Tahun Baru dan Kembang Api

December 28th, 2011 by imadewira Leave a reply »

Tidak terasa tahun baru 2012 sudah beberapa hari lagi, baru kemarin rasanya tahun baru 2011. Seperti tahun-tahun sebelumnya orang-orang pun melakukan berbagai hal menyambut pergantian tahun. Begitu juga di Bali, turis baik asing maupun domestik menyerbu Bali yang merupakan salah satu objek wisata yang sudah terkenal. Eh, tapi saya bukan ingin membicarakan itu.

Saya ingin membicarakan tentang kembang api, mercon, petasan yang merupakan salah satu ciri khas dalam menyambut tahun baru. Biasanya di malam tahun baru, khususnya menjelang tengah malam apalagi tepat ketika pergantian tahun, kita sudah lumrah mendengar suara terompet dan ledakan petasan serta kembang api.

Tapi apa yang terjadi di Bali khususnya sejak dua tahun lalu menurut saya sudah berlebihan. Kembang api sudah dijual lebih dari sebulan sebelum tahun baru. Masyarakat pun sudah mulai bermain kembang api jauh hari sebelum tahun baru. Seperti tidak mengenal waktu, malam, siang, sore, pagi, ada saja suara petasan dan kembang api yang terdengar.

Di jejaring sosial tidak sedikit yang saya baca yang mengecam mereka yang sudah bermain kembang api jauh sebelum tahun baru. Saya pun maklum, bahkan saya sendiri sebenarnya cukup terganggu dengan suara-suara petasan dan kembang api yang tidak kenal waktu itu. Apalagi saya adalah salah satu orang tua yang masih memiliki balita.

Tapi sementara ini saya belum sampai melakukan komplain secara langsung kepada tetangga atau siapapun yang bermain kembang api. Perasaan jengkel masih saya simpan dalam hati, karena marah-marah sepertinya tidak ada gunanya. Walaupun kadang saya tetap kaget dengan suara kembang api dan petasan itu. Rasanya seperti sedang berada di medan perang.

Saya juga mencoba membayangkan bagaimana jika saya berada di posisi mereka, menjadi orang tua yang memiliki anak laki-laki yang merengek meminta dibelikan petasan. Di rumah, kebetulan saya memiliki dua keponakan laki-laki. Untunglah kakak saya sudah berkomitmen untuk tidak mengijinkan mereka membeli dan bermain kembang api, kecuali tiba saatnya nanti menjelang tahun baru. Saya rasa ini langkah bagus untuk memulai sesuatu dari diri sendiri di tingkat keluarga.

Harga kembang api selain cukup mahal untuk dijadikan mainan sehari-hari bagi anak kecil, juga cukup berbahaya jika tanpa pengawasan orang dewasa. Bahkan dimainkan oleh orang dewasa pun belum tentu aman sepenuhnya, saya tetap memiliki sedikit rasa khawatir. Untunglah selama ini di setiap malam tahun baru tidak ada kejadian apa-apa yang kami alami ketika bermain kembang api.

Namun saya tidak munafik, bermain kembang api memang mengasikkan. Mendengar suara ledakan dan kembang api yang bertaburan di malam hari memang menyenangkan. Tapi ketika sesuatu yang mengasikkan itu dilakukan secara berlebihan, tentunya itu tidak baik. Mohon maaf ini hanya opini saya, apa yang rasa berlebihan itu hanya menurut saya pribadi dan jika mungkin bagi orang lain itu masih wajar ya silahkan.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

8 comments

  1. PanDe Baik says:

    Serasa berada di Medan perang ya Wir.
    Apalagi kalo malam”pas jam tidur, masih saja ada yang meledakkan mercon yang suaranya itu mirip bom bali dari kejauhan…
    Tapi yah, saya hanya berharap bahwa Tuhan itu bisa adil… bagi yang menyalakan mercon agar dimohonkan kenapa” atau dikuras habis isi dompetnya saja. hehehe…
    PanDe Baik´s last blog post ..Tentang BLoG http://www.PanDeBaik.com Tahun 2011

  2. a! says:

    kalau pesta kembang api dan mercon pas taun baru sih dimaklumi. toh cuma setahun sekali. tp kalo tiap malam pas orang mau tidur atau pas lagi kerja itu yg menyebalkan.

    parahnya lagi, di samping rumahku, pelakunya justru keluarga polisi. setan!
    a!´s last blog post ..Rumah Blogger Indonesia yang Bikin Iri

  3. ardiansyah says:

    alhamdulilah
    saya telah menjadi tipikal orang yang apabila tidak setuju
    untuk menunjukan ketidak setujuan saya tanpa harus berbicara namun konsisten terhadap apa yang saya jalani
    begitu mulai dari tidak menyediakan, menggunakan bahkan menganjurkannya. :)
    namun saya tidak pernah memberikan kata larangan

    mampir mas
    ardiansyah-nomore.blogspot.com

    saya juga sedang mencari referensi untuk
    lubrikasi mesin kendaraan roda dua

    mohon bantuannya rekan -rekan semua
    terimakasih dan salam kenal

    :)
    ardiansyah´s last blog post ..Hanya Lampu Baru ?

  4. Cahya says:

    Benar Bli, seperti kembang api, apa di Bali selalu begini ya? Di Jogja ndak sebegitunya deh.

    Mungkin kita harus meniru China dan Jepang yang sudah meninggalkan kembang api.
    Cahya´s last blog post ..Little Sky and Big Flower

  5. Fathan says:

    Terkadang masyarakat kita terlalu berlebihan dalam menyikapi hal hal yang sebenarnya bukan budaya kita seperti kembang api & mercon, malahan pada saat budaya kita yang seharusnya lebih di istimewakan jd malah di dinginkan suasananya..tapi itulah kesalahan dari orang tua yang terus membiarkah hal itu terjadi berlarut larut..salam kenal gan..
    Fathan´s last blog post ..Toko Bunga Jakarta & Parcel

Leave a Reply

CommentLuv badge