Yogyakarta, Sepakbola dan Flu

November 30th, 2010 by I Gusti Agung Made Wirautama Leave a reply »

Tak terasa sudah bulan Desember, dan ternyata saya masih agak kesulitan mengatur waktu untuk ngeblog. Banyak ide yang ada namun agak sulit menuangkan dalam bentuk tulisan. Di berita masih ramai soal kota Yogyakarta, di internet maupun di televisi sedang ramai membicarakan masalah Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Saya sendiri kurang mengerti jadi lebih baik no comment saja.

Berita olahraga masih banyak membicarakan kemenangan telak 5-0 Barcelona atas musuh bebuyutannya, Real Madrid. Memang cukup menghebohkan bagaimana Real Madrid yang merupakan tim bertabur bintang di bawah asuhan The Special One bisa kalah telak seperti itu. Ya itulah sepakbola, hal yang impossible terkadang bisa saja terjadi.

Ah, kok jadi ngelantur soal sepakbola..

Tulisan ini memang tidak saya rencanakan. Saya mencoba menulis apa saja yang sedang terlintas di pikiran saya. Menulis langsung tanpa membaca ulang dan tanpa rencana. Kita lihat seperti apa hasilnya nanti. Mood menulis saya mungkin sedang naik turun, ditambah dengan beberapa kesibukan jadilah tulisan yang tidak jelas seperti ini.

Kondisi kesehatan saya juga sepertinya agak tidak baik. Dari kemarin seperti ada gejala flu, tadi malam ketika tidur hidung saya mulai mampet. Dan tadi pagi saya sudah mulai flu, semoga saja tidak semakin parah. Tenggorokan saya juga sepertinya sedikit radang, kemungkinan gara-gara kemarin saya makan mie instan.

Baiklah, cukup sampai disini dulu daripada tulisan ini semakin ngelantur tidak jelas..

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

13 comments

  1. Cahya says:

    Wah, saya juga nonton pembantaian 5-0 itu, walau dari skor 2-0. Tapi rasanya itu bukan keajaiban, memang permainan Barcelona bagus sekali. Jadi gol-nya juga bukan kebetulan deh rasanya.

    • imadewira says:

      @Cahya,
      saya juga nonton ketika skor sudah 4-0, secara kasat mata memang terlihat sekali Barca penguasaan bola jauh lebih banyak, mereka jarang kehilangan bola. Kalau Madrid, sering salah umpan dan kehilangan bola.

  2. indobrad says:

    hahaha, anda sudah mempraktikkan saran yang dulu pernah saya tulis di blog saya. tapi mungkin anda gak menuliskan ini berdasarkan saran saya tersebut ya. saran itu adalah: tuliskan apa saja yang ada di kepalamu, bahkan ketika sedang tidak ada ide utk menulis, kondisi itu pun dapat dijadikan topik. hehehe.

    kunjungan balik nih. eh blogger Bali berarti seperjuangan sama Pushandaka dong ya :D
    indobrad´s last blog post ..Ceritalah Indonesia- Penuturan Anak Tetangga

    • imadewira says:

      @indobrad,
      benar, bahkan menurut saya kehabisan ide pun bisa dijadikan ide.

      Pushandaka? ya saya tau blognya dan cukup rajin berkunjung kesana, tapi belum pernah ketemu langsung.

  3. DV says:

    Ah, saya pernah nulis seperti ini, mengalir.. hasilnya bagus kok, Bli!
    Soal Jogja, hmmm… nggak bisa omong banyak lagi hehehe :)
    DV´s last blog post ..Instagram dan BlogxygenNet

  4. Sudah baikan belum mas? Jangan kerja dulu kalo masih sakit ! Ntar tulisannya ngelantur lagi hehehe.
    lowongan kerja´s last blog post ..Creative Copywriters Vacancy 2011

  5. Saya juga sempat flu minggu ini. Kecapekan karena harus menempuh banyak tahapan ujian cpns di Jakarta. Makanya blog saya sempat terkatung-katung cukup lama. Tapi sekarang sudah mendingan.

    Mengenai Jogja, sebenarnya masalahnya simple saja. Kedua pemimpin, SBY dan Sri Sultan, memang sempat berkomentar secara ndak konsisten. Sejak awalnya, DIY memang dipimpin oleh Sultan secara otomatis sebagai Gubernur. Tapi pada tahun 2007, Sri Sultan sempat berkomentar, ndak mau lagi jadi Gubernur. Mungkin waktu itu karena beliau digadang-gadang jadi capres untuk pemilu 2009.

    Nah, komentar itu disambut antusias oleh SBY sebagai pimpinan Demokrat. Sebab, kalau Sri Sultan selalu otomatis menjadi Gubernur, maka kader Demokrat ndak punya kesempatan jadi Gubernur donk? Sementara Sri Sultan adalah kader senior Golkar. Jadi mungkin, SBY menilai DIY sudah ndak demokratis dan cenderung monarkis. Sebenarnya, pidato SBY kemarin tentang monarki vs demokrasi ndak salah, tapi momennya ndak pas.

Leave a Reply

CommentLuv badge