Sosialisasi PMPRB di Jakarta

Untuk ketiga kalinya, saya kembali ke Jakarta yaitu tanggal 8 – 9 Pebruari 2013. Kali ini bukan urusan LPSE tetapi tentang PMPRB (Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi). Karena ini sudah ketiga kalinya ke Jakarta, saya sudah jauh lebih percaya diri karena sedikit tidaknya sudah bisa membayangkan seperti apa perjalanan ke sana. Hal yang mungkin baru bagi saya adalah tempat acaranya di Gedung Kemenparekraf. Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) merupakan “induk” dari instansi tempat saya bekerja, STP Nusa Dua Bali. Jadi bisa dikatakan inilah pertama kalinya saya datang ke kantor pusat.

Tentang apa itu PMPRB saya tidak bisa menjelaskan secara detail karena takut salah. Yang jelas PMPRB semacam kegiatan melakukan penilaian mandiri terhadap instansi di bawah Kemenparekraf. Banyak proses dan langkah dalam kegiatan ini baik penilaian secara online dan juga pengumpulan bukti fisik. Kalau tidak salah, nantinya akan dihasilkan sebuah nilai yang menjadi nilai bagi Kemenparekraf. Nilai ini nanti kaitannya dengan Remunerasi / Tunjangan Kinerja di Kemenparekraf. Semoga saya tidak salah menjelaskan.

Kegiatan Sosialisasi ini cuma sehari dan saya hanya menginap semalam disana, besoknya langsung balik lagi ke Bali. Berangkat dari Bali dan tiba di bandara Soekarno-Hatta, saya melanjutkan perjalanan menggunakan bus Damri menuju Stasiun Gambir, dengan tarif yang relatif murah yaitu 25 ribu rupiah saja. Saya lalu turun (sebenarnya sih kita tidak boleh turun sebelum tiba di Gambir, hehe) tepat di persimpangan di sebelah gedung Kemenparekraf.

Selesai acara Sosialisasi kami lalu jalan kaki saja menuju jalan Jaksa untuk mencari penginapan untuk semalam. Oya, saya mengikuti acara sosialisasi ini dengan posisi sebagai staff IT yang menemani seorang senior yang mewakili instansi kami. Lanjut, besoknya pukul 5.00 saya sudah check out dari hotel dan kembali jalan kaki menuju stasiun Gambir untuk mencari bus Damri yang menuju bandara. Perjalanan saya kali ini terasa lebih enak dibanding sebelum-sebelumnya. Disamping karena hanya semalam, juga karena ini sudah merupakan kali ketiga saya datang ke Jakarta.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *