Catatan Akhir Tahun 2018

Ketika mau membuat tulisan catatan akhir tahun 2018 ini, saya tersadar kembali bahwa saya tidak/belum membuat catatan akhir tahun 2017. Dan parahnya, hal ini sudah pernah terjadi sebelumnya yaitu ketika mau membuat tulisan catatan akhir tahun 2016 dimana saat ini saya tersadar bahwa saya tidak membuat tulisan catatan akhir tahun 2015. Mungkin saya memang sudah sangat tidak konsisten dalam menulis di blog ini sehingga hampir tidak layak menyebut diri seorang blogger.

Tapi sudahlah, mumpung ada waktu saya lanjutkan saja tulisan ini daripada tidak terisi sama sekali. Saya akan mencoba mengingat apa aja yang bisa saya tuliskan di catatan akhir tahun 2018 ini. Berhubung catatan akhir tahun 2017 belum saya buat, jadi gabung saja beberapa catatan dalam 2 tahun terakhir disini ya, artinya saya akan bergerak dari catatan akhir tahun 2016 yang lalu.

Nindi

Catatan pertama adalah dua anugerah dalam kehidupan saya yaitu Nindi dan Bramasta, mereka berdua adalah segalanya bagi saya dan istri. Nindi saat ini berumur 8 tahun dan bulan Pebruari ini akan berumur 9 tahun, dia duduk di kelas 3 SD dan sejauh ini perkembangan berjalan lancar. Dari sisi fisik tubuhnya kini semakin besar dan tergolong tinggi diantara anak-anak seumurannya. Dalam hal kemampuan akademis hasilnya juga cukup bagus walau bukan yang terbaik di kelasnya, cukuplah bagi kami tapi kami berharap dia terus belajar lebih giat lagi.

Selain akademis, Nindi juga saya ikutkan les renang. Saat ini Nindi sudah melewati level pemula, artinya dia sudah bisa semua gaya renang dengan baik. Oleh pelatihnya, Nindi disarankan ikut masuk club dengan latihan yang lebih intensif. Tapi kami terkendala dengan waktu karena latihan renangnya sebagian besar sore, sedangkan Nindi sekolah dari siang sampai sore. Nindi juga sempat ikut Porjar cabang renang beberapa hari lalu walau tidak lolos seleksi di Kecamatan, nanti coba saya tuliskan terpisah.

Selain renang, Nindi juga ikut les bahasa Inggris di Kumon. Untuk les bahasa Inggris ini saya tidak banyak ikut campur, karena selain saya juga tidak mahir, saya percayakan sepenuhnya di tempat les untuk mengajarinya. Kami hanya mengawasi dan memastikan dia sudah mengerjakan tugasnya dengan baik. Nindi pun bisa mengikuti dengan baik. Untuk les Kumon ini kami agak mudah karena waktunya lebih fleksibel dan tempat lesnya agak di depan gang masuk rumah kami, jadi dekat dan bahkan bisa jalan kaki saja.

Satu lagi kegiatan yang diikuti Nindi adalah les musik yaitu keyboard. Nindi sudah sekitar 6 bulan mulai les dengan jadwal seminggu sekali yaitu hari Jumat. Sementara ini Nindi juga bisa mengikuti dengan baik. Kami juga sudah membelikan Nindi sebuah keyboard untuk dipakai latihan di rumah. Untuk les ini kami juga angkat tangan karena saya dan istri sama sekali tidak mengerti musik, hehe. Tapi kami senang karena Nindi sepertinya menikmati dan suka memainkan keyboardnya sendiri dirumah sambil latihan.

Pada intinya, semua perkembangan Nindi sangat kami syukuri, bahkan bisa dibilang jadwalnya cukup padat. Belum lagi ditambah dia mencoba ikut les dance karena kebetulan mertua dan kakak ipar saya ikut menjadi pengurus. Dan jujur saya ingin Nindi bisa latihan menari Bali dan juga megambel, juga beladiri dan bulutangkis. Ah, banyak sekali keinginan saya tapi kendala utama kami adalah waktu, baik waktu bagi Nindi sendiri dan juga waktu kami untuk mengantarnya, jadi sementara yang bisa saja dulu.

Bramasta

Untuk Bramasta, umurnya sekarang 2 tahun dan akan 3 tahun pada bulan Juni nanti. Perkembangannya juga sangat bagus baik fisik maupun otaknya. Kami bahkan seringkali merasa heran dan kagum dengan pola pikirnya, seringkali dia bicara dan bertanya hal-hal yang sepertinya melebihi umurnya. Tantangan kami sekarang adalah “ngempu” anak cowok yang tentunya mulai sering “nakal”, sangat terasa berbeda dengan Nindi dulu. Tapi semua itu sangat kami nikmati, rasa syukur dan bahagia kami dengan kedua anak ini rasanya tidak cukup untuk dituliskan dengan kata-kata.

Beberapa waktu terakhir ini Bram sangat aktif, dia selalu minta diajak bermain yang mungkin menuntut fisik. Saya kadang merasa bersalah karena tidak bisa sepenuhnya konsentrasi kalau “ngempu” dia. Bram biasanya akan diam anteng kalau dikasi bermain handphone. Tentu saja sebisa mungkin kami kurangi dan batasi.

Kuliah S2

Melanjutkan kuliah di jenjang S2 (magister) dulu sama sekali tidak terbayangkan oleh saya. Bisa lulus S1 saja rasanya sudah sangat bersyukur dan luar biasa bagi saya. Tetapi seiring berjalannya waktu, untuk masa depan yang lebih baik sepertinya kuliah S2 menjadi tantangan selanjutnya. Saya pernah sekali mendaftar kuliah S2 tetapi gagal dan sempat marasa minder. Hingga akhirnya pertengahan tahun 2017 saya mencoba lagi mendaftar di Undiksha, syukurlah saya lolos.

Kuliah saya ikuti dengan semampunya dan syukurlah sejauh ini semua berjalan cukup lancar walau hasil yang saya dapatkan tidak maksimal dan mungkin bukanlah yang terbaik di kelas. Tapi jujur saja target saya adalah yang penting lulus. Hingga saat menulis ini saya hampir selesai semester 3. Semester 4 nanti tinggal Tesis saja dan saat ini saya sudah mendaftar ujian proposal Tesis, semoga saja semua proses bisa saya lewati dengan baik sampai dengan lulus nanti.

Pekerjaan

Untuk pekerjaan, semua juga berjalan dengan baik. Saya masih bertugas di bagian akademik dan sebagian besar tugasnya masih sama. Tapi sejak awal tahun 2017 lalu saya resmi mendapat jabatan fungsional Pranata Komputer. Akhirnya jabatan itu saya dapatkan juga walau dengan proses yang terbilang berliku. Di STP Nusa Dua Bali, saya adalah orang pertama dan masih satu-satunya yang mendapat jabatan Pranata Komputer itu, dan juga di seluruh Kementerian Pariwisata saya masuk “gelombang” pertama menjadi Pranata Komputer. Jabatan Prakom ini saya dapatkan melalui jalur inpassing. Tahun 2019 ini sepertinya akan ada beberapa teman lainnya di STP Nusa Dua Bali yang juga mendapatkannya bersama dengan orang-orang lainnya di Kementerian Pariwisata.

Tentunya saya bersyukur mendapatkan jabatan Pranata Komputer karena tunjangannya lumayan bagi saya dan juga grade Tukin saya naik dari grade 7 menjadi grade 9. Akan tetapi, kini saya wajib mengumpulkan angka kredit untuk mendapatkan kenaikan pangkat dan juga jabatan nantinya. Jadi saya harus mempelajari dulu apa dan bagaimana pekerjaan untuk mendapatkan angka kredit itu.

Sampai disini dulu catatan akhir tahun 2018 ini.

Catatan Akhir Tahun 2016

Gara-gara mau bikin tulisan catatan akhir tahun 2016 ini saya baru nyadar bahwa akhir tahun 2015 yang lalu saya tidak membuat tulisan catatan akhir tahun. Padahal sejak 2009 sampai 2014 saya selalu membuat tulisan catatan akhir tahun. Tapi ya sudahlah. Lalu apa saja kira-kira momen di tahun 2016 ini yang bisa saya jadikan catatan akhir tahun. Read More

Catatan Akhir Tahun 2014

Mungkin saya sedikit terlambat menuliskan catatan akhir tahun 2014 ini, karena biasanya saya membuat tulisan catatan akhir tahun sebelum tahun baru, tapi kali ini saya baru sempat menulisnya setelah lewat tanggal 1 Januari. Tak apalah, daripada tidak sama sekali. Sebelum menulis ini, saya mencoba membaca kembali catatan akhir tahun sebelumnya yaitu Catatan Akhir Tahun 2013 serta mengingat-ingat kembali perjalanan hidup saya di tahun 2014. Baiklah, saya mulai saja tulisan catatan akhir tahun ini. Read More

Catatan Akhir Tahun 2013

Tahun 2014 sudah diambang pintu, tidak sampai 24 jam lagi kita sudah akan sampai di tahun 2014 yang artinya tahun 2013 sudah terlewati. Maka dari itu saya ingin menuliskan sebuah catatan akhir tahun 2013. Tentu saja tidak semua hal bisa saya tuliskan disini karena sebuah ini hanyalah sebuah catatan kecil yang saya jadikan tulisan penutup tahun di blog ini.

Read More

Catatan Akhir Tahun 2011

Mumpung masih tahun 2011 yang beberapa jam lagi akan berganti ke tahun 2012, tidak ada salahnya saya mencoba membuat catatan kecil tentang apa saja yang sudah saya alami di tahun 2011 ini. Sebenarnya tidak banyak hal yang bisa saya ceritakan, karena semuanya di tahun 2011 ini berjalan lancar. Semuanya menyenangkan atau setidaknya memberikan makna dan pengalaman baru bagi saya.

Read More