Tentang Video Porno Itu

Semua orang tahu bahwa kasus video porno belakangan ini menjadi isu yang cukup menghebohkan. Khususnya video porno yang konon pemerannya sangat mirip artis penyanyi yang lebih dikenal dengan Ariel Peterpan.Okelah saya tidak panjang lebar lagi menjelaskan cerita kasus ini dari awal hingga akhir. Saya rasa semua sudah tahu.

Pada awalnya jujur saja saya cuek dengan berita ini, saya menganggap hal ini sudah biasa. Tapi setelah pemberitaan yang begitu heboh, mau tidak mau saya akhirnya melihat juga video itu. Itupun setelah ditunjukkan oleh seorang teman.

Dan sebenarnya saya sudah berusaha untuk tidak berkomentar terlalu banyak tentang video porno tersebut. Namun rasanya tangan gatal juga untuk menulis di blog, jadi daripada uneg-uneg dan pendapat saya tidak tersalurkan akhirnya saya tulis juga di blog ini. Jadi ijinkanlah saya ikut berkomentar.

Pertama, seharusnya kita tidak kaget lagi dengan video porno semacam itu. Di jaman canggih seperti sekarang, video seperti itu sudah lumrah. Bedanya kali ini pemerannya kali ini adalah seseorang yang sangat mirip dengan artis yang sedang top di Indonesia.

Kedua, video itu ibarat nasi yang sudah menjadi bubur. Sudah hampir mustahil untuk melenyapkan bagaimanapun caranya. Kalau sudah tersebar di internet maka jangan harap bisa dihapuskan. Jadi usaha untuk melakukan razia semacam yang dilakukan oleh polisi di sekolah-sekolah beberapa hari yang lalu menurut saya adalah sia-sia.

Ketiga, yang perlu dilakukan saat ini sebenarnya adalah pencegahan, misalnya dengan memberikan pengertian kepada anak-anak agar jangan bugil di depan kamera dan pengetahuan lebih banyak tentang bahaya seks bebas. Jangan hanya bisa melarang, berikan pengertian dan alasan kenapa dilarang.

Keempat, secara hukum biarlah petugas yang berwenang menjalankan tugasnya, jangan diintervensi apalagi ditambah dengan ancaman. Kalau toh terbukti itu memang Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut Tari biarlah mereka diproses secara hukum. Dan sebaiknya yang berwenang memperlakukan mereka sama dengan pemeran video mesum lainnya.

Jika terbukti itu mereka, mengingat kewajiban moral mereka sebagai figur publik yang seharusnya memberikan contoh yang baik pada masyarakat, saya rasa biarlah publik yang “mengadili”. Toh sebelum terbukti pun mereka sudah kehilangan banyak job dan tentunya kehilangan nama baik di mata masyarakat, secara tidak langsung bisa dikatakan mereka bukan figur publik yang patut dicontoh lagi.

Kelima, agar tidak semakin panjang, saya tergaskan tulisan saya ini tidak maksud untuk membela ataupun menyudutkan pihak manapun. Murni opini dan pendapat pribadi saya sebagai warga negara biasa.

**by the way menyimpan video porno di komputer atau handphone pribadi, itu melanggar hukum atau tidak ya?

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

16 thoughts on “Tentang Video Porno Itu

  1. IMHo, gak ada larangan, saya sendiri menyimpan di kedua media itu bli :)

    karena kedua media itu kan barang pribadi tepatnya privasi kita. kita punya hak untuk menggunakan barang tersebut.

    dan saya lucu saja nonton berita, kalau sekolah2 merazia hape siswa.

  2. sbnrnya kshn jg pelaku. Yg salah adalah penyebarnya. Tp kalo dbhs trz emg tmbh ruwet, gtw siapa benar siapa slh, semua pnya pndpt bwt pembenaran diri sndri.

  3. Yang bikin tambah parah, pemberitaan di media televisi itu lho Bli…
    Kurang mendidik menurust saya…
    Mau tidak mau, memunculkan niat anak dibawah umur untuk mendownloadnya di Internet…
    Bisa-bisa mereka ingin bugil di depan kamera juga… :D

  4. Nah, itu juga pertanyaan saya: setau saya dari debat-debat yang ada, menyimpan untuk konnsumsi pribadi nggak masalah.

    Tapi yakin? Kalo ada teman datang bawa fashdisk, dan pengen ngopi, nggak dikasih? ;-)

  5. Sebenarnya ini jadi panjang karena semua orang penasaran. Manusia kan memang begitu. Jangankan di Indonesia. Di AS sanapun, video2 skandal seks tetap jadi berita heboh dan akan terus heboh sampai ada pengakuan. Dan di Indonesia kan tidak ada yg berani mengaku kecuali Maria Eva.

    Be a gentle, mungkin kalau ada yg mengaku, masyarakat juga diam. Orang Indonesia ini pemaaf kok… 6 bulan lg juga lupa.

  6. Inilah revolusi teknologi informasi. Aib bisa menyebar bagaikan virus dengan kecepatan yang amat mengagumkan :)

    Oleh sebab itu, sudah selayaknya kita lebih bijak dalam menyikapi teknologi, dengan tidak sembarangan membuat dokumentasi pribadi.

  7. Menyimpan video porno adalah melanggar pasal 6 UU Pornografi. Kecuali anda menyimpannya untuk kepentingan sendiri, ndak untuk disebarluaskan atau dipertontonkan kepada orang lain.

    Tapi yang jadi masalah, dalam UU ini dikatakan bahwa menyimpan video porno untuk kepentingan pribadi adalah sebuah pengecualian (ndak melanggar). Padahal kita ndak akan bisa menyimpan video itu tanpa mengunduh, membeli, meminjam, atau menyewa (semuanya adalah dilarang menurut UU Pornografi). Jadi, kalau anda menyimpannya untuk kepentingan pribadi sekali pun, maka anda secara ndak langsung sudah melanggar hukum karena anda sudah mendownload, membeli, meminjam, dsb., produk pornografi itu.

    Itulah anehnya UU Pornografi ini. Hehe!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *