Hamil Sebelum Menikah

Hamil sebelum menikah? Tentu saja tidak disarankan oleh siapa pun, apalagi kalau dihubungkan dengan ajaran agama. Semua agama pasti melarang adanya kehamilan sebelum atau di luar pernikahan. Tetapi disini saya tidak akan berbicara tentang agama karena saya bukanlah ahlinya dan bukan kapasitas saya berceramah tentang agama.

Kembali tentang hamil di luar nikah atau sebelum menikah sudah hamil duluan, dan pernikahan dijalankan dalam keadaan mempelai perempuan sedang hamil. Hamil di luar nikah berarti melakukan seks sebelum menikah, meskipun dilarang oleh ajaran agama, pada kenyataannya kasus seperti ini semakin sering kita temui. Khususnya bagi pasangan yang memang sudah siap untuk menikah, seolah mereka baru akan menikah setelah si perempuan hamil.

Apalagi ada yang kesannya hamil sebelum menikah dilakukan dengan sengaja. Bahkan mungkin ada yang berpendapat bahwa akan terus menunda pernikahan hingga terjadi kehamilan. Dari sekian banyak teman dan kerabat saya yang menikah, hampir sebagian besar melangsungkan pernikahan saat mempelai wanita sudah hamil. Walaupun tidak terlihat hamil, tetapi kehamilan sebelum menikah itu bisa dibuktikan dengan jarak antara kelahiran bayi dengan hari pernikahan yang kurang dari sembilan bulan.

Tapi, saya disini tidak akan menyalahkan atau mengatakan yang ini benar dan yang itu salah. Karena menurut saya, itu hak mereka sendiri. Hamil sebelum menikah atau setelah menikah menjadi urusan masing-masing pasangan. Saya juga tidak munafik lalu menyalahkan mereka karena hamil sebelum menikah. Apalagi sebelumnya saya juga sempat berprinsip hamil sebelum menikah tidak masalah asalkan pasangan tersebut memang sudah siap untuk menikah. Tapi kalau hamil sebelum menikah dimana pasangan tersebut belum siap menikah (mungkin karena masih sekolah atau kuliah), itu yang jadi masalah.

Untuk diketahui, saya sudah menikah, dan istri saya hamil sekitar 2 bulan setelah kami menikah, syukurlah kami bisa menahan diri hingga tidak terjadi kehamilan sebelum menikah. Di luar kaitannya dengan agama dan kepercayaan, setelah menikah saya baru mengerti dan tahu apa “untung” dan “rugi” hamil sebelum menikah. Dan saya sarankan untuk anda yang belum dan akan menikah, usahakanlah agar jangan hamil dulu. Karena menurut saya, lebih banyak keuntungan menikah dalam keadaan tidak (belum) hamil. Saya akan mencoba menjelaskan “untung” dan “rugi” tentang hamil sebelum menikah itu di postingan selanjutnya.

Baca Juga:

I Gusti Agung Made Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

67 thoughts on “Hamil Sebelum Menikah

  1. bisa komen di ini pertama nih, asyik.. lama gak kesini wira pa kabarnya…memang menjadi hak pribadi masing-masing untuk seks pranikah dan hamil duluan, yang disayangkan jika tidak ada komitmen untuk mempertanggung jawabkan itu yang repot apalagi jika sampai janin lahir yang jadi korban ya keturunan kita. untungnya saya termasuk konservatif dalam hal ini jadi urusan pacaran sampai nikah bisa dilalui dengan selamat
    .-= Mamah Aline´s last blog ..Mendadak Pangandaran =-.

  2. Sahabatku,
    Saya berkunjung untuk silaturahmi sambil membawa doa semoga sahabat dalam keadaan sehat-walafiat, lancar dalam menjalankan tugas /kewajiban, sejahtera dan bahagia lahir batin.
    Demikian pula blognya semakin maju dan berisi artikel yang semakin menarik dan bermanfaat. Amin
    Salam hangat dari Surabaya

  3. Seiring perkembangan jaman, pakem ttg mana yang layak dan mana yang tak layak sayangnya juga ikut berkembang :)

    Kurasa tak tepat untuk menghakimi mereka yang hamil duluan sebelum menikah (langkahmu sudah benar, Bli) tapi lebih tepat lagi adalah, hamil kan hanya efek, proses pembuat hamil itu yang perlu diselidiki hahaha :))
    .-= DV´s last blog ..Little Nyonya =-.

  4. Membaca tulisan ini saya jadi berpikir, sebenarnya bisa ndak ya pasangan yang menikah dengan hamil lebih dulu dilaporkan karena melakukan perzinahan? Sebab, kehamilan itu menjadi bukti bahwa terjadi hubungan suami-istri di luar ikatan perkawinan yang sah menurut hukum. *Sok banget saya.. :)

    Tapi secara pribadi, saya juga mengambil sikap seperti anda. Ndak akan memvonis mereka benar atau salah. Mereka pasti sudah tau baik buruknya perbuatan mereka.
    .-= Agung Pushandaka´s last blog ..Negeri Perusuh =-.

  5. selamat siang mas
    klo saya baca tentang hamil sebelum nikah, saya koq malah merasa aneh gitu. apalagi jika dihubungkan dengan agama.
    dalam islam, anak hasil zina tidak dinasabkan ke ayahnya. namun dinasabkan ke ibunya.
    nah, si ayah biologis ini dianggap sebagai laki2 aasing. jadi ia sama sekali tidak punya hak atas anaknya. baik masalah warisan, nikah, dsb yg berhubungan dengan nasab.
    parahnya, banyak orang islam yg tidak tahu hal ini. miris sekaligus menyedihkan. :(

    btw, kenapa ga mau pke plugin mas?
    .-= bayu´s last blog ..Dan Resah =-.

  6. mungkin kalo saya tidak pernah mendengarkan keluhan dari beberapa teman say tentang hal ini (hamil sebelum nikah) dan saya tidak bisa mengambil sisi positif dan negtifnya.emmmh mungkin saya sudah menjalin status hub hamil sebelum nikah :D hanya saja selalu berfikir (antara cinta dan nafsu setan) dan sedikit pesan : lebih enak dan surprice bela duren saat sudah resmi nikah :D :D :D selain itu yang teramat penting adalah nama baik.
    :D saya tunggu post selanjutnya mas :D

    salam peace dari cah lapindo
    .-= andipeace´s last blog ..Bergaya Dengan Kacamata =-.

  7. makanya pake kondom…murah tuh di apotik, mau yg biasa ato ada rasa stroberi, pisang dll…asal ga dimakan aja..

    hehehehe

    hamil sebelum nikah memang ribet urusannya kalo kedua pihak belum siap, keluarga besar tidak terima, pihak perempuan menuntut tanggungjawab disertai denda yg besar (denda adat biasanya)..

    lain urusan kalo hamil diluar nikah buat nge-test, kira2 gwe bisa bikin anak ga ya?..hehehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *