Pertama Kali Nindi dan Bramasta ke Surabaya

Bulan Maret lalu yaitu tepatnya tanggal 23 – 26 Maret 2017 untuk pertama kalinya Nindi (umur 7 tahun) dan Bramasta (umur 9 bulan) ke Surabaya. Ini merupakan perjalanan pertama kalinya Nindi dan Bramasta ke luar pulau Bali sekaligus pertama kalinya mereka naik pesawat. Kedatangan kami ke Surabaya ini dalam rangka wisuda S2 adik ipar saya, Ajung. Kami berangkat berenam yaitu saya, istri saya, Nindi, Bramasta, adik ipar dan ibu mertua. (more…)

Selamat Datang, Bramasta!

Rasanya tak ada yang lebih indah dari anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kami saat ini. Adiknya Nindi, Bramasta, sudah lahir dengan selamat pada tanggal 29 Juni 2016. Kami begitu bahagia, sama bahagianya dengan ketika kakaknya, Nindi, dulu lahir. Rasa deg-degan dan tegangnya pun sama, walau ini anak kedua.

Hari kelahiran Bramasta sudah kami tunggu-tunggu sejak sekitar 2 minggu sebelumnya, maklum dulu ketika Nindi lahir itu maju sekitar 2 minggu dari perkiraan dokter. Kebetulan ini Bramasta juga ditangani oleh dokter yang sama, jadi dugaan kami hari kelahirannya pun akan maju, jadi sejak 2 minggu sebelumnya kami sudah mulai bersiap-siap. Tapi ternyata hari yang kami tunggu terasa agak lama, istri saya bahkan beberapa kali mengalami semacam kontraksi palsu.

(more…)

Menunggu Adiknya Nindi

Hari kelahiran adiknya Nindi semakin dekat. Sementara kami sebut dengan adik saja atau dikgus, kami belum punya panggilan khusus. Dikgus adalah karena prediksi dokter berdasarkan hasil USG jenis kelaminnya laki-laki, semoga saja benar. Ya walaupun sebenarnya kami tidak ngotot ingin laki-laki karena kehadirannya saja merupakan anugerah bagi kami.
(more…)

Jalan Panjang Untuk Adiknya Nindi (2)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya : Jalan Panjang Untuk Adiknya Nindi (1)

Singkat cerita lagi, akhir tahun 2014 proses vaksin selesai. Tapi istri saya mulai lelah berurusan dengan dokter, kami mulai kehilangan keyakinan. Jadi sementara beberapa bulan kami rileks saja dulu, mencoba enjoy tanpa memikirkan program. Kami pikir mungkin selama ini kami beban dengan jadwal berhubungan sehingga malah membuat kami tertekan. Tapi setelah beberapa bulan mencoba sendiri juga tidak ada hasil. Saya dan istri kemudian berpikir, setelah menimbang-nimbang, kami memutuskan untuk tetap mengutamakan medis, sambil tetap berdoa kepada Tuhan memohon agar diberikan jalan yang terbaik.

(more…)