Operasi Batu Ginjal : URS dan ESWL #1

December 14th, 2011 by imadewira Leave a reply »

Dua minggu terakhir ini merupakan minggu yang tidak mengenakkan bagi saya. Saya harus istirahat dirumah pasca operasi URS dan ESWL yang saya lakukan di Rumah Sakit BaliMed Denpasar. Apa itu operasi URS dan ESWL silahkan googling sendiri, yang jelas itu tindakan medis untuk menghilangkan batu pada saluran kencing dan ginjal.

Gejala sakit yang saya alami sebenarnya sudah mulai sejak sekitar 2-3 bulan yang lalu. Saya merasakan nyeri di perut bagian kiri bawah. Awalnya nyeri terasa selama beberapa jam lalu hilang dengan sendirinya. Beberapa minggu kemudian nyeri itu muncul lagi, sempat saya mengira itu sakit maag karena saya dulu punya riwayat maag.

Setelah beberapa kali mengalami sakit yang sama suatu sore ketika sakit saya memutuskan untuk periksa ke dokter umum. Setelah diperiksa dan ditanyakan masalah kencing dan buang air besar, Dokter memberikan obat untuk konstipasi dan menyarankan saya banyak makan buah terutama pepaya. Setelah itu sakit saya memang hilang, saya pun selanjutnya makan pepaya tiap hari. Bahkan belakangan setiap habis makan di kantin kampus, saya selalu memesan semangkuk buah. Saat itu saya meyakini diri menderita konstipasi.

Namun, beberapa kali setelah itu nyeri itu kembali datang dan datang lagi. Pernah saya tidak tahan dengan sakitnya, lalu saya memeriksakan diri ke Dokter umum lagi. Dokter pun masih mengatakan hal yang sama, entah, mungkin karena saya yang mengatakan pernah menderita konstipasi sebelumnya. Tapi kali ini saya meminta surat pengantar dari Dokter untuk tindakan selanjutnya. Dokter pun memberi surat pengantar untuk rontgen. Tapi setelah beberapa lama nyeri itu tidak terasa lagi hingga hari Senin sekitar dua minggu yang lalu.

Senin, 5 Desember 2011

Sore itu perut saya sakit lagi. Sempat saya tahan sakitnya dan juga minum obat penghilang nyeri. Tapi malamnya sekitar pukul 20.00, karena sakitnya belum hilang, berbekal surat pengantar dari Dokter umum, saya memutuskan untuk rontgen dan periksa ke Dokter spesialis penyakit dalam. Hasil rontgen diperiksa oleh Dokter spesialis penyakit dalam. Dokter mengatakan tidak ditemukan ada masalah apa pun. Tapi Dokter mengatakan mengatakan bisa saja ada batu yang tidak terlihat dalam hasil rontgen. Saya lalu diberi surat pengantar untuk USG.

Selasa, 6 Desember 2011

Besoknya, hari Selasa sore saya datang ke Rumah Sakit BaliMed untuk di USG. Dokter yang melakukan USG pun mengatakan memang ada batu dan katanya saya memang harus berobat. Hasil USG saya diberikan pengantar lagi untuk kembali Dokter spesialis penyakit dalam karena surat pengantar USG dari sana. Dokter spesialis penyakit dalam lalu merujuk lagi ke Dokter spesialis bedah urologi.

Dokter spesialis bedah urologi ini saya panggil Dokter Wirya atau di rumah sakit BaliMed lebih dikenal dengan dokter GWK. Oleh Dokter GWK ini saya diperiksa lagi, di USG lagi untuk memastikan apakah memang ada batu di saluran kencing dan memastikan posisinya. Hasilnya memang ada batu di saluran kencing saya, posisinya tepat di rasa sakit yang saya rasakan, dekat kantong kemih. Batu juga ditemukan di ginjal, ginjal saya juga bengkak.

Dokter GWK lalu menjelaskan bahwa awalnya batu yang dibawah menyumbat saluran kencing, lalu mengakibatkan ginjal bengkak dan ada batu juga di ginjal. Dokter GWK lalu menjelaskan tindakan yang harus dilakukan adalah saya harus menjalani operasi URS dan ESWL untuk menghilangkan kedua batu itu. Dokter GWK juga memperlihatkan video bagaimana operasi URS dan EWSL itu dilakukan pada pasien.

Saya sempat menanyakan kepada Dokter GWK apakah ada cara lain yang bisa saya tempuh untuk sembuh, Dokter menjawab tidak ada. Saya lalu menanyakan bagaimana dengan tingkat keberhasilan operasi ini, Dokter GWK mengatakan bahwa tingkat keberhasilan operasi URS adalah 93% dan ESWL 95%. Dokter lalu menambahkan bahwa dalam dunia kedokteran tingkat keberhasilan diatas 80% itu sudah bagus, dan tidak ada jaminan 100% berhasil karena selalu ada faktor ijin Tuhan. Dokter kemudian mengatakan malam itu saya dipersilahkan pulang untuk berpikir, lalu kapan saya siap saya dipersilahkan menelepon Dokter GWK untuk menjalani operasi URS dan ESWL.

Sebelum pulang saya lalu mampir ke resepsionis RS BaliMed untuk menanyakan masalah biaya. Petugas disana lalu mengatakan bahwa tindakan URS memerlukan biaya sekitar 7-12 juta dan ESWL sekitar 3-4 juta. Saya cukup kaget dengan biaya tersebut, tapi demi kesehatan sepertinya saya tidak akan masalah dengan biaya itu. Oya, itu belum termasuk biaya obat serta rawat inap, karena setelah tindakan tersebut saya harus rawat inap semalam.

Tiba dirumah, entah mengapa malah ada rasa senang dalam hati saya. Mungkin tepatnya rasa tenang, karena permasalahan sakit saya selama ini sudah menemui titik terang. Yang harus saya pikirkan selanjutnya adalah apakah saya memutuskan menjalani operasi itu atau tidak. Sebenarnya malam itu hati kecil saya sudah mengatakan bahwa operasi itu adalah jalan yang harus saya tempuh. Istri saya pun sepertinya sependapat, walaupun biaya sedikit menjadi ganjalan bagi kami.

**bersambung…

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

3 comments

  1. dedi ruswandi says:

    Tulisan dekan made di bali mengenai hrs dan eswl pada oprerasi ginjal kan brrsambung bisa dapat sambungannya saya kasusnya sama dg beliau
    Terimakasih

  2. dedi ruswandi says:

    Mohon sambungan tulisannya, Sy berkasus sama
    Terima kasih

Leave a Reply

CommentLuv badge