Melasti di Pantai Petitenget

Melasti atau ada juga yang menyebut Melis atau Mekiis merupakan rangkaian awal hari raya Nyepi. Dalam upacara ini seluruh pratima/pralingga dari pura masing-masing dibawa dengan menggunakan sebuah tempat khusus yang disebut “juli” atau “jempana” menuju pantai, sungai, danau atau sumber air lainnya yang dianggap suci. Seperti yang sempat saya jelaskan sebelumnya, jadi saya tidak akan jelaskan secara detail lagi.

(more…)

Ogoh-Ogoh dan Nyepi

Hari Raya Nyepi untuk memperingati Tahun Baru Caka 1933 jatuh pada tanggal 5 Maret 2011, artinya saat ini sudah kurang dari 2 minggu lagi. Salah satu ciri unik perayaan hari raya Nyepi adalah adanya ogoh-ogoh. Entah sejak kapan tradisi mengarak ogoh-ogoh ini ada di Bali, tetapi yang jelas Nyepi rasanya kurang lengkap tanpa ogoh-ogoh.

(more…)

Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)

Di Bali ada upacara untuk seorang bayi yang telah berumur 42 hari atau biasa di sebut “a bulan pitung dina” yang artinya satu bulan 7 hari. Satu bulan Bali sama dengan 35 hari (5 minggu), jadi 1 bulan 7 hari sama dengan 42 hari. Karena upacara ini dilakukan pada seorang manusia (bayi) maka di dalam Panca Yadnya upacara 42 hari ini termasuk dalam kelompok Manusa Yadnya.

(more…)

Ngerorasin : Upacara Bayi 12 Hari

Di Bali yang sebagian besar penduduknya beragama Hindu tak bisa lepas dari upacara agama. Dalam agama Hindu ada 5 macam upacara yang disebut dengan Panca Yadnya, salah satunya adalah Manusa Yadnya yaitu upacara yang dilakukan untuk/pada manusia.

Upacara Manusa Yadnya sudah dilakukan ketika seorang manusia masih berada di dalam kandungan. Di Bali upacara ini dikenal dengan Megedong-Gedongan, yang makna intinya tentu saja memohon keselamatan untuk janin yang ada di dalam kandungan ibunya.

(more…)