Tersugesti Oleh Dokter Gigi

Setelah beberapa hari, gusi saya yang bengkak belum sembuh juga sampai kemarin. Sebenarnya sudah agak mendingan tetapi saya tetap merasa kurang nyaman ketika mengajar di kelas. Saya lalu merencanakan untuk ke dokter gigi kemarin malam. Tetapi kemarin siang ketika mengajar rasanya benar-benar tidak nyaman. Saya pun mengambil keputusan mendadak untuk permisi pulang duluan untuk pergi ke dokter gigi.

Istri saya kebetulan bekerja di sebuah puskesmas yang cukup besar di Kuta, dan disana juga ada dokter gigi. Di samping itu kebetulan kartu Askes saya sudah jadi kemarin pagi. Jadi saya memutuskan untuk ke dokter gigi di puskesmas Kuta saja untuk memeriksakan gusi saya yang bengkak ini. Berangkat dari kampus STP Nusa Dua saya tiba di puskesmas Kuta pukul 14.00 disambut oleh istri, hehe.

Tapi saya harus menunggu sebentar, karena 30 menit kemudian dokter gigi itu baru datang. Gusi saya pun diperiksa dan penjelasan dokter sama saja dengan dokter gigi yang dulu. Saya sudah bisa menebak itu, dan bahkan saya merasa lebih tahu tentang apa yang terjadi pada gusi saya ini, hehe. Tapi rasanya belum puas kalau belum diperiksa langsung oleh dokter.

Saya pun diberi resep obat oleh dokter, dimana dokter sempat bertanya sebelumnya bertanya kepada istri saya yang apoteker tentang obat apa saja yang tersedia di puskesmas. Saya lalu diberi Amoxicilin, Dexamethasone dan Asam Mefenamat, tak lupa dokter menyarankan saya untuk berkumur dengan air garam. Tanpa membayar dan cukup dengan ucapan terima kasih saya pamit pada dokter dan istri saya langsung mengambil obat di ruang apotek puskesmas.

Istri saya pun berkata, “tuh kan, sama saja obatnya”. Ya, sebelumnya istri saya memang sudah menganjurkan saya untuk minum obat itu saja, tapi dasar saya masih merasa belum sreg tanpa diperiksa oleh dokter. Dan benar saja, mungkin karena tersugesti, begitu selesai diperiksa dokter saya merasa jauh lebih baik dan pagi ini bengkak pada gusi saya sudah hilang.

Oya, dokter mengatakan bahwa sebaiknya gusi yang sedikit menutupi gigi geraham saya itu dipotong saja (operasi kecil), tapi menunggu agar bengkak ini hilang dulu. Sebenarnya yang saya khawatirkan bukan proses operasi atau sakitnya, tapi berapa hari menunggu sembuhnya. Saya khawatir kalau nanti tidak bisa ngajar untuk beberapa hari. Jadi mungkin saya akan menunggu dulu sampai tidak ada jadwal mengajar, hehe.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

28 thoughts on “Tersugesti Oleh Dokter Gigi

  1. sama mas, untuk menahan rasa sakit gigiku juga pakai amoxilin, katanya sih nggak baik karena dosisnya tinggi gitu.

    kalau saya gigi atas kiri belakang mas, apa tuh namanya, bolong gitu..uuuh kalau kemasukan nasi yang agak kaku…jadi berhenti nggak doyan makan. mau di cabut, takut mas, he..

  2. semoga cepet sembuh.. saya juga mengalami sakit gigi, tapi bukan pada gusi [atau mungkin juga gusi ya].. yaitu gigi saya bagian belakang ternyata sudah lubang.. sampai bawah kayaknya.. makanya sekarang saya lagi rajin2nya kumur pakai obat kumur..
    .-= thepenks´s last blog ..Storm Warriors =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *