Ujian Nasional Dihapuskan?

November 26th, 2009 by imadewira Leave a reply »

Bagi anda yang memiliki anak atau saudara yang masih duduk di bangku sekolah khususnya SMA, mungkin saat ini bisa bernafas lebih lega. Karena ujian nasional yang beberapa tahun belakangan ini menjadi momok yang menakutkan kemungkinan besar akan dihapuskan. Ujian nasional bisa jadi dihapuskan karena Mahkamah Agung sudah memenangkan gugatan citizen law suit tentang penyelenggaraan ujian nasional.

Saya secara pribadi juga setuju sekali ujian nasional dihapuskan. Atau kalaupun ujian nasioal tetap dijalankan dan tidak dihapuskan, setidaknya ujian nasional itu tidak dijadikan penentu untuk kelulusan siswa. Mungkin pada dasarnya tujuan ujian nasional memang baik, tetapi tetap saja ada segudang alasan untuk menolak ujian nasional, dan ujian nasional dihapuskan saja.

Berikut ini alasan pribadi saya mengapa saya setuju ujian nasional dihapuskan :

  1. Rasanya tidak adil bagi siswa karena kelulusan mereka hanya ditentukan oleh sebuah tes yang bernama ujian nasional.
  2. Ujian nasional menjadi momok dan menakutkan bagi siswa, belum lagi jika ada siswa sampai bunuh diri hanya karena tidak lulus ujian nasional.
  3. Banyak kasus dimana siswa yang sehari-hari terlihat pintar tetapi malah tidak lulus yang kemungkinan disebabkan kesalahan yang bersifat teknis.
  4. Sarana dan prasarana pendidikan yang belum merata di seluruh daerah di Indonesia, jadi wajar kalau siswa di pelosok lebih (maaf) bodoh dibanding yang di kota.
  5. Ujian nasional hanya menguntungkan pengelola bimbingan belajar untuk ujian nasional dan penerbit buku-buku soal ujian nasional.
  6. Belum tentu siswa yang tidak lulus ujian nasional adalah siswa yang bodoh, bisa jadi di kenyataan mereka bisa sukses.

Sebenarnya masih banyak lagi alasan yang membuat saya berpikir agar tidak ada lagi sistem ujian nasional. Dan kalau pun tetap dilaksanakan, sebaiknya hasil ujian nasional cukup dijadikan data saja untuk melihat mana daerah yang tingkat pendidikannnya bagus dan mana yang masih kurang, jadi pemerintah bisa meningkatkan perhatian di daerah tesebut. Selain itu, pihak sekolah dan para guru adalah yang paling mengetahui bagaimana kondisi para siswanya. Jadi sudah sewajarnya sekolah dan para guru ikut menentukan kelulusan siswa, tentu dengan sistem tertentu.

Anda setuju ujian nasional dihapuskan?

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

35 comments

  1. Cahya says:

    Sudah hapus saja, terlalu banyak permasalahan yang justru muncul dari sistem yang belum baik…

  2. aldy says:

    Kadang saya sendiri tidak habis mengerti, kelulusan siswa hanya ditentukan dalam hitungan hari ujian saja.
    Kalaupun ujian nasional tetap dilaksanakan, seharusnya ada klasifikasi, kemampuan siswa dikota sangat jauh berbeda dengan kemampuan siswa di daerah.

  3. TuSuda says:

    Kesuksesan murid sangat tergantung juga dari keberhasilan para guru mentransfer ilmunya. Dengan penilaian ujian yang obyektif dan menyeluruh, semoga anak didik bisa berhasil dengan baik. Ujian selayaknya tidak membebani tetapi menjembatani hal-hal yang belum sesuai dengan perkembangan siswa.
    Terimakasih telah berkenan berbagi cerita bersama
    .-= TuSuda´s last blog ..4 MACAM GURU YANG PATUT DIGUGU DAN DITIRU =-.

  4. Saia gak rela gak ada UN
    Wong dulu aja lulus SMA mati2an
    Sekarang enak banget dihapus
    ______________________________________________
    Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/

  5. suranegara says:

    setuju ga setuju sih… hmmm…
    .-= suranegara´s last blog ..Cara dan pola berpikir orang “besar” =-.

  6. saya ga setuju UN dihapuskan…mereka harus merasakan apa yang saya dan teman dulu rasakan…saya ampe begadang2 belajar hanya demi satu kata UN biar lulus…

    kalau menurut saya sih…tetap ada Ujian Nasional tetapi hasil dari Ujian nasional itu tidak mutlak menentukan kelulusan siswa tersebut, harus diperhatikan prestasi yang diperoleh siswa dalam tiga tahun menuntut ilmu..kenapa karena banyak siswa yang keseharian sering bolos nyontek dan bahkan tak berprestasi bisa lulus dan orang yg berprestasi kesehariannya tidak lulus….

    jadi UN harus tetap ada

  7. kakve-santi says:

    maaf, saya akan ada d garda depan kalo uan di hapuskan….!
    .-= kakve-santi´s last blog ..PANTAU TRAFIK VIA INDOSTATS =-.

  8. Bandit Batak says:

    Lah, bukannya lagi heboh2nya berita SNMPTN yang dihapus dan dimerger dengan UN ya?jadi bingung nih..ntr masuk PTN tanpa tes dunk…?

  9. Winarto says:

    Penghapusan UN merupakan sebuah batu lompatan untuk pendidikan di Indonesia setelah sekian lama banyak yang “mempertanyakan” kualitas pendidikan di Indonesia.

    Memang berbicara kualitas pendidikan di Indonesia sangatlah kompleks problem yang harus diurai satu persatu, mulai dari sarana prasarana, infrastruktur, proses pembelajaran hingga penentuan kelulusan.

    Jadi, untuk kasus penentuan kelulusan, hendaknya tetap melibatkan pihak sekolah dan daerah dengan tetap memberikan standar kelulusan secara nasional yang tidak kaku seperti sekarang ini, jika nilai tidak melewati standar yang ditetapkan maka tidak lulus.

    Dan jangan lupa, bahwa setelah sekian tahun hanya berorientasi di pusat, namun pasca otonomi daerah, sepantasnya untuk memberikan keleluasaan daerah untuk mengelola sumber daya di kelokalan, termasuk dalam pendidikan dan penentuan kelulusan.

    Okelah kalau masih ada standar nasional kelulusan, akan tetapi janganlah terlalu kaku dan ketat serta ditentukan oleh pusat secara keseluruhan, namun juga perlu memerhatikan kondisi lokal/daerah, yang notabene dan harus disadari Indonesia masih terdiri dari 33 Provinsi yang memiliki perbedaan-perbedaan sarana dan prasarana/fasilitas pendidikan.

    Poin penting lain yang seharusnya menjadi perhatian adalah ubah dulu pola pembelajaran yang ada pendidikan Indonesia. Metode belajar searah yang hanya berorientasi ke pengajar, hanyalah menjadikan siswa tidak berkembang, yang akhirnya menyebabkan mereka menjadi stres, karena harus menghafal sekian banyak buku dan mata pelajaran. Belum ada proses pembelajaran dan transfer pengetahuan.

    Maka dari itulah, kebanyakan/rata-rata siswa ketika menghadapi UN menjadi kelabakan karena harus menguasai sekian tumbuk buku mata pelajaran. Dan celakanya, soal yang dikeluarkan di UN hanyalah sedikit, ditambah sistem penilaian yang “tidak transparan”. Siswa tidak bisa memberikan komplain/pertanyaan-pertanyaan atas penilaian UN yang dilakukan oleh panitia, tahu-tahu hasil itu sudah keluar, dinyatakan lulus/tidak lulus.

    Toh, kelulusan siswa kan tidak hanya dalam bidang penguasaan materi pelajaran, masih ada potensi-potensi lain dari siswa yang bisa dimasukkan dalam point penilaian.

    Kemungkinan, jika pemerintah masih tetap ngotot untuk mengadakan UN, meskipun sudah ada keputusan MA, sepertinya memang ada kepentingan-kepentingan “titipan” berupa proyek-proyek pengadaan untuk UN, atau bisnis-bisnis lain yang laris oleh karena UN, seperti percetakan, bimbingan belajar.

    Sepatutnya, perlu penelaahan yang lebih mendalam untuk mengadakan/tidak mengadakan UN berdasarkan studi kasus dari tahun ke tahun. Dan perlu diperhatikan adalah kualitas pendidikan tidak hanya bisa ditentukan oleh sebuah nilai dari beberapa matapelajaran yang diujikan, masih banyak aspek yang bisa dilihat dan dimasukkan dalam faktor kelulusan siswa.

  10. Saya bukan nya setuju atau ngak setuju,
    tapi pengertian

    saya udah buat tanggapan di blog saya, klo ada waktu luang silakan dibaca :)
    .-= aNGga Labyrinth™´s last blog ..Tentang Dihapuskannya Ujian Nasional (UN) =-.

  11. adrianto says:

    ea ea ea aq stju clo UN ntw d hpzqn….
    ayuk tmen2 cmua dkung….

  12. Alfred says:

    Sebaiknya tetap diadakan Ujian Nasional….TETAPI UNAS jangan dipakai sebagai penentu kelulusan siswa. Hendaknya kelulusan siswa diserahkan pada sekolah….sebab hanya sekolah yang tahu kemampuan sesungguhnya dari siswa ybs….

  13. Wandi thok says:

    Sampai saat ini, kabar tersebut justru sebaliknya mas. POS (Panduan Operasional Sistem) UN 09/10 sudah ke luar kok. Yang mungkin akan masih menjadi perdebatan itu adalah : APAKAH HASIL UN ITU MASIH AKAN DIJADIKAN ALAT UNTUK MEMUTUSKAN SISWANYA LULUS ATAU TIDAKNYA. Sepertinya ini masih menjadi perdebatan alot. :lol:

  14. baby says:

    tengkiu atas argumen2.a . . membantu bgt buat aku english debate besok hehe

  15. Coba says:

    GILA! MASA sih bisa stuju UAN?! GIMANA SIH LO?! @#%^&8!

  16. helena says:

    bingung juga ya, saya sekarang duduk di SMA kelas 11 jurusan IPA.. sebagai murid saya akan merasa sanga diringankan bebannya apabila UN dihapuskan.. tapi kalau saya melihat beberapa teman sekelas yang notabene merupakan siswa yang malas, suka bolos, nilainya pada merah, tidak pernah mengerjakan tugas bahkan tidak tertib di kelas.. saya rasa UN adalah satu-satunya hal yang bisa membuat anak-anak seperti itu mau lebih berusaha.. kenapa? karna tak ada guru yg mau muridnya tidak naik kelas (itu kata bbrp guru saya) ..mereka tentu aka meluluskan muridnya 100% walaupun mungkin murid-murid nya kurang kompeten. Hal ini juga tentu akan mendongkrak citra sekolah. It’s also talk abot business …

  17. alya maharani says:

    btul bgt tuh ,m,,,,smoga cepet2 di hapusin biar nggak un thun depan,,,,,,

Leave a Reply

CommentLuv badge