Kalau ngomongin tahun 2012, apa sih yang paling rame dibicarakan? Mungkin isu kiamat adalah salah satunya. Tapi untunglah setidaknya kiamat belum terjadi sehingga saya masih sempat menuliskan Catatan Akhir Tahun 2013 ini. Tulisan ini anggap saja sebagai sebuah tulisan penutup di tahun 2012 ini, dimana saya akan mencoba mengingat tentang apa saja yang saya alami di tahun 2012. Walaupun jujur saja hingga sampai kalimat terakhir di paragraf ini saya belum tahu akan menceritakan apa disini.
Archive for the ‘Personal’ category
Saya Jarang Memberi Ucapan Selamat Hari Raya
December 25th, 2012Saya bukan sedang ingin mengomentari pihak dalam agama tertentu yang konon tidak membolehkan umatnya mengucapkan selamat hari Natal untuk umat beragama Kristen. Entahlah apakah juga ada larangan mengucapkan selamat hari raya untuk agama lainnya atau tidak. Mau mengucapkan atau tidak, menurut saya itu terserah kepada masing-masing orang.
Ketika Musim Hujan Datang
December 17th, 2012Salah satu kendala yang saya rasakan bekerja di tempat yang sekarang ini adalah jarak kantor yang lumayan jauh dari rumah, sekitar 27 KM. Itu artinya setiap bekerja saya akan menempuh jarak 54 KM untuk pulang pergi, apalagi ditambah dengan kondisi jalan yang semakin tidak manusiawi, macet dimana-mana. Dan ditambah lagi jika musim hujan datang, lengkaplah “penderitaan” saya.
Selamat Jalan Cecep
November 26th, 2012Cecep, sebuah sepeda motor Yamaha Vixion tahun 2008 yang saya beli pada bulan April tahun 2010 kini telah pensiun dari tugasnya menemani saya sehari-hari. Setelah lebih dari dua tahun menjalankan tugasnya sebagai kuda besi saya, kini saya telah memantapkan pikiran untuk melego Cecep kepada orang lain yang lebih membutuhkan jasanya. Dulu, ketika membelinya dari pemilik sebelumnya di Jl. Gunung AgungĀ Denpasar, alasan saya adalah karena saya membutuhkan sebuah sepeda motor yang lebih bertenaga untuk menempuh jarak 54 KM (PP) setiap hari kerja.
Bersemangat Dengan Kesibukan
August 9th, 2012Beberapa minggu belakangan ini blog ini seperti terbengkalai, seperti tidak terurus. Maklum karena saya begitu sibuk dengan berbagai urusan yang harus didahulukan khususnya pekerjaan di kantor. Sebelumnya saya sudah menulis sekitar 1000 kata untuk menceritakan berbagai hal sampai mendetail tentang kesibukan saya di kantor, tapi setelah dibaca kembali kok rasanya tidak semuanya layak untuk diungkapkan di blog ini.

