Top Commentator Tidak Menarik Lagi?

Sekitar bulan Desember tahun lalu, saya melengkapi blog ini dengan plugin Top Commentators. Plugin top commentators itu akan menampilkan komentator terbanyak dalam setiap bulan. Tujuan saya menggunakan plugin itu adalah untuk memberikan penghargaan kepada mereka yang sering berkomentar pada blog ini.

Selain itu jujur saja secara tidak langsung saya berharap plugin ini akan membuat blogger lain lebih tertarik untuk lebih sering berkunjung dan berkomentar di setiap tulisan saya, ya walaupun tidak semua komentar itu berkualitas, asalkan bukan spam akan tetap saya hargai.

Di awal-awal plugin ini memang berhasil menarik minat beberapa blogger. Ada yang berlomba-lomba untuk meninggalkan komentar sebanyak-banyaknya, bahkan ada yang komentar berkali-kali dalam satu post/tulisan. Walaupun mungkin ada yang mengganggap cara itu kurang elegan, saya tetap hargai usaha mereka.

Namun belakangan ini setelah saya perhatikan, jumlah komentar di blog ini mulai berkurang. Tapi belum tentu kualitas komentar juga berkurang karena jumlah komentar belum tentu mencerminkan kualitas komentar, bahkan seringkali terbalik.

Di luar masalah kualitas atau pun jumlah komentar, yang saya perhatikan adalah bahwa adanya Top Commentators di sidebar blog ini sudah tidak menarik lagi bagi pengunjung (khususnya blogger). Saya yakin mereka yang berkomentar belakangan ini disini bukanlah karena adanya Top Commentators tersebut. Namun walaupun begitu, Top Commentators itu akan tetap saya tampilkan.

Apakah top commentators mempengaruhi minat anda untuk berkomentar?

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

32 thoughts to “Top Commentator Tidak Menarik Lagi?”

  1. Mungkin karena bli Wira juga sudah jarang berkomentar pada blog lain kali ya :) Jadi menurut saya, orang berkomentar bukan semata karena dorongan adanya menu top komentator, tapi karena beberapa faktor lain juga.

  2. Sebentar, bli Gung. Sepertinya saya masuk lima besar Top Komentator nih…. :) Pantesan di statistik saya, ada beberapa referal link dari blog ini.

    Saya berkomentar tidak dipengaruhi top komentator lho Bli. Tapi tanpa disadari ternyata top komentator itu mempengaruhi blog saya. Terima kasih.

  3. Buat saya nggak ada pengaruhnya Bli, mau ada top komentator ataupun tidak. Saya tidak mencari ‘jabatan’ itu :)

    Saya komentar ya jika tulisannya layak dikomentari, atau saya mau mengungkapkan gagasan saya ttg topik yang dibahas. Plugin tersebut belom pernah menarik minat saya, makanya saya sendiri nggak pasang di blog saya. :)

  4. Memang alasan utamanya sih untuk menarik pengunjung berkomentar :)

    Tapi aku sih nggak kesitu, tapi lebih sebagai hadiah buat mereka yang bersedia ngasih komen, hehehe.

  5. Menurut saya sie top komentator berpengaruh juga…
    Kalo saya pribadi berkunjung ke sebuah blog, terus liat top komentator, pasti ada rasa ingin nangkring di daftar top komentator juga…
    Hehehe…

  6. Saya kurang memperhatikan apakah nama saya bercokol di “papan atas” klasemen top commentator. Tapi ternyata sampai pekan ke-3 bulan Juni, nama saya masih di posisi papan atas. Hehe..

    Saya rasa sih, ndak ada komentator di blog ini yang berkomentar cuma agar namanya tercantum di top commentator. Tapi kalau ada hadiah yang anda sediakan di setiap bulannya untuk komentator terbanyak, saya siap berkompetisi. Halah! :D

  7. Semua itu tergantung dari setiap individunya, yang terpenting para sahabat bloggeer tetap berkarya tanpa harus mem,bajak hasil karya orang lain.

    Cerahkan hati dengan pancaran sinar Illahi
    Tebarkan kedamaian dengan cinta kasih dan kelembutan.
    Tetaplah berkarya mengisi kreatifistas dengan pancaran cahaya Illahi
    Karyamu tetap dinanti…….

  8. Paling mudah berkomentar setelah membaca artikel yang membuat kita berfikir.. kemudian langsung kita tuliskan sebagai opini untuk menanggapi artikel tersebut.
    Saya pikir narablog sekarang lebih ccerdas daripada beberapa waktu lalu. Jika dahulu trik-trik semacam “dofollow”, tukeran link, award dan sebagainya merupakan andalan untuk meningkatkan popularitas dan kredibilitas, sekarang telah bergeser pada kualitas. Yea, tidak dilihat dari jumlah komentarnya atau berapa rangking dan link yang ada tetapi dari konten & desain.

  9. top komentator :?: bagiku gak masalah & tidak terlalu menarik karena memang aku bukan yang terlalu mengejar polularitas halah ….. alasan orang yang gak terkenal selalu begini :lol: tapi bagi diriku sendiri cuman ada alasan moral kalau ada narablog yang sering berkunjung di blog kita tapi tidak pernah di update blognya seperti di blog ku

  10. aduh ada yang salah di komentar ku barusan, yang benar seperti ini
    top komentator :?: bagiku gak masalah & tidak terlalu menarik karena memang aku bukan yang terlalu mengejar polularitas halah ….. alasan orang yang gak terkenal selalu begini :lol: tapi bagi diriku sendiri cuman ada alasan moral kalau ada narablog yang sering berkunjung di blog kita tapi tidak pernah di update blognya seperti di blog ku

  11. Ho ho…, memangnya ada yang seperti itu ya, saya malah seringkali tidak perhatian. Tapi ya, kalau narablog menghias halamannya, pasti punya alasan sendiri kan ;)

  12. Wah, bagi saya plugin ini sangat berarti untuk blog yg sepi pengunjung!
    Lagi cari blog pake plugin ini, disini ada tapi cuma 5. Tambahin dong . . . Hehe
    salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *