Tulisan ini melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang Hamil Sebelum Menikah yang kini sudah lumrah terjadi di masyarakat, khususnya yang saya lihat di sekitar saya. Sekali lagi saya tekankan disini bahwa saya sama sekali tidak menyalahkan atau membenarkan hamil sebelum menikah. Dan saya akan mencoba memberi gambaran tentang apa “untung” dan “rugi” nya jika hamil sebelum nikah dan juga kebalikannya. Dan tulisan ini di luar kaitannya dengan agama, norma dan kepercayaan.
Keuntungan hamil sebelum menikah adalah tidak ada lagi beban pikiran karena belum hamil, jadi setelah menikah tinggal merawat kehamilan sambil menunggu lahirnya bayi yang diidamkan oleh setiap pasangan suami istri, tetapi ini untuk mereka yang memang sudah siap untuk menikah.
Karena tidak sedikit kasus dimana suami istri terbebani karena belum berhasil hamil, dan menurut keterangan seorang teman yang juga dokter, stres ini malah dapat memicu sulitnya hamil. Belum lagi “tekanan” dari pihak keluarga dan teman yang semakin membuat pasangan ini tambah stres. Masih ingat kasus penculikan bayi yang bernama Putra Merdeka beberapa waktu yang lalu kan? Bidan itu sampai nekat menculik bayi karena diancam akan diceraikan oleh suaminya karena tidak kunjung hamil.
Sedangkan kerugian hamil sebelum menikah menurut saya lebih banyak. Untuk mereka yang belum siap menikah, tentu saja akan menikah dengan terpaksa. Kalau digugurkan, tentu melanggar hukum. Kalau pun bisa lolos dari jeratan hukum, tindakan menggugurkan alias aborsi malah bisa berakibat fatal. Selain mengancam nyawa, ada juga yang saya lihat malah kini sulit hamil yang mungkin karena pernah melakukan aborsi.
Untuk yang menikah dengan terpaksa atau pun tidak terpaksa, menikah dalam keadaan hamil tentu kurang nyaman bagi pihak perempuan. Karena upacara pernikahan juga membutuhkan tenaga fisik ekstra dan menurut saya itu juga berbahaya bagi janin. Belum lagi kalau pas si perempuan dalam keadaan ngidam, tentu upacara pernikahan yang seharusnya dinikmati menjadi kurang nyaman.
Satu lagi kerugian hamil sebelum menikah adalah masalah hari baik ketika menikah. Khususnya untuk masyarakat di Bali yang percaya dengan hari baik (dewasa ayu), maka jangan heran ketika di Bali banyak yang menikah pada hari yang bersamaan. Maka walaupun belum ada hari baik tetapi pernikahan harus tetap dilangsungkan sebelum perut semakin membuncit.
Sedangkan menikah dalam keadaan belum hamil adalah sebaliknya, yaitu upacara pernikahan bisa berjalan dengan lebih nyaman khususnya untuk mempelai perempuan. Dan juga kita bisa dengan lebih leluasa memilih hari baik untuk upacara pernikahan. Apalagi untuk mereka yang ingin membuat foto pernikahan, bentuk tubuh mempelai perempuan tentu masih terlihat bagus karena belum hamil, serta dengan leluasa memilih pakaian untuk upacara pernikahan.
Jadi, pada intinya saya secara pribadi tetap menyarankan untuk jangan hamil sebelum menikah. Tetapi kalau pun anda melakukan perbuatan yang memungkinkan terjadinya kehamilan, pastikan anda dan pasangan sudah siap untuk menikah. Karena pilihan untuk aborsi menurut saya sangat berbahaya, jadi menikah adalah resiko jika sampai hamil sebelum menikah.
pertama ya Wir ?
@PanDe Baik,
yup, silahkan ambil hadiahnya bli :D
Saya pribadi menganggap bahwa satu pernikahan adalah sikap pendewasaan diri kedua pihak. Entah apakah sudah ada studi atau tidak, kebanyakan orang yang menikah lantaran hamil duluan saya lihat lebih banyak ‘dipaksa untuk bersikap dewasa sehingga banyak juga yang akhirnya berusaha melarikan diri dari kenyataan itu atau malah tidak mau menerima dan tetap bersikap seperti ‘nak teruna.
Hehehe…
@PanDe Baik, berani berbuat, harus siap menanggung resiko bli pande….
kalo yang melaib dari kenyataan, tandanya dia belum dewasa. Bener kata bli, ybs enu teruna^_^
@Alfred,
teruna kenehne (perasaannya) aja
@PanDe Baik,
itu yang hamil sebelum nikah karena tidak di sengaja bli, tapi untuk pasangan yang sengaja hamil sebelum nikah (karena memang sudah siap nikah, dan kini semakin banyak) ya mungkin sudah siap untuk menjadi lebih dewasa.
koreksi pak doz..”Satu lagi kerugian menikah sebelum hamil adalah masalah hari baik ketika menikah.” hamil sebelum menikah maksudnya ga om??
skalian nanya deh om, kalo misalkan menikah sebelum hamil, trs seandainnya pas hari H nya si mempelai ce dapet tamu bulanan gimana om?
@Tanggu,
Wah, makasi bro, rupanya anda membaca dengan teliti. Sudah saya ralat.
Kami juga mengalami itu pak, dan kakak ipar istri saya juga begitu. Masalah yang itu bisa diantisipasi dengan obat pak, aman kok, makanya istri saya pas hari H, besoknya langsung datang bulan, alhasil agenda lanjutan malam pertama jadi ditunda, hehehe
@imadewira, malam pertama setelah sah & halal maksudnya om?? wkakakakaka
@Tanggu,
hahaha, itu sih istilahnya lengkong
Untungnya bisa menulis pengalamannya di blog, weleh-weleh, cah gendeng :D
@Cahya,
hehe, dan dijadikan ide buat posting :D
betul tuh kata bli Wira, hamil sebelum menikah memang banyak banget kerugiannya…salah satunya ya diomongin di masyarakat, HOT GOSIP gtu…kayak saudara saya, menjadi HOT GOSIP selama seminggu, gara-gara hamil duluan…
@eka dirgantara,
kayaknya lama-lama orang akan bosan bergosip Ka, karena semakin lama, hamil sebelum nikah semakin lumrah
ehmm…
lebih baek setelah menikah :)
@dedi,
betul
Lebih baik memang setelah menikah. Kecuali memang si wanita ingin menjadi seorang single parent dan ingin punya anak tanpa suami, ya itu adalah keputusan dia dan tetap harus dihargai.
@zee,
ada lho yang begitu, tapi bule, saya tahu pas ketemu waktu periksa di dokter kandungan
Kalo membaca tentang kasus aborsi yang sangat besar setiap tahunnya memang ngeri ya.
Kampanye save sex di Indonesia tidak begitu gencar karena tidak sesuai dengan norma. Padahal menurut saya hal itu penting untuk menekan aborsi. Jika belum ingin hamil, ya save sex dong.
Hamil sebelum menikah [khususnya pada remaja] karena minimnya pengetahuan mereka akan pendidikan sex sejak dini. Masyarakat kita didkit-dikit tabu sih. Padahal suka juga ngelakuinnya, hahaha…
@isnuansa,
ya begitulah masyarakat kita..
kasus artis gary iskak itu yg secara sepihak ceraikan istrinya dalam kondisi hamil, sangat gak manusiawi aja bagiku.
tapi kalo soal untung rugi hamil sebelum menikah, ada selentingan issue tentang DP dulu baru nikah, jadi wanita di sini menjadi objek apa nanti dia bisa hamil atau gak.
@H,
itu dia masalahnya, kalau si wanita belum kunjung hamil, pernikahan pun jadi ditunda terus, kasian pihak wanita
Sebaiknya menikah dulu baru hamil.
Ntar kalau hamil duluan gimana tuh malam pertamanya??
@Zaiful Anwar,
berarti malam pertamanya udah mendahului :D lagian kayaknya jarang bener2 ada malam pertama kok, karena upacara pernikahan (apalagi di Bali) benar2 menguras tenaga.
Selalu ada konsekuensi dari setiap tindakan ya. Klo sekarang hamil dulu baru nikah masih jadi “hot gosip” seperti kata bli Eka, lama-lama sepertinya akan dianggap biasa. Hmm… kemana dunia akan berubah?
@Deddy,
jaman akan berubah dengan sendirinya dok :-)
Bener sih tapi, kata si om H — minta DP dulu sebelum menikah ya? daripada cerai karena revealed gak bisa berbuah haha. Tapi kalo hamil diluar nikaah juga gimana gitu… serba susah serba salah ;O
@Bantal,
ya kembali kepada kita masing-masing aja
Memang sebaiknya jangan aborsi, pertanggung jawabkan perbuatan yang telah dilakukan.
Saya hanya setuju aborsi dilakukan, jika ternyata kehamilan tersebut sangat membahayakan keselamatan di ibu.
@Aldy,
betul, setuju
sex before married sebenarnya merugikan pihak wanita. kenapa ? karena pria tidak bisa hamil. kenapa lagi ? vagina lebih mudah aus ketimbang penis, buktinya sering dipake apalagi melahirkan bisa bikin vagina “longgar”, dan itu menurunkan “nilai jual” apabila dia belum married. kenapa lagi ? hak hak kaum wanita rentan dilecehkan. so menurut saya, lebih baik dan lebih bijaksana klo kita menikah dulu baru ngeseks. kita lebih menghargai dan menghormati pasangan kita.
@joko,
betul, idealnya memang begitu
Setuju dengan kalimat2 akhirmu…..
Aku selalu berpikir bahwa hamil nggak hamil, yang paling penting itu bertanggung jawab, Sob!
Selamat berakhir pekan…
.-= DV´s last blog ..Little Nyonya =-.
@DV,
selamat berakhir pekan kawan..
ya memang gak ada enaknya hamil sebelum menikah..
bisa merusak masa depan si perempuan dan anaknya..
kasian orang tua juga kan
.-= elmoudy´s last blog ..Avatar =-.
@elmoudy, ada lagi gak enaknya, malem pertama gak jadi sebuah hal yang pertamax lagi bang. jadi gak surprise gitu.. hehehe….
.-= Henny Faridah´s last blog ..Anak Kita, Meminta atau Memberi =-.
@Henny Faridah,
hahaha, lho, bukannya nyari yang surprise
@elmoudy,
ya begitulah, jadi sebaiknya jangan hamil dulu sebelum nikah
Yang jadi pertanyaan saya kemudian adalah, bagaimana kalau ternyata pihak cewek ketahuan ndak bisa hamil? Keadaan ini mungkin membuat pihak cowok bisa meninggalkan tunangannya bahkan membatalkan perkawinan. Begitu juga sebaliknya, kalau ternyata si cowok ketahuan ndak bisa “menghamili” si cewek bisa berubah pikiran untuk melanjutkan ke pernikahan.
Jadi menurut saya, hal ini bukanlah keuntungan yang adil bli. Ada kesan hamil sebelum menikah adalah sebuah ujicoba, “bisa hamil ndak ya?”
Gpp ya boss, agak berbeda pendapat. :)
.-= Agung Pushandaka´s last blog ..Ada Indonesia di Juventus =-.
@Agung Pushandaka,
alasan “ujicoba” itulah yang sebaiknya dihindari.. ndak berbeda pendapat kok, pendapat saya juga sama seperti itu.
Sebelum memikirkan untung rugi, sebaiknya berpikir untuk tetap mengikuti norma norma agama yang dianut. pasti semua lancar. seandainya belum atao malah gak punya anak mungkin itu yg terbaik yang diberikan Tuhan.
.-= Henny Faridah´s last blog ..Anak Kita, Meminta atau Memberi =-.
@Henny Faridah,
betul, sebaiknya memang demikian, tapi jika memang sudah siap untuk menikah lalu hamil sebelum nikah ya silahkan
Rasanya hamil sebelum nikah kok mirip dengan “sudah di booking” biar dah pasti dapet jatah… sayang yang menjadi objeck jatah justru bakal dirugikan banget
@Arham blogpreneur,
ya memang ada kesan seperti itu
menurut catur asrama, salah satu proses yang harus dilalui manusia adalah grhastha asrama..
disinilah seorang mahluk melalui tahapan berumah tangga yang salah satunya adalah untuk meneruskan keturunan yang nantinya kalau menurut cerita akan mengangkat orang tuanya untuk menebus proses2 yang sudah ada didalam orang tuanya ataupun di masa2 sebelum orang tuanya.
dan tahapan ini tentunya akan membentuk suatu nilai mulia ketika keturunan yang dihasilkan benar-benar didasari perpaduan antara cinta dan kasih yang sudah diikat dalam satu aturan rumah tangga.
kemungkinannya adalah proses dasar dalam hal penerus keturunan tsb dilandasi oleh keingginan memiliki anak yg suputra (su “baik”, putra “anak”) atau dilandasi oleh sebuah rasa yang dihasilkan oleh nafsu.
tentunya hal ini memungkinkan untuk diambil keterkaitannya..
jadi, kalau menurutku, hal tersebut harus dilandasi oleh suatu ikatan suci yang tentunya kesucian tsb akan ternoda dengan adanya anak yg tidak melalui proses ikatan perkawinan terlebih dahulu. :D
.-= Yanuar´s last blog ..Senyum =-.
@Yanuar,
namun pada kenyataan sekarang lebih banyak yg hamil duluan, hehe..
hamil enak setelah nikah, ada yang lebih perhatiin tuh selama kehamilan, mau makan ini makan itu ada yang bantu cari :)
.-= SEO´s last blog ..10 Lagi korban selamat gempa Haiti =-.
@SEO,
tergantung suaminya juga kok
Seharusnya ya harus nikah dulu bli… nggak ada beban dari kedua belah pihak…
.-= ProLanskap´s last blog ..Great Tiles By Petra Antiqua =-.
@ProLanskap,
idealnya sih begitu
karena zaman sudah berubah
jadi menurut aku kunci dari masalah ini adalah : dari kesiapan pasangan itu masing2.
bukan maksud aku mengatakan hamil diluar nikah itu lumrah, tapi jika hal ini sudah menjamur kemana2 dan tak bisa diatasi lagi , ya jalan satu2nya adalah sebuah persiapan mental ..
:)hehehe
.-= Decy´s last blog ..hasil jepretan bhian =-.
@Decy,
ya, kalau memang sudah siap ya monggo
Saya setuju sekali apabila hamil terjadi setelah menikah, karena tidak ada perasaan berdosa dan hati lebih tenang, pokoknya mending di tahan dulu deh bagi yang belum nikah.
kalender kehamilan´s last [type] ..Agenda Ibu Hamil