Arti Mimpi Gigi Lepas / Copot

Apakah anda pernah mengalami mimpi gigi lepas atau copot ? Apakah arti mimpi gigi lepas tersebut?

Di Bali khususnya di lingkungan saya tinggal masih cukup percaya dengan mimpi sebagai sebuah petunjuk, firasat atau tanda tentang sesuatu yang akan terjadi kemudian hari. Ada banyak mimpi-mimpi yang biasanya dipercaya sebagai sebuah tanda, salah satunya adalah mimpi gigi copot atau lepas.

Mimpi gigi copot atau lepas biasanya dipercaya bahwa ada salah seorang yang cukup dekat akan meninggal dunia. Entah benar atau tidak, namanya juga kepercayaan. Namun karena sudah sangat banyak orang yang mengetahui kepercayaan ini, mungkin memang ada sesuatu dengan mimpi gigi lepas itu.

Saya sendiri seingat saya belum pernah mengalami mimpi seperti itu. Namun walaupun begitu bukan berarti saya tidak percaya dengan arti sebuah mimpi. Karena saya pernah mengalami mimpi yang menurut saya sangat memiliki arti walaupun saya baru menyadarinya ketika kejadian sebenarnya sudah terjadi.

Singkatnya, saya mimpi kalung emas saya putus. Dalam mimpi malam itu, saya tidak mengalami mimpi lain, saya hanya melihat kalung saya putus, itu saja. Keesokan harinya saya sempat memceritakan mimpi itu kepada orangtua saya, namun kami tidak tahu apa artinya, hanya kami tetap berdoa saja. Beberapa hari kemudian, saya mengalami kecelakaan dan paha kanan saya patah. Percaya tidak percaya, sepertinya saya sudah mendapatkan petunjuk. Mungkin lain kali saya perlu membuat tulisan yang lebih detail walau kejadian itu sudah terjadi sekitar 22 tahun yang lalu.

Demikian dulu, jadi saya cukup percaya dengan sebuah mimpi. Walaupun tidak ada yang bisa kita lakukan namun tidak ada salahnya kita tetap waspada.

Ulang Tahun Pertama Bramasta

Saya baru sadar ternyata saya belum menuliskan cerita ulang tahun anak kedua kami, Bramasta. Baiklah kali ini akan saya tuliskan walau mungkin hanya sederhana.

Tidak terasa Bramasta sudah berumur 1 tahun pada tanggal 29 Juni 2017 yang lalu. Rasanya waktu berjalan dengan begitu cepat. Sedikit terasa berbeda dengan ketika kakaknya Bramasta, Nindi, dulu berumur 1 tahun. Mungkin ini karena dulu Nindi masih sendiri sehingga saya dan istri benar-benar berdua fokus kepada Nindi saja. Kalau sekarang kami berdua harus berbagi, jadi mungkin tidak bisa sepenuhnya waktu kami untuk Bramasta. Tapi bukan berarti rasa sayang dan perhatian harus berkurang, tentu keduanya sama-sama sangat kami sayangi dengan segenap jiwa dan raga. Semua orangtua pasti begitu menyayangi anak-anaknya.

Sekarang bicara tentang perkembangan dan pertumbuhan Bramasta, di umur 1 tahun dia sudah bisa berdiri dan berjalan beberapa langkah tapi belum lancar. Baru setelah beberapa minggu kemudian dia mulai lancar berjalan sendiri. Bramasta juga hampir selalu ceria, sehari-hari Bramasta di rumah bersama Gungkak dan Nini, bahkan Bramasta terlihat jauh lebih lengket bersama Gungkaknya.

Sejak lahir sampai sekarang, syukurlah Bramasta selalu sehat. Hanya beberapa kali dia panas dan demam namun hanya beberapa hari. Pernah sekali Bramasta sampai saya ajak cek darah di RS Puri Bunda, saya lupa dia umur berapa saat itu. Tapi untung juga semua normal dan dia hanya demam biasa.

Saat ini umurnya sudah 1 tahun 3 bulan. Untuk berjalan di sudah sangat lancar, hanya saja untuk bicara belum lancar. Sebenarnya dia termasuk cerewet dan ekspresif, tapi apa yang dikatakan belum jelas. Hanya dua kata yang terbaca yaitu ketika dia bilang “buuu” untuk memanggil ibunya dan “mooo” untuk memanggil “mbok gek” (kakaknya, Nindi).

Begitulah, sekali lagi kami sangat bersyukur atas apa yang telah diberikan Tuhan kepada keluarga kami. Rasanya tidak habis diungkapkan dengan kata-kata. Semoga Bramasta dan kami semua selalu sehat, panjang umur dan bahagia.

Sebuah Langkah Baru

Tahun 2017 ini saya memutuskan untuk melanjutkan kuliah ke jenjang S2 setelah dulu sempat gagal di tahap seleksi. Jujur saja kegagalan itu sempat membuat saya trauma, saya merasa sangat bodoh dan tidak mampu. Maklum sejak SD sampai lulus S1 saya merasa tidak pernah gagal dalam urusan sekolah. Kalaupun ada yang saya anggap sebuah kegagalan, mungkin satu-satunya adalah ketika saya gagal lulus UMPTN di pilihan 1 Teknik Informatika ITS. Bahkan mungkin sedikit sombong, saya merasa sekolah/kuliah itu tidaklah sulit. Mungkin karena belum pernah merasakan kegagalan dan menyepelekan tahap seleksi itulah saya menjadi gagal. Sebelumnya saya cukup yakin bakal diterima, tapi ternyata saya gagal. Yang lebih memalukan lagi adalah mantan mahasiswa saya dulu malah lulus. Ah, betapa bodohnya saya.

Tahun ini saya mencoba kembali, dengan sisa-sisa rasa percaya diri yang hampir musnah. Kali ini saya mencoba mendaftar di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Kampusnya di Singaraja, 3 jam perjalanan darat dari rumah. Tapi beberapa tahun terakhir Undiksha sudah punya kampus di Denpasar, jadi saya bisa memilih kelas di Denpasar. Untuk pilihan program studi, saya inginnya yang linier, di Undiksha ada program studi Ilmu Komputer. Tetapi tahun lalu ketika saya mencari-cari informasi, prodi tersebut belum akreditasi, jadi sempat saya rencana mau mencoba ke prodi lain. Tapi kebetulan sekali awal tahun ini prodi Ilmu Komputer Undiksha sudah terakreditasi B sehingga pilihan saya semakin mantap, karena akreditas B adalah syarat minimal untuk saya sehingga nanti pendidikan saya bisa diakui.

Di tahap pendaftaran saya menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, saya mengikuti semua perkembangan informasi, saya tidak ingin lengah bahkan dalam hal yang sepele. Proses ujian seleksi yang dilaksanakan di kampus Undiksha Singaraja bisa saya ikuti dengan baik. Dan syukurlah saat pengumuman saya termasuk salah satu peserta yang dinyatakan lulus. Selanjutnya tinggal membayar biaya kuliah saya sekitar 7 jutaan di semester 1.

Awal September lalu kalau tidak salah diadakan Kuliah Perdana di kampus Undiksha Singaraja, saya juga telah ikuti dengan baik. Dalam pertemuan itu dijelaskan secara umum tentang segala sesuatu yang terkait perkuliahan di jenjang S2. Pada intinya, satu hal yang saya simpulkan yaitu saya harus mempersiapkan diri terkait tesis sedini mungkin. Semoga saya mampu. Perkuliahan selanjutnya dilaksanakan di kampus Undiksha di Denpasar. Saat ini sudah berjalan sekitar 4 minggu.

Jujur saja, sampai di tahap ini, saya belum tahu akan seperti apa ke depan. Saya tidak terlalu berani berharap, saya yakin akan ada banyak sekali tantangan dan beban yang akan saya tanggung. Saya hanya akan terus mencoba dan berusaha, semoga saja saya bisa melewati semua tahap, langkah demi langkah.

Bimtek Prakom dan Statistisi di Bogor

Perjalanan dinas (perjadin) saya kali ini adalah mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di Lingkungan Kementerian Pariwisata yang dilaksanakan di Hotel Citra Cikopo, Bogor, pada tanggal 10 – 12 Agustus 2017. Ini pertama kalinya saya menjalani perjalan dinas sendirian dari berangkat sampai pulang. Dulu waktu ke Jakarta saya pernah sendirian waktu pulangnya saja. Dan ini juga pertama kalinya saya ke Bogor.

(more…)