Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)

Di Bali ada upacara untuk seorang bayi yang telah berumur 42 hari atau biasa di sebut “a bulan pitung dina” yang artinya satu bulan 7 hari. Satu bulan Bali sama dengan 35 hari (5 minggu), jadi 1 bulan 7 hari sama dengan 42 hari. Karena upacara ini dilakukan pada seorang manusia (bayi) maka di dalam Panca Yadnya upacara 42 hari ini termasuk dalam kelompok Manusa Yadnya.

Upacara bayi 42 hari ini umumnya dilakukan oleh umat Hindu khususnya yang ada di Bali, dalam adat Jawa mungkin juga ada upacara serupa. Pada umumnya upacara 42 hari ini dilakukan sendiri-sendiri bagi setiap bayi dan dilakukan di rumah masing-masing. Upacara untuk bayi yang berumur 42 hari ini lebih dikenal dengan nama upacara Upacara Tutug Kambuhan.

Pelaksanaan upacara 42 hari (Tutug Kambuhan) di Bali kadang berbeda-beda namun maknanya tetap sama. Tujuan dan makna upacara Tutug Kambuhan adalah sebagai ucapan terima kasih kepada “Nyama Bajang” yang merupakan manifestasi kekuatan Ida Sang Hyang Widhi / Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu tujuan upacara ini adalah melakukan pembersihan kepada sang Ibu dan bayinya.

Untuk lebih lengkap tentang upacara Tutug Kambuhan atau upacara 42 hari silahkan simak pada link di bawah ini :

Upacara Tutug Kambuhan

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

7 thoughts on “Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)

  1. Kalau di jawa namanya “selapan dino” di itungnya 35 hari, atau 7x hari weton, legi, kliwon, pahing, pon, wage.XD mungkin mirip2 ya?

    1. @Adi,
      memang mirip, karena setahu saya tradisi di jawa itu berasal dari jaman Hindu dan masih dilaksanakan sebagai upacara adat secara turun temurun. CMIIW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *