Rapat Rencana Integrasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Perjalanan dinas kali ini adalah menuju Bandung, ini pertama kalinya saya ke Bandung. Saya dan dua orang yaitu : Drs. I Putu Tonsen (atasan saya, Kasubbag Tenaga Pengajar dan Kemahasiswaan) dan I Gusti Made Darmaweda, SE ditugaskan mengikuti Rapat Rencana Integrasi Penerimaan Mahasiswa Baru. Ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sekaligus arahan Deputi ketika rapat September lalu di Jakarta. Jadi pada intinya, 4 perguruan tinggi pariwisata yang berada di bawah Kementerian Pariwisata yaitu : STP Bandung, STP Nusa Dua Bali, Akpar Medan dan Poltekpar Makassar, diinstruksikan untuk melakukan penerimaan mahasiswa baru secara bersama-sama. Ya semacam SNMPTN lah.

Nah, sebagai langkah awal, diadakanlah pertemuan di STP Bandung untuk menyamakan persepsi (harmonisasi) hal-hal terkait penerimaan mahasiswa baru. Walaupun sebenarnya pada intinya keempat kampus ini melakukan langkah yang sama dalam penerimaan mahasiswa baru, akan tetapi ada juga beberapa hal yang tidak sama, khususnya terkait hal teknis seperti aplikasi yang digunakan dalam penerimaan mahasiswa baru. Pada pertemuan inilah diberikan kesempatan kepada setiap perwakilan kampus untuk mempresentasikan alur serta aplikasi yang digunakan selama ini dalam penerimaan mahasiswa baru.

Dari STP Nusa Dua Bali, saya sendiri yang mempresentasikan aplikasi yang kami gunakan, karena kebetulan juga aplikasi ini saya sendiri yang membuatnya dalam hal programming, sedangkan proses bisnis banyak dibantu oleh Bapak Darmaweda dan teman-teman lainnya.

Oya, rapat ini dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2015 di kampus STP Bandung. Akan tetapi terkait perjalanan kami terpaksa berangkat H-1 dan pulang H+1, jadi saya menjadi ditugaskan pada tanggal 30 September – 2 Oktober 2015. Kami berangkat menggunakan Garuda Indonesia dan ketika menjelang mendarat di Bandung, pesawat yang kami tumpangi mengalami goncangan yang lumayan keras karena angin yang cukup kencang. Saya bahkan hampir saja muntah, dan akhirnya kami mendarat dengan selamat. Saya sempat kepikiran dan agak trauma dengan perjalanan ke Bandung.

Oya, kami menginap di Fave Hotel Cihampelas. Di waktu senggang, kami juga sempat jalan-jalan ke alun-alun kota Bandung dan jalan Asia Afrika, serta tentunya membeli beberapa kaos khas Bandung yang tersedia di sepanjang jalan Cihampelas. Sempat juga keliling di Cihampelas Walk atau biasa disebut C Walk.

Pada perjalanan pulang, kami menggunakan pesawat Garuda Indonesia tetapi harus transit dulu ke Surabaya baru kemudian menuju Bali. Entah mungkin karena trauma ketika mendarat di Bandung kemarinnya atau memang kondisi kurang fit, ketika transit di Surabaya saya sempat sangat mual dan muntah di toilet. Syukurlah saya bisa melanjutkan perjalanan dengan baik dengan kembali ke Bali dengan selamat.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *