Proses Perakitan Layangan Knock Down di Bali

Perakitan layangan dengan cara knock down di Bali menjadi tren beberapa tahun belakangan ini. Layangan knock down sudah seperti menjadi kewajiban bagi penggemar layangan yang biasa disebut “rare angon”, khususnya untuk layangan ukuran besar (ukuran di atas 2 meter). Berikut ini salah satu contoh video proses perakitan layangan knockdown.

Perakitan layangan knock down selain terasa lebih modern juga sangat bermanfaat khususnya ketika membawa layangan di jalan raya sehingga tidak terlalu mengganggu lalu lintas. Misalnya ketika mengikuti lomba layangan yang tempat relatif jauh, seringkali “rare angon” menjadi sasaran caci maki oleh pengguna jalan lainnya karena dianggap membuat macet. Read More

Tradisi Medelokan Penganten

Tradisi medelokan penganten adalah sebuah tradisi yang ada di desa adat Kerobokan dan mungkin ada juga di desa atau daerah lainnya di Bali. Tradisi medelokan penganten ini seperti namanya merupakan kegiatan medelokan (menengok / kondangan) ke rumah penganten baru. Kegiatan ini dilakukan oleh Sekeha Teruna-Teruni atau biasa disingkat menjadi STT. STT adalah sebuah organisasi kepemudaan yang kedudukannya biasanya di bawah sebuah Banjar. Banjar adalah sebuah organisasi adat yang berada di bawah sebuah Desa Adat. Desa Adat dan Banjar adalah organisasi adat di Bali yang bisa dikatakan sebagai nyawa kehidupan adat dan beragama di Bali. Jadi STT merupakan generasi penerus dan tulang punggung untuk mewujudkan slogan “ajeg bali” yang selama ini digaungkan oleh pemerintah dan masyarakat di Bali. Read More

Bahasa Bali Selamat Pagi Siang Sore Malam

Berikut ini adalah bahasa Bali yang bisa digunakan untuk memberikan ucapan selamat pagi / siang dan sore / malam. Ucapan atau kalimat ini bisa digunakan untuk mengawali percakapan dalam bahasa Bali selain menggunakan ucapan Om Swastiastu yang sudah umum digunakan di Bali.

Baca Juga :

Bahasa Bali untuk selamat pagi adalah “rahajeng semeng”. Rahajeng artinya selamat dan semeng artinya pagi. Jadi rahajeng semeng artinya selamat pagi. Kemudian bahasa Bali untuk ucapan selamat siang adalah “rahajeng tengai”. Tengai artinya siang, jadi rahajeng tengai artinya selamat siang.

Selanjutnya untuk ucapan selamat sore dalam bahasa Bali bisa menggunakan “rahajeng sande”. Sande artinya sore dalam bahasa halus. Selain sande, sore juga bisa menggunakan kata sanja (dibaca sanje, karena huruf a di belakang dibaca e) yang merupakan bahasa biasa/menengah. Dan terakhir untuk selamat malam dalam bahasa Bali adalah “rahajeng wengi”. Wengi artinya malam. Selain wengi, malam dalam bahasa Bali juga bisa menggunakan kata peteng yang artinya malam / gelap.

Demikianlah bahasa Bali untuk ucapan selamat pagi, selamat siang, selamat sore dan selamat malam. Semoga bermanfaat.