Posts Tagged ‘Bali’

Anak Kerobokan Tolak Reklamasi Telok Benoa

February 6th, 2016

Tolak-Reklamasi-Teluk-Benoa-1

Gerakan Tolak Reklamasi Teluk Benoa semakin meluas, masyarakat Kerobokan pun mulai menyatakan sikap untuk Tolak Reklamasi Teluk Benoa. Ditandai dengan pemasangan baliho Tolak Reklamasi dan pengerahan massa pada tanggal 31 Januari 2016 yang lalu. Kegiatan itu sudah diliput dan disiarkan oleh beberapa media. Kalau tidak salah, salah satu tokoh yang belakangan paling getol menolak Reklamasi Teluk Benoa, Gendo juga hadir disana.

» Read more: Anak Kerobokan Tolak Reklamasi Telok Benoa

Rapat Pensisba Online di Kementerian Pariwisata

November 11th, 2015

Perjalanan dinas saya kali ini adalah menemani atasan untuk Rapat terkait dengan Penerimaan Mahasiswa Baru (Pensisba). Ceritanya berawal dari suatu sore di akhir bulan Agustus, Bapak Ketua STPNB datang mampir ke ruangan akademik tempat saya bertugas sehari-hari. Di tengah obrolan singkat, beliau menceritakan bahwa nanti akan ada Rapat di kantor Kementerian Pariwisata di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Isi rapat adalah terkait dengan penerimaan mahasiswa baru, oleh karena itu Bapak Ketua minta agar saya ikut menemani karena saya merupakan Ketua Panitia Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru tahun ini.

» Read more: Rapat Pensisba Online di Kementerian Pariwisata

Masalah Air Tanah di Kerobokan – Kuta Utara

November 5th, 2015

Saya tinggal di Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, sebuah daerah yang cukup padat dimana sebagian besar penduduknya adalah penduduk asli. Sisanya banyak lahan di daerah ini dipergunakan untuk villa dan tempat usaha pertokoan. Sebagai sebuah daerah yang cukup atau bahkan bisa dikatakan sangat padat, kebutuhan akan air pun tentu sangat tinggi, apalagi dalam musim kemarau panjang seperti belakangan ini.

» Read more: Masalah Air Tanah di Kerobokan – Kuta Utara

Berobat ke Balian, Percaya Tak Percaya

July 4th, 2015

Bagi orang Bali khususnya yang beragama Hindu, keberadaan Balian yaitu semacam dukun/paranormal/orang pintar, sudah menjadi hal lumrah dan biasa. Hal ini disebabkan oleh kentalnya budaya dan agama Hindu yang memang berkaitan erat dengan dunia spiritual. Salah satu cirinya adalah tidak sedikit Pemangku yaitu orang suci dalam agama Hindu di Bali yang juga menjalankan kegiatan atau pekerjaan pengobatan selayaknya seorang Balian.

» Read more: Berobat ke Balian, Percaya Tak Percaya

Ibu Tukang Kepang Rambut di Pantai Kuta

April 26th, 2015

Ibu Tukang Kepang Rambut di Pantai Kuta

Ibu ini bekerja sebagai tukang kepang rambut di Pantai Kuta. Dia orang Bali asli dan tinggal di Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Sehari-hari dia bekerja mulai sekitar pukul 10 pagi sampai dengan sore hari. Dia dan ibu-ibu lainnya yang berprofesi sama berada dalam naungan Desa Adat Kuta. Setiap bulan mereka membayar iuran sebesar 75 ribu rupiah, khusus untuk warga asli Kuta iurannya hanya 15 ribu per bulan. Katanya dia sudah sejak ‘bajang’ (muda) bekerja seperti ini di Kuta. Soal penghasilan tidak saya tanya secara rinci. Tarif untuk mengepang rambut seperti ini sekitar 50 ribu sampai 200 ribu, tergantung ketebalan rambut dan juga hasil nego. Saya sendiri hanya berhasil nego sampai 50 ribu. Anggap saja si ibu ini mendapat 4-5 orang saja per hari dengan tarif 50 ribu, hasilnya lumayan bukan? Modalnya hanya skill khusus untuk mengepang rambut dan tentunya kemampuan berbahasa asing. Tidak lupa juga harus ramah, karena katanya mereka diharuskan agar membuat tamu jangan sampai komplain. Oya, khusus setiap hari Senin pagi mereka harus datang pukul 07.00 untuk gotong royong membersihkan areal pantai dan sekitarnya.