<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>imadewira.com &#187; upacara</title>
	<atom:link href="http://imadewira.com/tag/upacara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imadewira.com</link>
	<description>mari membaca mari menulis</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 May 2012 05:21:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Melasti di Pantai Petitenget</title>
		<link>http://imadewira.com/melasti-di-pantai-petitenget/</link>
		<comments>http://imadewira.com/melasti-di-pantai-petitenget/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2011 03:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[balaganjur]]></category>
		<category><![CDATA[gambelan]]></category>
		<category><![CDATA[melasti]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[petitenget]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=1813</guid>
		<description><![CDATA[Melasti atau ada juga yang menyebut Melis atau Mekiis merupakan rangkaian awal hari raya Nyepi. Dalam upacara ini seluruh pratima/pralingga dari pura masing-masing dibawa dengan menggunakan sebuah tempat khusus yang disebut &#8220;juli&#8221; atau &#8220;jempana&#8221; menuju pantai, sungai, danau atau sumber air lainnya yang dianggap suci. Seperti yang sempat saya jelaskan sebelumnya, jadi saya tidak akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melasti atau ada juga yang menyebut Melis atau Mekiis merupakan rangkaian awal hari raya Nyepi. Dalam upacara ini seluruh pratima/pralingga dari pura masing-masing dibawa dengan menggunakan sebuah tempat khusus yang disebut &#8220;juli&#8221; atau &#8220;jempana&#8221; menuju pantai, sungai, danau atau sumber air lainnya yang dianggap suci. Seperti yang sempat saya jelaskan <a title="Hari Raya Nyepi di Bali" href="http://imadewira.com/hari-raya-nyepi-di-bali/" target="_blank">sebelumnya</a>, jadi saya tidak akan jelaskan secara detail lagi.</p>
<p><span id="more-1813"></span>Meskipun tidak sama di seluruh Bali, namun upacara Melasti biasanya dilaksanakan sekitar 2 atau 3 hari sebelum Nyepi. Misalnya untuk di Bali Selatan, upacara Melasti untuk Nyepi Caka 1933 dilaksanakan kemarin tanggal 2 Maret 2011. Karena di Bali umat Hindu merupakan mayoritas maka ketika upacara Melasti ini jalan-jalan utama dipastikan penuh sesak oleh umat yang Melasti.</p>
<p>Apalagi seperti di daerah saya yang mayoritas umat Hindu masih berjalan kaki menuju pantai. Saya sendiri berjalan sekitar 12 km ketika Melasti kemarin, dari perempatan Kerobokan hingga pantai Petitenget, ya lumayan membuat kaki terasa pegal-pegal. Untunglah saya ikut dalam &#8220;sekaa balaganjur&#8221; sehingga berjalan kaki sambil &#8220;megambel&#8221; membuat rasa lelah sedikit terlupakan.</p>
<p>Upacara Melasti yang saya ikuti kemarin berjalan lancar. Pukul 08.00 saya sudah siap dan berangkat dari rumah menuju Merajan (pura). Sekitar pukul 09.00 rombongan berangkat, berjalan perlahan dan sesekali harus berhenti karena padatnya umat yang Melasti menuju pantai Petitenget. Tiga jam kemudian yaitu pukul 12.00 rombongan kami tiba di pantai Petitenget.</p>
<p>Setelah mengikuti prosesi upacara di pinggir pantai yang cukup panas, saya dan kerabat langsung menuju tempat istirahat di wantilan, kami menikmati makan siang yang kami beli disana. Baru kali ini saya membeli makan siang, ketika Melasti tahun-tahun sebelumnya Ibu saya selalu membawa perbekalan makanan dari rumah yang rasanya tentu jauh lebih nikmat. Tapi kali ini Ibu dan Ayah saya bertugas menemani putri saya yang baru berumur setahun di rumah, jadi beliau tidak bisa ikut Melasti.</p>
<p>Pukul 14.00 rombongan mulai beranjak, kembali menuju pura masing-masing. Kali ini kami berjalan lebih cepat, sehingga dalam waktu 2 jam saja sudah tiba di Merajan (pura). Perjalanan pulang inilah yang melelahkan, disamping karena tenaga yang memang sudah mulai terkuras, berjalan cepat-cepat bahkan setengah berlari membuat kaki terasa sangat pegal. Akhirnya tiba juga di Merajan, kami merasa lelah tapi sangat puas karena bisa ikut Melasti dengan baik. Minuman manis dan makanan sudah tersedia dan langsung dinikmati.</p>
<p>Yang membuat saya kagum adalah selama di perjalanan, masyarakat yang tidak ikut Melasti (mungkin bukan umat Hindu) sangat antusia menyaksikan rombongan Melasti. Bahkan banyak tersedia minuman gratis di pinggir-pinggir jalan. Dalam perjalanan pulang bahkan ada beberapa orang (saya yakin bukan umat Hindu) yang membawakan buah semangka yang siap dimakan untuk pelepas dahaga. Sungguh sebuah perbuatan yang patut dihargai dan dibanggakan.</p>
<p>Saya berdoa, semoga saja umat lainnya di Bali tidak merasa terganggu dan bisa memaklumi upacara Melasti ini. Karena jalanan sangat macet bahkan bisa dikatakan lumpuh total karena rombongan Melasti. Semoga tidak ada insiden dari rombongan Melasti yang mungkin terlihat arogan. Bagaimana pun juga, mereka yang tidak Melasti (baik Hindu atau bukan) dan kebetulan berpapasan dengan rombongan Melasti tetap harus dihormati. Mereka juga berhak menggunakan jalan raya, jadi mari saling menghormati dan menghargai.</p>
<p>Dan sebagai penutup, berikut saya tampilkan beberapa foto narsis saya ketika Melasti :-)</p>
<div id="attachment_1817" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/03/01.jpg"><img class="size-full wp-image-1817" title="01" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/03/01.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Sebelum berangkat Melasti, itu putri saya, Anindita</p></div>
<div id="attachment_1818" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/03/02.jpg"><img class="size-full wp-image-1818" title="02" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/03/02.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Sambil megambel Balaganjur, perjalanan jadi lebih semangat</p></div>
<div id="attachment_1819" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/03/03.jpg"><img class="size-full wp-image-1819" title="03" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/03/03.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Yang megambel muda-muda, penuh semangat</p></div>
<p><div id="attachment_1820" class="wp-caption alignnone" style="width: 410px"><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/03/04.jpg"><img class="size-full wp-image-1820" title="04" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/03/04.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Tiba di pantai, bersama istri tercinta dan satu-satunya :D</p></div><br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/ogoh-ogoh-dan-nyepi/' title='Ogoh-Ogoh dan Nyepi'>Ogoh-Ogoh dan Nyepi</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/hari-raya-nyepi-di-bali/' title='Hari Raya Nyepi di Bali'>Hari Raya Nyepi di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/upacara-otonan/' title='Upacara Otonan'>Upacara Otonan</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/upacara-42-hari-a-bulan-pitung-dina-tutug-kambuhan/' title='Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)'>Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/ngerorasin-upacara-bayi-12-hari/' title='Ngerorasin : Upacara Bayi 12 Hari'>Ngerorasin : Upacara Bayi 12 Hari</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fmelasti-di-pantai-petitenget%2F&amp;title=Melasti%20di%20Pantai%20Petitenget" id="wpa2a_2"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/melasti-di-pantai-petitenget/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ogoh-Ogoh dan Nyepi</title>
		<link>http://imadewira.com/ogoh-ogoh-dan-nyepi/</link>
		<comments>http://imadewira.com/ogoh-ogoh-dan-nyepi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Feb 2011 03:14:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[nyepi]]></category>
		<category><![CDATA[ogoh-ogoh]]></category>
		<category><![CDATA[pengerupukan]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=1794</guid>
		<description><![CDATA[Hari Raya Nyepi untuk memperingati Tahun Baru Caka 1933 jatuh pada tanggal 5 Maret 2011, artinya saat ini sudah kurang dari 2 minggu lagi. Salah satu ciri unik perayaan hari raya Nyepi adalah adanya ogoh-ogoh. Entah sejak kapan tradisi mengarak ogoh-ogoh ini ada di Bali, tetapi yang jelas Nyepi rasanya kurang lengkap tanpa ogoh-ogoh. Buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Raya Nyepi untuk memperingati Tahun Baru Caka 1933 jatuh pada tanggal 5 Maret 2011, artinya saat ini sudah kurang dari 2 minggu lagi. Salah satu ciri unik perayaan hari raya Nyepi adalah adanya ogoh-ogoh. Entah sejak kapan tradisi mengarak ogoh-ogoh ini ada di Bali, tetapi yang jelas Nyepi rasanya kurang lengkap tanpa ogoh-ogoh.</p>
<p><span id="more-1794"></span>Buat anda yang belum tahu, ogoh-ogoh adalah sebuah patung yang diarak sehari menjelang Nyepi. Ukurannya berbagai macam namun biasanya cukup besar hingga membutuhkan belasan orang untuk mengangkatnya untuk diarak keliling desa. Bentuk ogoh-ogoh umumnya seram yang identik dengan &#8220;bhuta kala&#8221; namun seiring berkembangnya jaman banyak juga ogoh-ogoh berbentuk lucu, seperti sinchan, upin-ipin dan lainnya. Jika anda ingin tahu lebih banyak foto ogoh-ogoh, coba saja search di Google.</p>
<p>Ogoh-ogoh biasanya dibuat dengan bahan dasar kayu, bambu, kertas lalu di cat sedemikian rupa. Belakangan ini ogoh-ogoh lebih banyak dibuat dengan bahan dasar gabus. Pembuatan ogoh-ogoh umumnya didominasi oleh para pemuda, namun ada juga anak-anak dan orang tua.</p>
<p>Para pemuda di setiap banjar (organisasi setingkat di bawah desa/kelurahan) hampir pasti mulai membuat ogoh-ogoh sekitar sebulan menjelang hari raya Nyepi. Organisasi pemuda di banjar biasanya disebut STT (Sekeha Teruna Teruni). Mereka biasanya menggunakan dana kas STT untuk membuat ogoh-ogoh, ditambah dengan dana sumbangan yang mereka pungut ke warga banjar dan perusahaan-perusahaan di lingkungan banjar masing-masing.</p>
<p>Terkadang, pemungutan sumbangan ini menjadi pemicu masalah. Biasanya ada saja oknum yang mencoba mengambil keuntungan dari pemungutan sumbangan ini, belum lagi ada yang merasa dipaksa untuk menyumbang dana ogoh-ogoh. Tapi itu masalah seperti itu tidak selalu ada kok, organisasi pemuda dan banjar biasanya sudah mengantisipasi masalah itu.</p>
<p>Asal tahu saja, dana pembuatan ogoh-ogoh tidaklah sedikit, umumnya sekitar 5 hingga 10 juta, bahkan ada yang lebih. Itu baru untuk pembuatan ogoh-ogoh, belum untuk konsumsi, pembuatan baju dan biaya lain ketika pengarakan ogoh-ogoh. Maka di jaman sekarang banyak ogoh-ogoh yang tidak langsung dibakar setelah selesai di arak. Kalau jaman dulu, selesai diarak, ogoh-ogoh langsung dibakar.</p>
<p>Pengarakan ogoh-ogoh umumnya dilakukan sehari sebelum Nyepi atau biasa disebut dengan hari Pengerupukan. Mulai sekitar pukul 18.00 ogoh-ogoh sudah mulai diarak keliling desa atau kelurahan hingga kembali ke banjar masing-masing sekitar pukul 22.00, di beberapa tempat bahkan hingga larut malam.</p>
<p>Belakangan juga semakin marak dibuat lomba untuk ogoh-ogoh. Jadi ogoh-ogoh yang dilombakan selain diiringi gamelan balaganjur juga disertai dengan para penari dan dipentaskan dengan cerita dalang sedemikian rupa dan menjadi sangat menarik untuk ditonton. Di beberapa tempat karena banyak jumlah ogoh-ogoh, maka pengarakan ogoh-ogoh kadang sudah dimulai sejak siang. Ada juga lomba ogoh-ogoh yang digelar beberapa hari sebelum Pengerupukan, jadi di malam Pengerupukan hanya digunakan untuk mengarak ogoh-ogoh.</p>
<p>Nyepi memang tidak bisa dipisahkan dari ogoh-ogoh. Pembuatan ogoh-ogoh merupakan ajang untuk mencurahkan rasa seni dan segala unek-unek para pembuatnya yang biasanya masih berjiwa muda. Maka tak jarang bentuk ogoh-ogoh mencerminkan &#8220;aspirasi&#8221; mereka. Namun kadang pernah juga pembuatan ogoh-ogoh dilarang ketika menjelang Nyepi.</p>
<p>Biasanya itu disebabkan karena menjelang momen pesta politik. Karena pembuatan ogoh-ogoh seringkali ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu yang ujung-ujungnya terjadi gesekan dan bentrokan ketika malam Pengerupukan. Dari sisi para pemuka agama Hindu, pengarakan ogoh-ogoh juga pernah mendapat kritikan.</p>
<p>Karenasecara logika, ogoh-ogoh merupakan wujud &#8220;bhuta kala&#8221; / kekuatan jahat. Kekuatan jahat ini konon akan somya (berubah) menjadi baik setelah dilakukan upacara mecaru (sore hari). Jadi pada saat itu semua bhuta kala (termasuk dalam diri) sudah sirna. Nah, pengarakan ogoh-ogoh di malam hari ini dianggap malah kembali membangunkan bhuta kala tersebut.</p>
<p>Entahlah, kenyataannya pengarakan ogoh-ogoh tetap dilakukan di Pengerupukan yaitu malam menjelang Nyepi. Dan dapat dipastikan mulai sore hingga malam tersebut kondisi lalu lintas akan lumpuh total, apalagi di pusat-pusat kota. Besok paginya, di hari raya Nyepi suasana akan sangat hening selama sehari semalam. Namun bagi anda yang belum puas melihat ogoh-ogoh, coba saja berkeliling lagi di hari Ngembak Geni (sehari setelah Nyepi). Karena seperti yang saya jelaskan diatas, ogoh-ogoh yang menghabiskan banyak biaya tersebut tidak langsung dibakar. Bahkan biasanya ada tulisan &#8220;for sale&#8221; di depan ogoh-ogoh itu.</p>
<p>Fiuh, rasanya sudah cukup banyak yang saya ceritakan tentang ogoh-ogoh menjelang Nyepi. Semoga saja Pengerupukan kali ini berjalan lancar dan tidak ada insiden yang akan menodai perayaan hari raya Nyepi kali ini. Berikut ini beberapa foto ogoh-ogoh di banjar saya.</p>
<div id="attachment_1799" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/02/Ogoh-Ogoh-Nyepi-Caka-1920.jpg"><img class="size-full wp-image-1799" title="Ogoh-Ogoh Nyepi Caka 1920" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/02/Ogoh-Ogoh-Nyepi-Caka-1920.jpg" alt="" width="300" height="411" /></a><p class="wp-caption-text">Ogoh-Ogoh Nyepi Caka 1920 (tahun 1998)</p></div>
<div id="attachment_1800" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/02/Ogoh-Ogoh-Nyepi-Caka-1927.jpg"><img class="size-full wp-image-1800" title="Ogoh-Ogoh Nyepi Caka 1927" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/02/Ogoh-Ogoh-Nyepi-Caka-1927.jpg" alt="" width="300" height="274" /></a><p class="wp-caption-text">Ogoh-Ogoh Nyepi Caka 1927 (tahun 2005)</p></div>
<div id="attachment_1801" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/02/Ogoh-Ogoh-Nyepi-Caka-1929.jpg"><img class="size-full wp-image-1801" title="Ogoh-Ogoh Nyepi Caka 1929" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/02/Ogoh-Ogoh-Nyepi-Caka-1929.jpg" alt="" width="300" height="273" /></a><p class="wp-caption-text">Ogoh-Ogoh Nyepi Caka 1929 (tahun 2007)</p></div>
<p><div id="attachment_1802" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/02/Ogoh-Ogoh-Nyepi-Caka-1932.jpg"><img class="size-full wp-image-1802" title="Ogoh-Ogoh Nyepi Caka 1932" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/02/Ogoh-Ogoh-Nyepi-Caka-1932.jpg" alt="" width="300" height="345" /></a><p class="wp-caption-text">Ogoh-Ogoh Nyepi Caka 1932 (tahun 2010)</p></div><br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/hari-raya-nyepi-di-bali/' title='Hari Raya Nyepi di Bali'>Hari Raya Nyepi di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/upacara-otonan/' title='Upacara Otonan'>Upacara Otonan</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/upacara-42-hari-a-bulan-pitung-dina-tutug-kambuhan/' title='Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)'>Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/ngerorasin-upacara-bayi-12-hari/' title='Ngerorasin : Upacara Bayi 12 Hari'>Ngerorasin : Upacara Bayi 12 Hari</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/selamat-hari-raya-nyepi-caka-1932/' title='Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1932'>Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1932</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fogoh-ogoh-dan-nyepi%2F&amp;title=Ogoh-Ogoh%20dan%20Nyepi" id="wpa2a_4"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/ogoh-ogoh-dan-nyepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upacara Otonan</title>
		<link>http://imadewira.com/upacara-otonan/</link>
		<comments>http://imadewira.com/upacara-otonan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 02:03:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[otonan]]></category>
		<category><![CDATA[panca yadnya]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=1069</guid>
		<description><![CDATA[Di dalam agama Hindu ada upacara yang disebut dengan upacara Otonan. Di dalam Panca Yadnya, upacara ini termasuk dalam Manusa Yadnya yaitu upacara yang dilakukan untuk manusia. Upacara otonan bisa diibaratkan semacam peringatan hari ulang tahun (peringatan kelahiran). Upacara otonan dilakukan setiap 210 hari sekali (6 bulan Hindu, 1 bulan Hindu = 35 hari). Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di dalam agama Hindu ada upacara yang disebut dengan upacara Otonan. Di dalam Panca Yadnya, upacara ini termasuk dalam Manusa Yadnya yaitu upacara yang dilakukan untuk manusia. Upacara otonan bisa diibaratkan semacam peringatan hari ulang tahun (peringatan kelahiran).</p>
<p><span id="more-1069"></span>Upacara otonan dilakukan setiap 210 hari sekali (6 bulan Hindu, 1 bulan Hindu = 35 hari). Hal ini berdasarkan perhitungan Saptawara (Redite, Soma, Anggara, Buda, Wraspati, Sukra, Saniscara), Pancawara (Umanis, Paing, Pon, Wage, Kliwon), dan Wuku yang jumlahnya 30 (1 wuku berlaku untuk 1 minggu / 7 hari). Jadi misalnya hari lahir seseorang adalah Soma Paing, wuku Menail, maka Otonan-nya akan diperingati setiap Soma Paing, wuku Menail yang datangnya setiap 210 hari sekali.</p>
<p>Menurut BabadBali.com upacara otonan bertujuan untuk menebus kesalahan-kesalahan dan keburukan-keburukan terdahulu, sehingga dalam kehidupan sekarang mencapai kehidupan yang lebih sempurna. Banten atau upakara (sesajen) yang digunakan adalah Prayascita, Parurubayan, Jajanganan, Tataban, Peras, Lis, Banten pesaksi ke bale agung (Ajuman), Sajen turun tanah dan Sajen kumara. Khusus untuk otonan pertama kali, biasanya agak berbeda seperti ada upacara pemotongan rambut untuk pertama kalinya.</p>
<p>Otonan yang pertama kali dilakukan tentu saja ketika seorang bayi berumur tepat 210 hari dan akan diulangi terus selama masa hidupnya. Untuk otonan yang kedua dan seterusnya biasanya dilakukan lebih sederhana daripada sebelumnya. Namun apabila Otonan bertepatan dengan hari Purnama biasanya akan dibuatkan lebih meriah (biasanya dengan babi guling).</p>
<p>Adapun tata cara pelaksanaan upacara otonan menurut BabadBali adalah sebagai berikut :</p>
<ul>
<li> Pandita / Pinandita sebagai pimpinan upacara melakukan pemujaan untuk memohon persaksian terhadap Hyang Widhi Wasa dengan segala manifestasinya.</li>
<li>Pemujaan terhadap Siwa Raditya (Suryastawa).</li>
<li>Penghormatan terhadap leluhur.</li>
<li>Pemujaan saat pengguntingan rambut (potong rambut). Ini dilakukan pertama kali, untuk Otonan selanjutnya tidak dilakukan.</li>
<li>Pemujaan saat Otonan dan persembahyangan.</li>
</ul>
<p>Selain seperti dijelaskan diatas, upacara Otonan juga bermakna sebagai puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi atas segala berkah yang diberikan, dan juga terdapat kepercayaan bahwa pada saat upacara Otonan itu, Tuhan dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Dumadi (&#8220;roh dari orang yang Otonan&#8221;) akan hadir dan diberikan ucapan syukur atas karunianya.</p>
<p>Seluruh rangkaian upacara ini dilakukan dirumah (biasanya di &#8220;bale delod&#8221;) dan dipimpin oleh Pinandita / Pemangku / orang yang dianggap tertua dalam keluarga.<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/upacara-42-hari-a-bulan-pitung-dina-tutug-kambuhan/' title='Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)'>Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/ngerorasin-upacara-bayi-12-hari/' title='Ngerorasin : Upacara Bayi 12 Hari'>Ngerorasin : Upacara Bayi 12 Hari</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/megedong-gedongan-upacara-bayi-dalam-kandungan/' title='Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan'>Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/tradisi-ngejot-di-bali/' title='Tradisi Ngejot Di Bali'>Tradisi Ngejot Di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/sistem-kasta-di-bali/' title='Sistem Kasta di Bali'>Sistem Kasta di Bali</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fupacara-otonan%2F&amp;title=Upacara%20Otonan" id="wpa2a_6"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/upacara-otonan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)</title>
		<link>http://imadewira.com/upacara-42-hari-a-bulan-pitung-dina-tutug-kambuhan/</link>
		<comments>http://imadewira.com/upacara-42-hari-a-bulan-pitung-dina-tutug-kambuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jul 2010 03:00:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[42 hari]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=941</guid>
		<description><![CDATA[Di Bali ada upacara untuk seorang bayi yang telah berumur 42 hari atau biasa di sebut &#8220;a bulan pitung dina&#8221; yang artinya satu bulan 7 hari. Satu bulan Bali sama dengan 35 hari (5 minggu), jadi 1 bulan 7 hari sama dengan 42 hari. Karena upacara ini dilakukan pada seorang manusia (bayi) maka di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Bali ada upacara untuk seorang bayi yang telah berumur 42 hari atau biasa di sebut &#8220;<em>a bulan pitung dina</em>&#8221; yang artinya satu bulan 7 hari. Satu bulan Bali sama dengan 35 hari (5 minggu), jadi 1 bulan 7 hari sama dengan 42 hari. Karena upacara ini dilakukan pada seorang manusia (bayi) maka di dalam Panca Yadnya upacara 42 hari ini termasuk dalam kelompok Manusa Yadnya.</p>
<p><span id="more-941"></span>Upacara bayi 42 hari ini umumnya dilakukan oleh umat Hindu khususnya yang ada di Bali, dalam adat Jawa mungkin juga ada upacara serupa. Pada umumnya upacara 42 hari ini dilakukan sendiri-sendiri bagi setiap bayi dan dilakukan di rumah masing-masing. Upacara untuk bayi yang berumur 42 hari ini lebih dikenal dengan nama upacara Upacara Tutug Kambuhan.</p>
<p>Pelaksanaan upacara 42 hari (Tutug Kambuhan) di Bali kadang berbeda-beda namun maknanya tetap sama. Tujuan dan makna upacara Tutug Kambuhan adalah sebagai ucapan terima kasih kepada &#8220;Nyama Bajang&#8221; yang merupakan manifestasi kekuatan Ida Sang Hyang Widhi / Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu tujuan upacara ini adalah melakukan pembersihan kepada sang Ibu dan bayinya.</p>
<p>Untuk lebih lengkap tentang upacara Tutug Kambuhan atau upacara 42 hari silahkan simak pada link di bawah ini :</p>
<p><a href="http://bali.stitidharma.org/upacara-tutug-kambuhan/" target="_blank">Upacara Tutug Kambuhan</a><br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/ngerorasin-upacara-bayi-12-hari/' title='Ngerorasin : Upacara Bayi 12 Hari'>Ngerorasin : Upacara Bayi 12 Hari</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/megedong-gedongan-upacara-bayi-dalam-kandungan/' title='Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan'>Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/tradisi-ngejot-di-bali/' title='Tradisi Ngejot Di Bali'>Tradisi Ngejot Di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/sistem-kasta-di-bali/' title='Sistem Kasta di Bali'>Sistem Kasta di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/hari-raya-nyepi-di-bali/' title='Hari Raya Nyepi di Bali'>Hari Raya Nyepi di Bali</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fupacara-42-hari-a-bulan-pitung-dina-tutug-kambuhan%2F&amp;title=Upacara%2042%20Hari%20%3A%20A%20Bulan%20Pitung%20Dina%20%28Tutug%20Kambuhan%29" id="wpa2a_8"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/upacara-42-hari-a-bulan-pitung-dina-tutug-kambuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngerorasin : Upacara Bayi 12 Hari</title>
		<link>http://imadewira.com/ngerorasin-upacara-bayi-12-hari/</link>
		<comments>http://imadewira.com/ngerorasin-upacara-bayi-12-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 04:24:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[ngerorasin]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=943</guid>
		<description><![CDATA[Di Bali yang sebagian besar penduduknya beragama Hindu tak bisa lepas dari upacara agama. Dalam agama Hindu ada 5 macam upacara yang disebut dengan Panca Yadnya, salah satunya adalah Manusa Yadnya yaitu upacara yang dilakukan untuk/pada manusia. Upacara Manusa Yadnya sudah dilakukan ketika seorang manusia masih berada di dalam kandungan. Di Bali upacara ini dikenal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di <a title="belajar Bahasa Bali sehari-hari" href="http://imadewira.com/belajar-bahasa-bali-sehari-hari/" target="_blank">Bali</a> yang sebagian besar penduduknya beragama Hindu tak bisa lepas dari upacara agama. Dalam agama Hindu ada 5 macam upacara yang disebut dengan Panca Yadnya, salah satunya adalah Manusa Yadnya yaitu upacara yang dilakukan untuk/pada manusia.</p>
<p>Upacara Manusa Yadnya sudah dilakukan ketika seorang manusia masih berada di dalam kandungan. Di Bali upacara ini dikenal dengan <a title="Megedong-gedongan : upacara bayi dalam kandungan" href="http://imadewira.com/megedong-gedongan-upacara-bayi-dalam-kandungan/" target="_blank">Megedong-Gedongan</a>, yang makna intinya tentu saja memohon keselamatan untuk janin yang ada di dalam kandungan ibunya.</p>
<p><span id="more-943"></span>Selanjutnya ketika bayi tersebut lahir, ada beberapa upacara kecil yang dilakukan di rumah. Upacara ini seringkali berbeda-beda tergantung dari kebiasaan masyarakat setempat namun maknanya sama saja.</p>
<p>Upacara yang umumnya pasti dilakukan setelah bayi lahir adalah upacara Ngerorasin, berasal dari kata <em>roras</em> yang dalam bahasa Bali artinya 12. Upacara ini dilakukan tepat saat bayi telah berumur 12 hari.</p>
<p>Upacara ngerorasin biasanya dipimpin oleh anggota keluarga yang dituakan atau bisa juga oleh seorang Pemangku. Upacara ngerorasin dilakukan di pekarangan rumah yaitu di dapur (Brahma) dan <em>sanggah kemulan</em>.</p>
<p>Tujuan dan makna upacara ngerorasin ini secara umum adalah untuk melakukan pembersihan terhadap ibu dan bayinya. Kejadian melahirkan secara niskala dianggap kotor / <em>leteh</em>. Sehingga setelah upacara ini ibu dan bayinya sudah bersih dan suci kembali. Umumnya, sebelum upacara ngerorasin sang ibu tidak diperkenankan memasuki daerah suci seperti masuk ke sanggah kemulan.</p>
<p>Menurut <a href="http://www.babadbali.com/canangsari/banten/12hari.htm" target="_blank">Babad Bali</a>, upacara ngerorasin ini disebut dengan upacara Upacara Ngelepas Hawon. Sedangkan istilah upacara ngerorasin juga sering dipakai pada upacara Pitra Yadnya yaitu Ngaben.<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/upacara-42-hari-a-bulan-pitung-dina-tutug-kambuhan/' title='Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)'>Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/megedong-gedongan-upacara-bayi-dalam-kandungan/' title='Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan'>Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/tradisi-ngejot-di-bali/' title='Tradisi Ngejot Di Bali'>Tradisi Ngejot Di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/sistem-kasta-di-bali/' title='Sistem Kasta di Bali'>Sistem Kasta di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/hari-raya-nyepi-di-bali/' title='Hari Raya Nyepi di Bali'>Hari Raya Nyepi di Bali</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fngerorasin-upacara-bayi-12-hari%2F&amp;title=Ngerorasin%20%3A%20Upacara%20Bayi%2012%20Hari" id="wpa2a_10"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/ngerorasin-upacara-bayi-12-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan</title>
		<link>http://imadewira.com/megedong-gedongan-upacara-bayi-dalam-kandungan/</link>
		<comments>http://imadewira.com/megedong-gedongan-upacara-bayi-dalam-kandungan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 11:11:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=435</guid>
		<description><![CDATA[Upacara Megedong &#8211; Gedongan adalah upacara yang dilakukan untuk bayi yang masih ada dalam kandungan ibunya, Megedong &#8211; Gedongan termasuk dalam Manusa Yadnya. Agama Hindu khususnya di Bali tak bisa lepas dari upacara, upacara dalam agama Hindu disebut Yadnya. Yadnya terdiri dari 5 macam yang biasa disebut Panca Yadnya, yaitu : Dewa Yadnya : Upacara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Upacara Megedong &#8211; Gedongan adalah upacara yang dilakukan untuk bayi yang masih ada dalam kandungan ibunya, Megedong &#8211; Gedongan termasuk dalam Manusa Yadnya. Agama Hindu khususnya di Bali tak bisa lepas dari upacara, upacara dalam agama Hindu disebut Yadnya. Yadnya terdiri dari 5 macam yang biasa disebut Panca Yadnya, yaitu :</p>
<ul>
<li>Dewa Yadnya : Upacara suci yang dipersembahkan untuk dewa-dewi, Tuhan Yang Maha Esa.</li>
<li>Bhuta Yadnya : Upacara suci yang dilakukan untuk menyucikan alam beserta isinya.</li>
<li>Manusa Yadnya: Upacara suci yang dilakukan pada manusia.</li>
<li>Pitra Yadnya : Upacara suci yang dipersembahkan kepada roh leluhur.</li>
<li>Rsi Yadnya : Upacara suci yang dilakukan untuk para orang suci umat Hindu.</li>
</ul>
<p>Masing-masing Yadnya tersebut memilik bagian-bagian lagi. Untuk upacara yang termasuk Manusa Yadnya mulai dari Megedong-Gedongan, Otonan, Tiga Bulanan, Metatah (potong gigi), Pawiwahan (pernikahan) dan lainnya.</p>
<p><span id="more-435"></span>Pelaksanaan upacara Megedong &#8211; Gedongan adalah ketika kehamilan berumur 7 bulan Bali (1 bulan Bali = 35 hari) atau sekitar 8 bulan masehi. Namun di beberapa tempat di Bali ada juga yang melaksanakan ketika kehamilan berumur 6 bulan Bali. Di tempat saya, upacara Megedong &#8211; Gedongan dilakukan ketika kehamilan berumur 7 Bulan Bali dan dicari agar bertepatan dengan hari Purnama.</p>
<p>Rangkaian upacara Megedong &#8211; Gedongan diawali dengan upacara melukat di &#8220;kelebutan&#8221; yaitu sumber air alami yang dianggap suci. Kemudian dilanjutkan dengan melukat di gria yang dilakukan oleh sulinggih (Ida Pendanda). Sore harinya upacara Megedong &#8211; Gedongan dilaksanakan di rumah yang dipuput oleh Pemangku. Pelaksanaan upacara Megedong &#8211; Gedongan kurang lebih seperti upacara Otonan, namun ada beberapa sesajen yang berbeda.</p>
<p>Terakhir pasangan suami istri akan duduk berdampingan untuk mendengarkan kekawin (kidung suci) yang berisi tentang petuah dan nasehat untuk ibu hamil dan juga suaminya. Dalam petuah tersebut banyak hal yang berisi tentang larangan dan juga saran untuk pasangan suami istri. Misalnya suami tidak boleh berkata kasar atau berbuat kasar pada istri, suami tidak boleh membangunkan istri dengan tiba-tiba dan berbagai hal lainnya.</p>
<p>Walaupun upacara Megedong &#8211; Megedongan hanya ada dalam agama Hindu, tetapi di daerah Jawa juga ada upacara serupa, biasa disebut dengan Tujuh Bulanan. Namun upacara Tujuh Bulanan tersebut bukan upacara agama melainkan upacara adat. Ini mungkin tidak lepas dari sejarah dimana dulunya agama Hindu adalah agama yang dianut di nusantara sebelum agama lain masuk Indonesia.</p>
<p>Upacara tersebut hingga kini masih dilaksanakan oleh sebagian penduduk di Jawa apapun agamanya karena upacara tersebut merupakan warisan leluhur yang pada dasarnya mempunyai tujuan suci dan kebaikan khususnya bagi bayi yang ada dalam kandungan sang ibu.</p>
<p>Berikut ini foto-fotonya :</p>
<p><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2010/02/1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-443" title="1" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2010/02/1.jpg" alt="" width="450" height="300" /></a></p>
<p><em>Natab..</em></p>
<p><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2010/02/2.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-444" title="2" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2010/02/2.jpg" alt="" width="450" height="361" /></a></p>
<p><em>Matur sembah, memohon keselamatan kepada Tuhan..</em></p>
<p><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2010/02/3.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-445" title="3" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2010/02/3.jpg" alt="" width="450" height="306" /></a></p>
<p><em>Sesajen / Banten Upacara Megedong &#8211; Gedongan..</em></p>
<p><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2010/02/4.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-446" title="4" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2010/02/4.jpg" alt="" width="450" height="384" /></a></p>
<p><em>Sang ibu memilih halaman buku kekawin..</em></p>
<p><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2010/02/5.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-447" title="5" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2010/02/5.jpg" alt="" width="450" height="263" /></a></p>
<p><em>Mendengarkan petuah dan nasehat..</em><br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/upacara-42-hari-a-bulan-pitung-dina-tutug-kambuhan/' title='Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)'>Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/tradisi-ngejot-di-bali/' title='Tradisi Ngejot Di Bali'>Tradisi Ngejot Di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/untung-rugi-hamil-atau-tidak-hamil-sebelum-menikah/' title='Untung Rugi Hamil atau Tidak Hamil Sebelum Menikah'>Untung Rugi Hamil atau Tidak Hamil Sebelum Menikah</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/hamil-sebelum-menikah/' title='Hamil Sebelum Menikah'>Hamil Sebelum Menikah</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/sistem-kasta-di-bali/' title='Sistem Kasta di Bali'>Sistem Kasta di Bali</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fmegedong-gedongan-upacara-bayi-dalam-kandungan%2F&amp;title=Megedong%20%E2%80%93%20Gedongan%20%3A%20Upacara%20Bayi%20Dalam%20Kandungan" id="wpa2a_12"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/megedong-gedongan-upacara-bayi-dalam-kandungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Untung Rugi Hamil atau Tidak Hamil Sebelum Menikah</title>
		<link>http://imadewira.com/untung-rugi-hamil-atau-tidak-hamil-sebelum-menikah/</link>
		<comments>http://imadewira.com/untung-rugi-hamil-atau-tidak-hamil-sebelum-menikah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 03:51:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[aborsi]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[hamil]]></category>
		<category><![CDATA[hari baik]]></category>
		<category><![CDATA[istri]]></category>
		<category><![CDATA[menikah]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang Hamil Sebelum Menikah yang kini sudah lumrah terjadi di masyarakat, khususnya yang saya lihat di sekitar saya. Sekali lagi saya tekankan disini bahwa saya sama sekali tidak menyalahkan atau membenarkan hamil sebelum menikah. Dan saya akan mencoba memberi gambaran tentang apa &#8220;untung&#8221; dan &#8220;rugi&#8221; nya jika hamil sebelum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang <a title="Hamil Sebelum Menikah" href="http://imadewira.com/hamil-sebelum-menikah/" target="_blank">Hamil Sebelum Menikah</a> yang kini sudah lumrah terjadi di masyarakat, khususnya yang saya lihat di sekitar saya. Sekali lagi saya tekankan disini bahwa saya sama sekali tidak menyalahkan atau membenarkan hamil sebelum menikah. Dan saya akan mencoba memberi gambaran tentang apa &#8220;untung&#8221; dan &#8220;rugi&#8221; nya jika hamil sebelum nikah dan juga kebalikannya. Dan tulisan ini di luar kaitannya dengan agama, norma dan kepercayaan.</p>
<p><span id="more-325"></span>Keuntungan hamil sebelum menikah adalah tidak ada lagi beban pikiran karena belum hamil, jadi setelah menikah tinggal merawat kehamilan sambil menunggu lahirnya bayi yang diidamkan oleh setiap pasangan suami istri, tetapi ini untuk mereka yang memang sudah siap untuk menikah.</p>
<p>Karena tidak sedikit kasus dimana suami istri terbebani karena belum berhasil hamil, dan menurut keterangan seorang teman yang juga dokter, stres ini malah dapat memicu sulitnya hamil. Belum lagi &#8220;tekanan&#8221; dari pihak keluarga dan teman yang semakin membuat pasangan ini tambah stres. Masih ingat kasus penculikan bayi yang bernama Putra Merdeka beberapa waktu yang lalu kan? Bidan itu sampai nekat menculik bayi karena diancam akan diceraikan oleh suaminya karena tidak kunjung hamil.</p>
<p>Sedangkan kerugian hamil sebelum menikah menurut saya lebih banyak. Untuk mereka yang belum siap menikah, tentu saja akan menikah dengan terpaksa. Kalau digugurkan, tentu melanggar hukum. Kalau pun bisa lolos dari jeratan hukum, tindakan menggugurkan alias aborsi malah bisa berakibat fatal. Selain mengancam nyawa, ada juga yang saya lihat malah kini sulit hamil yang mungkin karena pernah melakukan aborsi.</p>
<p>Untuk yang menikah dengan terpaksa atau pun tidak terpaksa, menikah dalam keadaan hamil tentu kurang nyaman bagi pihak perempuan. Karena upacara pernikahan juga membutuhkan tenaga fisik ekstra dan menurut saya itu juga berbahaya bagi janin. Belum lagi kalau pas si perempuan dalam keadaan ngidam, tentu upacara pernikahan yang seharusnya dinikmati menjadi kurang nyaman.</p>
<p>Satu lagi kerugian hamil sebelum menikah adalah masalah hari baik ketika menikah. Khususnya untuk masyarakat di Bali yang percaya dengan hari baik (dewasa ayu), maka jangan heran ketika di Bali banyak yang menikah pada hari yang bersamaan. Maka walaupun belum ada hari baik tetapi pernikahan harus tetap dilangsungkan sebelum perut semakin membuncit.</p>
<p>Sedangkan menikah dalam keadaan belum hamil adalah sebaliknya, yaitu upacara pernikahan bisa berjalan dengan lebih nyaman khususnya untuk mempelai perempuan. Dan juga kita bisa dengan lebih leluasa memilih hari baik untuk upacara pernikahan. Apalagi untuk mereka yang ingin membuat foto pernikahan, bentuk tubuh mempelai perempuan tentu masih terlihat bagus karena belum hamil, serta dengan leluasa memilih pakaian untuk upacara pernikahan.</p>
<p>Jadi, pada intinya saya secara pribadi tetap menyarankan untuk <strong>jangan hamil sebelum menikah</strong>. Tetapi kalau pun anda melakukan perbuatan yang memungkinkan terjadinya kehamilan, pastikan anda dan pasangan <strong>sudah siap untuk menikah</strong>. Karena pilihan untuk aborsi menurut saya sangat berbahaya, jadi menikah adalah resiko jika sampai hamil sebelum menikah.<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/megedong-gedongan-upacara-bayi-dalam-kandungan/' title='Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan'>Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/sistem-kasta-di-bali/' title='Sistem Kasta di Bali'>Sistem Kasta di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/kangen-ingin-nonton-joged-bumbung/' title='Kangen Ingin Nonton Joged Bumbung'>Kangen Ingin Nonton Joged Bumbung</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/upacara-42-hari-a-bulan-pitung-dina-tutug-kambuhan/' title='Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)'>Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/selamat-menempuh-hidup-baru-denny-wiwin/' title='Selamat Menempuh Hidup Baru : Denny &amp; Wiwin'>Selamat Menempuh Hidup Baru : Denny &#038; Wiwin</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Funtung-rugi-hamil-atau-tidak-hamil-sebelum-menikah%2F&amp;title=Untung%20Rugi%20Hamil%20atau%20Tidak%20Hamil%20Sebelum%20Menikah" id="wpa2a_14"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/untung-rugi-hamil-atau-tidak-hamil-sebelum-menikah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tradisi Ngejot Di Bali</title>
		<link>http://imadewira.com/tradisi-ngejot-di-bali/</link>
		<comments>http://imadewira.com/tradisi-ngejot-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 23:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[galungan]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[ngejot]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Di Bali, ngejot artinya memberikan sesuatu (umumnya makanan) kepada orang lain ketika kita mempunyai hajatan atau pada saat hari raya tertentu. Mungkin hampir sama seperti di daerah lainnya di seluruh Indonesia, di Bali juga ada tradisi ngejot ini. Sebenarnya secara umum sifat orang Indonesia khususnya di Bali adalah tolong menolong dan saling berbagi, dan tradisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Bali, <em>ngejot</em> artinya memberikan sesuatu (umumnya makanan) kepada orang lain ketika kita mempunyai hajatan atau pada saat hari raya tertentu. Mungkin hampir sama seperti di daerah lainnya di seluruh Indonesia, di Bali juga ada tradisi ngejot ini. Sebenarnya secara umum sifat orang Indonesia khususnya di Bali adalah tolong menolong dan saling berbagi, dan tradisi ngejot ini adalah salah satu bukti nyata. Tradisi ngejot di Bali bisa kita dibedakan menjadi dua yaitu ngejot ketika hari raya dan ngejot ketika seseorang memiliki hajatan atau melaksanakan suatu upacara adat/agama tertentu.</p>
<p><span id="more-91"></span>Ngejot ketika hari raya seperti Galungan, Kuningan dan lainnya biasanya bersifat sukarela dan lebih menyesuaikan situasi dan kondisi. Artinya apa yang kita miliki itulah yang kita berikan pada orang lain yaitu biasanya tetangga dan kerabat serta sanak famili. Mungkin karena di saat itu hampir semua orang juga merayakan hari raya, jadi bisa dibilang ibarat bertukar kado karena biasanya saling ngejot.</p>
<p>Di samping itu, di daerah tertentu yang majemuk, umat beragama non Hindu juga ikut menerima jotan (barang/makanan yang diberikan waktu ngejot),  begitu juga sebaliknya ketika hari raya umat lain seperti Idul Fitri, Natal, Waisak dan lainnya warga Hindu juga turut merasakannya. Betapa indahnya perbedaan bukan?</p>
<p>Sementara itu, ngejot ketika melaksanakan suatu upacara adat/agama seperti pawiwahan (pernikahan), mepandes/metatah (potong gigi), nelu bulanin (tiga bulanan), odalan, otonan dan lainnya sedikit berbeda. Untuk upacara yang tergolong besar seperti pernikahan, potong gigi, tiga bulanan, ngejot biasanya dilaksanakan lebih formal, isi jotan sudah diatur sedemikian rupa, daftar orang yang menerima jotan pun ada, serta yang membawakan jotan juga berpakaian adat. Isi jotan biasanya berupa sate, nasi (dengan takaran tertentu), lawar, buah dan lainnya. Orang yang menerima jotan biasanya per kepala keluarga, yaitu tetangga, dan sanak keluarga dalam jangkauan tertentu. Orang yang menerima jotan ini juga berarti diundang untuk datang menghadiri upacara tersebut.</p>
<p>Sedangkan untuk upacara agama yang lebih kecil seperti otonan, odalan di merajan alit (tempat suci keluarga kecil) dan lainnya, ngejot lebih dinamis seperti ngejot pada waktu hari raya agama. Tidak semua hari raya di Bali diikuti tradisi ngejot, yang sudah pasti adalah hari raya Galungan, Kuningan, Pagerwesi dan lainnya. Sedangkan hari raya Nyepi, Saraswati, dan beberapa lainnya jarang diikuti dengan tradisi ngejot.</p>
<p><em>Di daerah anda juga ada tradisi seperti ini bukan?</em><br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/selamat-hari-raya-galungan-dan-kuningan/' title='Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan'>Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/megedong-gedongan-upacara-bayi-dalam-kandungan/' title='Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan'>Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/hari-raya-nyepi-di-bali/' title='Hari Raya Nyepi di Bali'>Hari Raya Nyepi di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/upacara-42-hari-a-bulan-pitung-dina-tutug-kambuhan/' title='Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)'>Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/selamat-hari-raya-nyepi-caka-1932/' title='Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1932'>Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1932</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Ftradisi-ngejot-di-bali%2F&amp;title=Tradisi%20Ngejot%20Di%20Bali" id="wpa2a_16"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/tradisi-ngejot-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>41</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

