Contoh Percakapan Bahasa Bali

Berikut ini contoh percakapan dalam Bahasa Bali yang mungkin bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya bagi yang baru ingin mencoba menggunakan bahasa Bali. Contoh percakapan ini juga bisa digunakan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali dan ingin sekedar lebih akrab dengan mencoba berkomunikasi dalam bahasa Bali.
Contoh percakapan dalam Bahasa Bali misalnya bagi orang sudah lama tidak bertemu dan ingin melakukan percakapan seputar kabar dan tempat tinggal.

  • Kenken kabare? (Apa kabar?)
  • Punapi gatra? (Apa kabar?)
  • Gatra becik (Kabar baik)
  • Kabar becik (Kabar baik)
  • Dija ngoyong/nongos jani? (Dimana tinggal sekarang?)
  • Umah tiange di Kerobokan (Rumah saya di Kerobokan)
  • Tiang nginep di hotel (Saya menginap di hotel)
  • Suba mekelo di Bali? (Sudah lama di Bali?)
  • Tiang mara ibi neked di Bali (Saya baru kemarin tiba di Bali)
Selain itu berikut contoh percakapan dalam Bahasa Bali untuk yang mungkin belum kenal dan melakukan percakapan seputar nama dan perkenalan.

  • Nyen adan ragane? (Siapa nama anda?)
  • Adan tiange Wayan (Nama saya Wayan)Uli dija? (Dari mana?)
  • Tiang uli/saking Jakarta (Saya dari Jakarta)
  • Tiang nembe/tumben ke Bali (Saya tumben ke Bali)
  • Lakar kija? (Mau kemana?)
  • Tiang lakar melali ke Sanur (Saya akan jalan-jalan ke Sanur)
  • Tiang megae di Bali (Saya kerja di Bali)

Selain beberapa percakapan diatas, masih banyak lagi contoh kalimat untuk melakukan percakapan lainnya dalam bahasa Bali, tergantung situasi dan kondisi. Semoga bermanfaat.

Clebingkah Beten Biu, Ini Artinya

Celebingkah Beten Biu adalah sebuah “wewangsalan” dalam bahasa Bali yang artinya atau maknanya adalah “Gumi Linggah Ajak Liu. Wewangsalan itu itu seperti Tamsil dalam bahasa Indonesia. Wewangsalan biasanya berisi dua kalimat dimana kalimat pertama seperti pantun dan kalimat kedua merupakan artinya. Namun artinya yang sebenarnya hanya tercermin pada kalimat kedua. Read More

Nama Hari Dalam Bahasa Bali

Mari belajar nama – nama hari dalam bahasa Bali. Seperti halnya bahasa Indonesia, nama hari juga ada dalam bahasa Bali. Berikut ini nama hari dalam bahasa Bali yang terdiri dari 7 hari dalam seminggu yaitu :

Senin = Soma
Selasa = Anggara
Rabu = Buda
Kamis = Wraspati
Jumat = Sukra
Sabtu = Saniscara
Minggu = Redite Read More

Kata Bahasa Bali Yang Jarang Digunakan

Bahasa Bali sebenarnya masih merupakan bahasa Ibu dan digunakan sebagai bahasa sehari-hari di Bali, bahkan di daerah perkotaan. Akan tetapi kosakata yang digunakan mungkin sudah mengalami perubahan. Banyak kata-kata yang sudah jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Hal ini disebabkan karena bahasa Bali yang digunakan sehari-hari sudah bercampur dengan bahasa Indonesia. Read More

Bahasa Bali Selamat Pagi Siang Sore Malam

Berikut ini adalah bahasa Bali yang bisa digunakan untuk memberikan ucapan selamat pagi / siang dan sore / malam. Ucapan atau kalimat ini bisa digunakan untuk mengawali percakapan dalam bahasa Bali selain menggunakan ucapan Om Swastiastu yang sudah umum digunakan di Bali.

Baca Juga :

Bahasa Bali untuk selamat pagi adalah “rahajeng semeng”. Rahajeng artinya selamat dan semeng artinya pagi. Jadi rahajeng semeng artinya selamat pagi. Kemudian bahasa Bali untuk ucapan selamat siang adalah “rahajeng tengai”. Tengai artinya siang, jadi rahajeng tengai artinya selamat siang.

Selanjutnya untuk ucapan selamat sore dalam bahasa Bali bisa menggunakan “rahajeng sande”. Sande artinya sore dalam bahasa halus. Selain sande, sore juga bisa menggunakan kata sanja (dibaca sanje, karena huruf a di belakang dibaca e) yang merupakan bahasa biasa/menengah. Dan terakhir untuk selamat malam dalam bahasa Bali adalah “rahajeng wengi”. Wengi artinya malam. Selain wengi, malam dalam bahasa Bali juga bisa menggunakan kata peteng yang artinya malam / gelap.

Demikianlah bahasa Bali untuk ucapan selamat pagi, selamat siang, selamat sore dan selamat malam. Semoga bermanfaat.