Parahyangan Agung Jagadkarta Taman Sari Gunung Salak

Parahyangan Agung Jagadkarta Taman Sari Gunung Salak adalah sebuah tempat suci agama Hindu yang berlokasi di Taman Sari, Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Tempat suci ini adalah sebuah pura tetapi oleh pengelola tidak disebut dengan kata Pura melainkan Parahyangan yang dalam bahasa Sunda berarti tempat suci, jadi maknanya sama tetapi beda penyebutan saja.

Nama lengkap tempat ini adalah Parahyangan Agung Jagadkarta Taman Sari Gunung Salak tapi bisa disingkat dengan Parahyangan Gunung Salak. Oleh umat Hindu di Bali mungkin tidak sedikit yang menyebut dengan Pura Gunung Salak. Jika dicari di Google Map mungkin tidak akan ditemukan Pura Gunung Salak, karena yang ada adalah Parahyangan Gunung Salak.

Untuk umat Hindu yang ingin tangkil ke Parahyangan Gunung Salak, khususnya yang dari luar daerah seperti dari Bali, bisa menggunakan pesawat udara menuju Jakarta. Dari Jakarta menuju Bogor menggunakan kendaraan dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dalam kondisi lancar. Akses jalan menuju Parahyangan Gunung Salak khususnya setelah tiba di Bogor sudah bagus, jalan beton/aspal namun tidak terlalu lebar, jadi jika menggunakan bus besar harus agak pelan saat berpapasan.

Parahyangan Agung Jagadkarta Gunung Salak ini terletak di lereng Gunung Salak, Bogor. Jalan menuju kesana tentu saja terus menanjak namun tidak terlalu curam. Kondisi cuaca juga biasanya bagus, agak dingin namun tidak terlalu ekstrem, jika cerah kita masih bisa tanpa jaket.

Menurut informasi dari Bapak Wayan Suastika dalam Darma Wecana yang disampaikannya, Parahyangan Agung Jagadkarta Taman Sari Gunung Salak ini mulai dirintis tahun 1985. Karya Ngenteg Linggih telah dilaksanakan pada tahun 2005 yang lalu. Sedangkan Pujawali di Parahyangan Gunung Salak adalah pada Purnamaning Ketiga, yaitu sekitar bulan September.

Pengelola Parahyangan Agung Jagadkarta Taman Sari Gunung Salak ada 2 yaitu : Pengelola dan Pengempon. Pengelolanya adalah Yayasan Giri Taman Sari yang dipimpin oleh Letjen Wayan Medio. Sedangkan Pengempon sehari-hari dipimpin oleh Prof. Nengah Suratijaya. Parahyangan Gunung Salak diemong oleh 21 banjar dari 3 Provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat. Setiap pujawali akan dilaksanakan oleh salah satu banjar dan dibantu oleh seluruh banjar lainnya. Di tahun 2019 yaitu bulan September, pujawali akan dilaksanakan oleh Banjar Bekasi.

Suasana di Parahyangan Gunung Salak sangat tenang, agung dan tentram. Pengelola Parahyangan juga sangat memperhatikan kesucian tempat ini. Sebagai contoh, umat yang ingin sembahyang diminta meletakkan alas kaki di tempat yang sudah disediakan di depan area wantilan. Jadi selama di areal Parahyangan kita tidak menggunakan alas kaki. Handphone dan alat komunikasi juga wajib dinonaktifkan selama berada di Utamaning Mandala, khususnya suara agar tidak mengganggu keheningan saat sembahyang.

Demikianlah informasi mengenai Parahyangan Agung Jagadkarta Taman Sari Gunung Salak, mohom koreksi jika ada yang kurang tepat. Semoga bermanfaat.

Tas Untuk Sampah Upakara, Ndak Salah Tuh?

Canang merupakan salah satu sarana upacara dalam agama Hindu khususnya di Bali.

Beberapa hari yang lalu saya mendengar sebuah iklan di radio yang isinya himbauan tentang kebersihan lingkungan. Dalam iklan tersebut ada percakapan antara dua orang yang ceritanya adalah pasangan suami istri yang akan berangkat bersembahyang ke pura. Kalau tidak salah dua orang ini diperankan oleh Bli Gede Tomat dan Mbok Luh Camplung, dua seniman yang sudah terkenal di Bali. Saya tidak ingat persis kalimat dalam percakapan itu, tapi yang jelas isinya himbauan tentang kebersihan lingkungan dalam mendukung program Gubernur Bali.

Read More

Semua Rencana Berjalan Lancar

Akhirnya jadilah saya “tangkil” ke Pura Batur dan Pura Besakih minggu lalu. Kami berangkat menggunakan dua mobil, mobil pertama Toyota Kijang plat merah yang merupakan mobil kantor mertua saya. Di mobil tersebut ada saya sebagai driver, kedua mertua, adik ipar, pembantu dan tentu saja istri serta putri saya yang baru berusia 13 bulan. Mobil kedua Toyota Avanza yang kami sewa di rent car, disana kakak saya sebagai driver, kedua orang tua saya, adik, kakak ipar serta kedua anaknya.

Read More

Tangkil Ke Pura Batur dan Besakih

Tempat suci untuk bersembahnya umat Hindu disebut dengan Pura. Di Bali, pura yang terbesar adalah Pura Besakih, pura ini sebenarnya bukan hanya terdiri dari satu buah pura tapi merupakan komplek dari beberapa pura. Pura ini terletak di lereng Gunung Agung di sebuah desa yang bernama desa Besakih. Untuk lebih jelas tentang pura Besakih, berikut beberapa sumber lain yang bisa anda baca :

Read More

Melukat Ke Tirta Empul Tampak Siring

Mengisi liburan Natal kemarin, saya dan istri memutuskan untuk melukat (membersihkan diri) ke pura Tirta Empul di Tampak Siring, Gianyar. Karena ibu saya dan kakak tidak bisa ikut, maka istri berinisiatif mengajak ibunya (mertua saya) dan adik ipar saya. Maka kemarin pukul 7.30 kami pun berangkat, padahal kami merencanakan berangkat pukul 6.00, tapi dasar jam karet semuanya terlambat bangun termasuk saya, hehe.

Read More