Maafkan Saya Nek, Hanya Itu Yang Bisa Saya Lakukan

Pagi ini saya berangkat ke kampus lebih pagi, karena ini hari Jumat dan jadwalnya untuk berolahraga badminton di kampus. Tepat pukul 7 saya ditemani Cecep menelusuri jalanan dari Kerobokan melewati Sunset Road menuju Nusa Dua, tempat saya bekerja.

Saya sempat berhenti untuk sarapan nasi kuning di pinggir by Pass Ngurah Rai, beberapa puluh meter dari bundaran Simpang Siur Kuta. Jalanan yang sudah mulai padat tidak saya perdulikan, dengan beberapa orang yang juga menikmati sarapan nasi bungkus di pinggir jalan, murah meriah.

Read More

Selamat Jalan Bejo

Setelah Cecep datang untuk menemani saya, otomatis Bejo tersingkir. Saya sebenarnya sedih dan merasa berat untuk melepas Bejo. Sama beratnya ketika dulu saya terpaksa menjual Kereta Senja (sebutan teman-teman SMA untuk Honda Prima tahun 1989 milik saya) saya di tahun 2005 karena perlu uang muka untuk mendatangkan Bejo dari dealer Yamaha. Kereta Senja itu sudah saya gunakan sejak kelas 3 SMP hingga saya lulus kuliah tahun 2005 di Surabaya. Kereta Senja itu sudah berkali-kali menerjang banjir di seputaran Semolo dari Rungkut menuju kampus ITATS. Read More

Selamat Datang Cecep

Ya, Cecep adalah sebuah motor Yamaha Vixion yang mulai saat ini akan menjadi teman dalam setiap perjalanan saya. Saya memang merasa sangat membutuhkan dia untuk menemani saya mengarungi jalanan khususnya ketika bekerja. Sudah setahun saya bekerja di STP Nusa Dua Bali yang berjarak 27 km dari rumah. Itu artinya saya menempuh 54 km setiap hari.

Sebagian besar jalan yang saya lewati dalam perjalanan pulang pergi dari rumah ke kampus adalah jalan by pass yaitu jalan by pass Sunset Road dari ujung ke ujung dan jalan by pass Ngurah Rai dari simpang siur hingga Nusa Dua. Bejo, motor Yamaha Jupiter Z tahun 2005 yang saya gunakan selama ini rasanya sudah cukup lelah untuk menempuh semua itu. Untuk itulah saya membeli si Cecep.

Read More