Toleransi Umat Hindu Pada Nyepi di Bali

February 29th, 2012 by imadewira Leave a reply »

Seperti dalam agama lain yang ada di Indonesia, dalam agama Hindu khususnya agama Hindu di Bali juga memiliki kalender tersendiri yaitu Tahun Saka (Isakawarsa). Di Bali, Tahun baru Saka “dirayakan” dengan hari Raya Nyepi. Ya, berasal dari kata “sepi”, pelaksanaan hari raya ini memang dengan menyepi yaitu tidak melakukan apa-apa. Yang namanya tidak melakukan apa-apa tentu saja diam, tidak bepergian, tidak menyalakan cahaya dan beberapa hal lainnya, “pantangan” ini dikenal dengan Catur Brata Penyepian.

Berhubung di Bali agama Hindu merupakan agama mayoritas, maka pelaksanaan Nyepi biasanya dilakukan dan diikuti oleh umat beragama lainnya yang berada di Bali ketika hari raya Nyepi itu tiba. Memang terlihat memaksakan, tapi selama ini yang saya tahu belum pernah ada gesekan antar umat beragama di Bali ketika pelaksanaan hari raya Nyepi.

Nah, hari raya Nyepi di tahun 2012 ini atau tahun baru Saka 1934 kebetulan jatuh pada hari Jumat, dimana biasanya umat muslim melakukan ibadah di Masjid. Lalu bagaimana kedua kegiatan agama ini bisa dilakukan di Bali?

Tenang saja, sebelumnya sudah pernah terjadi hal seperti ini yaitu hari raya Nyepi yang jatuh pada hari tertentu dimana umat beragama lainnya juga melakukan kegiatan agamanya. Biasanya para pemuka agama dan juga pemerintah membuat kesepakatan untuk mencari solusi.

Tahun-tahun sebelumnya, ketika Nyepi jatuh pada hari Jumat, sebagai bentuk toleransi antar umat beragama, umat beragama Muslim biasanya tetap diijinkan untuk melakukan ibadah di Masjid. Tentunya dengan toleransi juga dari umat muslim yaitu, tidak menggunakan pengeras suara dan beribadah ke Masjib dengan berjalan kaki, tentunya agar mencari Masjid terdekat dari tempat tinggal masing-masing.

Begitulah toleransi antar umat beragama di Bali. Selama ini semuanya terjaga dengan baik, semua umat beragama di Bali bisa saling menjaga diri. Saya sebagai orang Bali yang masih menetap di Bali tentu bahagia dengan hal ini. Semoga Bali tetap damai.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

6 comments

  1. jarwadi says:

    semoga tidak ada pihak lain yang merusak suasana toleransi yang sudah bagus seperti ini :)
    jarwadi´s last blog post ..Cangkriman ing TVRI Yogyakarta

  2. applausr says:

    artikel toleransi yang sangat baik… memang bali tempat yang cukup baik untuk menggambarkan toleransi di negara ini.

  3. andinoeg says:

    indahnya jika semua pemeluk agama bisa saling bertoleransi
    andinoeg´s last blog post ..Preview Mac OS X Mountain Lion (Bagian 2)

  4. adiarta says:

    keindahan tercipta karena adanya perbedaan. kerukunan tercipta karena masing-masing yang berbeda saling melengkapi. semoga suasana kerukunan ini bisa langgeng di Bali…
    adiarta´s last blog post ..Cara Agar Si Dia Mencintai Anda

  5. indahnya toleransi beragama, begitulah memang seharusnya saling toleransi dalam berbagai bidang..nice post.
    Media Bisnis dan Pariwisata´s last blog post ..8 Penyebab Kegagalan Bisnis

  6. DV says:

    Ya, saya mikirnya simple, harusnya pendatang yang menyesuaikan diri ya Bli hehehe..

    Hidup Bali! ;)
    DV´s last blog post ..Dokter internet

Leave a Reply

CommentLuv badge