    kalopun soal yang bisa-nya cuma satu atau dua dan gak puyeng saya biasa menggunakan metode “imajinasi” alias mengarang bebas biar keliataan sok-sok bisa dan sok-sok sibuk. hahahahah dan terakhir kalo memang gak bisa sama sekali satu soalpun maka dengan terpaksa dan menyesal saya menggunakan metode “gotong royong”, itupun sangat amat jarang sekali saya gunakan.

    nah metode “gotong royong” ini mungkin sedikit berbeda dengan yang biasa, karena saya mendalami bidang IT maka cara gotong royongpun semuanya berbasis IT, hahahah.

    Menurut saya Nilai bukan segalanya. Just My Opinion.
    .-= Deka´s last blog ..Pindah Ke Singapore =-.

    1. @Deka,
      jika semua siswa/mahasiswa mau menjawab sesuai dengan kemampuan sendiri, maka guru/dosen akan lebih mudah untuk melakukan evaluasi sejauh mana materi yang diberikan bisa diterima.

  5. agh pak ini mah bukannya tips and trik menyontek tp ini :

    peringatan
    dalam mencontek

    begitulah. …. hoeh ~.~

    tpp gpp lah saya jd bisa berhati2x dlm bertindak tau deh nanti nyontek pa g ?

    saya bukannya takut sama guru AJA tp ma temen sekelas pada g asik diajak nyontek yg ada dblngin sama mereka KE GURU . pdhlkan mereka nyontek jg … trus kalo nilainya tinggi pasti Mereka pada bilng saya nyontek (bt bngt)…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *