Workshop dan Asistensi Pelaporan PDDIKTI 2017 di Bogor

Baru beberapa waktu yang lalu saya melakukan perjalanan dinas ke Bogor dalam rangka Bimtek Pranata Komputer, eh sekarang ke Bogor lagi. Kali ini dalam acara Workshop dan Asistensi Pelaporan PDDIKTI, acara ini hampir tiap tahun diselenggarakan oleh Kemenristekdikti. Kebetulan di STP Nusa Dua Bali saya sebagai ketua Tim Pengelola PDDIKTI, jadi saya ditunjuk berangkat menemani Bapak Tonsen (atasan saya).

Tugas ini sedikit mendadak, surat undangan di-share di grup WA pada hari Rabu tepat di hari raya Galungan dimana kami masih libur sampai hari Kamis. Sedangkan hari Jumat dan Sabtu hampir seluruh dosen dan pegawai mengikuti Diklat Revolusi Mental di Kuta, jadi bisa dipastikan kami tidak sempat ke kampus karena acara Workshop dilaksanakan mulai hari Minggu tanggal 5-7 Nopember 2017. Jadi surat undangan saya sampaikan ke Bapak Muliana selaku Kabag Adak untuk diteruskan ke Bapak Ketua STP Nusa Dua Bali. Keesokan harinya dipastikan kami ditugaskan menghadiri acara tersebut.

Awalnya saya sempat bimbang apakah bisa berangkat atau tidak karena hari Minggu saya adalah kuliah. Atasan saya memberi saran untuk mencari informasi ke panitia apakah kami boleh agak terlambat, jadi berangkatnya Minggu sore sehingga saya tetap bisa kuliah dulu. Kemudian saya mendapat informasi bahwa kami boleh agak terlambat. Jadi saya confirm akan berangkat. Saya kemudian memesan tiket dan juga hotel, kami pilih di hotel yang sama dengan lokasi acara sehingga lebih mudah.

Hari Jumat di “Paing Galungan” saya tetap hadir di acara Diklat Revolusi Mental dari pagi, siangnya saya permisi karena ada Odalan di Pemerajan sampai malam. Sabtu pagi lanjut Diklat Revolusi Mental lagi sampai sore. Semua sudah siap, saya berencana kuliah dulu paginya kemudian pukul 12 berangkat ke bandara. Tapi ada sedikit kendala lain, saya mendapat giliran “mekemit” di Pemerajan di hari Sabtu. Tugas “mekemit” ini juga cukup penting, jadi saya tetap hadir dan rencana tidur di Pemerajan tapi ternyata jadinya begadang sampai pukul 3 pagi. Pulang dari mekemit saya tidur di rumah dan memutuskan tidak jadi kuliah walau sebenarnya ada waktu tapi saya takut fisik malah kedodoran.

Pukul 12.00 saya diantar oleh istri dan anak-anak ke bandara, seperti biasa saya sudah check in sehari sebelumnya di mobile apps Garuda Indonesia. Kami berangkat sesuai jadwal dan tiba di Jakarta sekitar pukul 16.00 lalu lanjut ke Bogor naik Damri. Tiba di Bogor sudah mulai gelap dan agak macet. Kami bahkan harus memutar dulu naik Damri di Kebun Raya Bogor dan lewat di depan Hotel Salak The Heritage dimana acara dilaksanakan, kami tidak bisa turun di depan hotel karena bus Damri tidak boleh berhenti sebelum tiba di terminal. Dari terminal Damri di Bogor kami memesan taksi online walau jaraknya hanya sekitar 3 km. Sekitar pukul 18.30 kami tiba di hotel dan acara hari itu sudah selesai. Ya sudahlah, kami cuma bisa registrasi dan langsung makan malam yang sudah disediakan panitia setelah sebelumnya check in.

Kami istirahat di kamar, hotel Salak The Heritage ini sepertinya hotel yang cukup tua, konon sudah ada sebelum jaman kemerdekaan. Tapi walaupun begitu, dari fisik bangunan, interior dan lain-lain rasanya masih sangat bagus, mungkin hanya struktur bangunannya saja yang tua, tapi tembok, lantai dan furniture sepertinya masih relatif baru. Malam itu saya bisa tidur dengan sangat nyenyak, pukul 21.00 saya sudah ngantuk berat dan tertidur. Padahal biasanya hari pertama di hotel sering begadang, mungkin karena kemarinnya begadang “mekemit”. Di pesawat saya juga beberapa kali tertidur.

Keesokan harinya setelah sarapan kami mengikuti acara Workshop dari pagi sampai sore. Sore itu acara juga langsung selesai dan ditutup. Kami masih disediakan makan malam, jadi lumayanlah mulai dari tiba di hotel sampai check out kami tidak harus beli makan di luar. Malam hari kedua saya tidak bisa langsung tidur padahal seharusnya mengantuk, entahlah. Lewat tengah malam saya baru bisa tidur, dan keesokan harinya pukul 04.30 sudah bangun. Saya langsung saja mandi karena kami rencana pukul 7.30 akan check out.

Pukul 7.30 kami check out dan diantar ke Terminal Bus Damri oleh transport hotel. Tepat pukul 8.00 kami sudah berangkat Damri ke bandara. Perjalanan cukup lancar, hanya macet sedikit di tol. Kami tiba di bandara sesuai perkiraan yaitu pukul 10.00 dan langsung print boarding pass di mesin check in otomatis. Tidak lama menunggu kami terbang ke Bali dan tiba dengan selamat.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *