Upacara Otonan

August 1st, 2010 by imadewira Leave a reply »

Di dalam agama Hindu ada upacara yang disebut dengan upacara Otonan. Di dalam Panca Yadnya, upacara ini termasuk dalam Manusa Yadnya yaitu upacara yang dilakukan untuk manusia. Upacara otonan bisa diibaratkan semacam peringatan hari ulang tahun (peringatan kelahiran).

Upacara otonan dilakukan setiap 210 hari sekali (6 bulan Hindu, 1 bulan Hindu = 35 hari). Hal ini berdasarkan perhitungan Saptawara (Redite, Soma, Anggara, Buda, Wraspati, Sukra, Saniscara), Pancawara (Umanis, Paing, Pon, Wage, Kliwon), dan Wuku yang jumlahnya 30 (1 wuku berlaku untuk 1 minggu / 7 hari). Jadi misalnya hari lahir seseorang adalah Soma Paing, wuku Menail, maka Otonan-nya akan diperingati setiap Soma Paing, wuku Menail yang datangnya setiap 210 hari sekali.

Menurut BabadBali.com upacara otonan bertujuan untuk menebus kesalahan-kesalahan dan keburukan-keburukan terdahulu, sehingga dalam kehidupan sekarang mencapai kehidupan yang lebih sempurna. Banten atau upakara (sesajen) yang digunakan adalah Prayascita, Parurubayan, Jajanganan, Tataban, Peras, Lis, Banten pesaksi ke bale agung (Ajuman), Sajen turun tanah dan Sajen kumara. Khusus untuk otonan pertama kali, biasanya agak berbeda seperti ada upacara pemotongan rambut untuk pertama kalinya.

Otonan yang pertama kali dilakukan tentu saja ketika seorang bayi berumur tepat 210 hari dan akan diulangi terus selama masa hidupnya. Untuk otonan yang kedua dan seterusnya biasanya dilakukan lebih sederhana daripada sebelumnya. Namun apabila Otonan bertepatan dengan hari Purnama biasanya akan dibuatkan lebih meriah (biasanya dengan babi guling).

Adapun tata cara pelaksanaan upacara otonan menurut BabadBali adalah sebagai berikut :

  • Pandita / Pinandita sebagai pimpinan upacara melakukan pemujaan untuk memohon persaksian terhadap Hyang Widhi Wasa dengan segala manifestasinya.
  • Pemujaan terhadap Siwa Raditya (Suryastawa).
  • Penghormatan terhadap leluhur.
  • Pemujaan saat pengguntingan rambut (potong rambut). Ini dilakukan pertama kali, untuk Otonan selanjutnya tidak dilakukan.
  • Pemujaan saat Otonan dan persembahyangan.

Selain seperti dijelaskan diatas, upacara Otonan juga bermakna sebagai puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi atas segala berkah yang diberikan, dan juga terdapat kepercayaan bahwa pada saat upacara Otonan itu, Tuhan dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Dumadi (“roh dari orang yang Otonan”) akan hadir dan diberikan ucapan syukur atas karunianya.

Seluruh rangkaian upacara ini dilakukan dirumah (biasanya di “bale delod”) dan dipimpin oleh Pinandita / Pemangku / orang yang dianggap tertua dalam keluarga.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

9 comments

  1. Adi says:

    wah informasi yang bemanfaat…
    Walau saya berkeyakinan lain..

  2. TuSuda says:

    Sejak menikah sudah tidak pernah lagi melaksanakan otonan. Apalagi didaerah rantau, padahal manfaatnya bagus sekali, dibandungkan berultah, lebih pas kalau menjalankan otonan.

  3. PanDe Baik says:

    …TUMBEN SAYA MELIHAT TULISAN yang berisi 2 Komentar di BLOG ini… (biasanya minimal 25) barangkali karena temanya yang terlalu berat, ataukah karena tidak ada hubungannya dengan pemilik blog ? hihihi…
    PanDe Baik´s last blog post ..Nilai-nilai Keris sebagai sebuah Pusaka berkekuatan Gaib

  4. andre says:

    wah saya belum pernah liat secara langsung sih, tetangga saya ga ada yang nglaksanain. sayang saya udah merantau karang, jadinya ga ada kesempatan liat upacara ini. makasi infonya bli
    andre´s last blog post ..Jogja Kartun hadining Art

  5. ARANYAKA KANTUN DANANJAYA says:

    Saya sangat salut dan memberikan apresiasi kepada temen-temen yang masih inget dengan hari kelahiran dan bukan tahun kelahirannya. Itu pertanda masih ada terpatri warisan ortu ke kita. Kemanapun kita merantau sebaiknya jangan sampai lupa akan pesan buyut dan leluhur. Otonan itu wajib karena didalamnya ada pelaksanaan aspek ritual, spiritual dan seremonial, sementara ultah hanya menekankan aspek seremonial. bener gak ya???????????

Leave a Reply

CommentLuv badge