Teroris, Manusia Tanpa Nurani!

Saya tidak tahu mau berkata apa lagi, teroris itu seperti apa, jangankan dibandingkan dengan manusia, dengan binatang pun mereka tidak layak disandingkan. Wujud mereka memang seperti manusia, tapi rasanya yang mereka lakukan tidaklah layak disebut manusia. Mereka sangat sadis, membunuh orang dengan membabi buta dengan tujuan utama menciptakan rasa takut bagi semua orang, membuat rasa tidak aman dan kecemasan.

Kalau menurut saya, teroris itu tidak punya hati nurani, otaknya tidak normal karena yang dilakukan tidak masuk akal. Bagi orang normal, tentu tidak mungkin berani bunuh diri apalagi dengan tujuan membunuh orang lain, apalagi ikut mengorbankan anak-anak, sangat tidak berperikemanusiaan. Saya tidak tahu dan tidak bisa membayangkan bagaimana isi pikiran mereka yang ikut mengajak anaknya untuk bunuh diri dengan bom. Duh, ngeri sekali.

Yang paling membuat sedih tentu saja para korban yang berjatuhan, baik yang meninggal ataupun luka. Semua kejadian teror itu pasti meninggalkan rasa sedih dan sakit yang tidak bisa hilang begitu saja. Kita semua berduka. Saya yakin kita semua yang normal pasti memendam rasa marah yang luar biasa terhadap prilaku teroris itu. Entah bagaimana mengungkapkan semua rasa marah ini. Rasanya berdoa saja agar para teroris itu segera sadar tidaklah cukup. Mereka rasanya tidak pernah habis, tidak mau sadar bahwa hidup damai dalam segala perbedaan itu sangatlah indah.

Kita kini berharap semoga pemerintah bisa berbuat lebih jauh lagi untuk menumpas semua teroris itu sampai ke akar-akarnya. Indonesia milik kita bersama, semoga damai semuanya..

Baca Juga:

Wirautama

Wirautama, penulis sekaligus pemilik blog ini adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditugaskan di Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali di bawah naungan Kementerian Pariwisata.

One thought to “Teroris, Manusia Tanpa Nurani!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.