<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>imadewira.com &#187; tradisi</title>
	<atom:link href="http://imadewira.com/tag/tradisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imadewira.com</link>
	<description>mari membaca mari menulis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:16:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Musim Hujan dan Rumah Model Bali</title>
		<link>http://imadewira.com/musim-hujan-dan-rumah-model-bali/</link>
		<comments>http://imadewira.com/musim-hujan-dan-rumah-model-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 04:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[model rumah]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=2497</guid>
		<description><![CDATA[Musim hujan sudah datang, khususnya di Bali. Bahkan beberapa hari terakhir sudah terjadi sekian kali hujan deras yang menyebabkan banjir di beberapa tempat di daerah Denpasar dan sekitarnya. Tapi tunggu dulu, saya tidak sedang membicarakan masalah banjir. Masih tentang hujan, tapi kaitannya dengan rumah model atau ciri khas Bali. Orang yang sudah pernah datang ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_2504" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/11/bali-house.jpg"><img class="size-full wp-image-2504" title="bali-house" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/11/bali-house.jpg" alt="" width="500" height="388" /></a><p class="wp-caption-text">gambar : http://www.baliaround.com/balinese-house-architecture/</p></div>
<p>Musim hujan sudah datang, khususnya di Bali. Bahkan beberapa hari terakhir sudah terjadi sekian kali hujan deras yang menyebabkan banjir di beberapa tempat di daerah Denpasar dan sekitarnya. Tapi tunggu dulu, saya tidak sedang membicarakan masalah banjir. Masih tentang hujan, tapi kaitannya dengan rumah model atau ciri khas Bali.</p>
<p><span id="more-2497"></span>Orang yang sudah pernah datang ke Bali mungkin tidak semua tahu bagaimana model rumah Bali yang sebenarnya. Untuk tahu, mungkin anda perlu masuk ke rumah penduduk asli yang rumahnya masih menggunakan konsep Bali. Saya tidak tahu bagaimana menjelaskannya, tapi saya akan coba.</p>
<p>Tidak seperti rumah modern yang umumnya satu atap, rumah model Bali terdiri dari beberapa bangunan yang terpisah. Sebuah rumah biasanya terdiri dari beberapa bangunan yaitu : Tempat Suci (sanggah / merajan), Bangunan Tempat Tinggal (bale daja, bale delod, dll), Dapur, Kamar Mandi.</p>
<p>Sepertinya hal rumah saya, terdiri dari &#8220;bale daja&#8221; yaitu bangunan tempat tidur yang terletak di bagian utara, &#8220;bale delod&#8221; yaitu bangunan tempat tidur di bagian selatan. Ada juga &#8220;bale dangin&#8221; yaitu tempat tidur yang letaknnya di bagian timur. Tentu ada tempat suci (sanggah/merajan) yang letaknya di timur laut. Dapur letaknya di barat daya. Kamar mandi tempatnya biasanya di bagian barat.</p>
<p>Kalau tata letak dan bangunan yang lengkap masih banyak lagi, tapi karena keterbatasan tempat dan biaya, jarang masyarakat biasa seperti saya bisa membuat bangunan model Bali yang lengkap. Yang lengkap biasanya dimiliki oleh orang kaya atau rumah-rumah keturunan raja-raja jaman dulu. Dan sebenarnya setiap bangunan serta tata letaknya memiliki makna serta aturan khusus.</p>
<p>Nah, karena model rumah Bali ini terpisah-pisah seperti itu, maka ada beberapa kendala yang dialami ketika musim hujan. Aktivitas di rumah bisa dikatakan sedikit terganggu. Mohon maaf, bukan maksud saya mengatakan rumah model Bali ini jelek, karena para leluhur dulu pasti memiliki pertimbangan tertentu dalam membangun rumah.</p>
<p>Tapi kenyataannya saat hujan turun, otomatis daerah kering dirumah hanya ada didalam ruangan seperti kamar dan dapur. Untuk beraktivitas apalagi berpindah dari satu bangunan ke bangunan lain menjadi kurang nyaman karena hujan dan basah. Mungkin berbeda halnya kalau rumah model satu atap sehingga kalau hujan tidak menjadi masalah.</p>
<p>Bangunan &#8220;bale daja&#8221; dan &#8220;bale delod&#8221; biasanya memiliki teras sendiri-sendiri, tapi kalau hujan deras apalagi disertai angin tetap saja teras tersebut basah karena percikan hujan. Makanya kemudian banyak yang menggabungkan model rumah Bali dengan rumah modern.</p>
<p>Misalnya membuat &#8220;bale daja&#8221; atau &#8220;bale delod&#8221; yang dilengkapi dengan ruang tamu / ruang keluarga dan beberapa kamar, sehingga saat hujan tidak menjadi masalah. Tentu saja ini akan membutuhkan lebih banyak lahan. Belakangan ini bahkan &#8220;kamar mandi dalam&#8221; sudah menjadi hal biasa dalam pembuatan rumah model Bali. Padahal dulunya kamar mandi tempatnya agak jauh dari kamar.</p>
<p>Begitulah, banyak hal yang perlu dipikirkan dalam urusan membangun rumah. Tapi di luar semua itu, upaya melestarikan ciri khas Bali perlu dihargai. Syukur-syukur kalau masyarakat Bali masih memiliki pemikiran bahwa memiliki rumah model Bali merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Sehingga &#8220;ajeg Bali&#8221; bukan hanya sekedar jargon pemanis lidah.</p>
<p>Tapi kalau hanya punya lahan 1 are seperti perumahan di perkotaan, ya tidak perlu memaksakan diri membuat rumah dengan model dan tata letak model Bali, hehe. Mungkin tetap dengan ciri khas seperti sedikit ukiran saja sudah cukup.</p>
<p>Bonus, foto Nindi di depan teras &#8220;bale daja&#8221; rumah saya.</p>
<p><div id="attachment_2506" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/11/rumah-model-bali.jpg"><img class="size-full wp-image-2506" title="rumah-model-bali" src="http://imadewira.com/wp-content/uploads/2011/11/rumah-model-bali.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a><p class="wp-caption-text">Nindi di depan teras &quot;bale daja&quot;</p></div><br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/kalau-saya-punya-uang-200-juta/' title='Kalau Saya Punya Uang 200 Juta?'>Kalau Saya Punya Uang 200 Juta?</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/tradisi-ngejot-di-bali/' title='Tradisi Ngejot Di Bali'>Tradisi Ngejot Di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/sistem-kasta-di-bali/' title='Sistem Kasta di Bali'>Sistem Kasta di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/bus-trans-sarbagita/' title='Bus Trans Sarbagita'>Bus Trans Sarbagita</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/helm/' title='Helm'>Helm</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fmusim-hujan-dan-rumah-model-bali%2F&amp;title=Musim%20Hujan%20dan%20Rumah%20Model%20Bali" id="wpa2a_2"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/musim-hujan-dan-rumah-model-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tradisi Ngejot Di Bali</title>
		<link>http://imadewira.com/tradisi-ngejot-di-bali/</link>
		<comments>http://imadewira.com/tradisi-ngejot-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 23:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[galungan]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[kuningan]]></category>
		<category><![CDATA[ngejot]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Di Bali, ngejot artinya memberikan sesuatu (umumnya makanan) kepada orang lain ketika kita mempunyai hajatan atau pada saat hari raya tertentu. Mungkin hampir sama seperti di daerah lainnya di seluruh Indonesia, di Bali juga ada tradisi ngejot ini. Sebenarnya secara umum sifat orang Indonesia khususnya di Bali adalah tolong menolong dan saling berbagi, dan tradisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di Bali, <em>ngejot</em> artinya memberikan sesuatu (umumnya makanan) kepada orang lain ketika kita mempunyai hajatan atau pada saat hari raya tertentu. Mungkin hampir sama seperti di daerah lainnya di seluruh Indonesia, di Bali juga ada tradisi ngejot ini. Sebenarnya secara umum sifat orang Indonesia khususnya di Bali adalah tolong menolong dan saling berbagi, dan tradisi ngejot ini adalah salah satu bukti nyata. Tradisi ngejot di Bali bisa kita dibedakan menjadi dua yaitu ngejot ketika hari raya dan ngejot ketika seseorang memiliki hajatan atau melaksanakan suatu upacara adat/agama tertentu.</p>
<p><span id="more-91"></span>Ngejot ketika hari raya seperti Galungan, Kuningan dan lainnya biasanya bersifat sukarela dan lebih menyesuaikan situasi dan kondisi. Artinya apa yang kita miliki itulah yang kita berikan pada orang lain yaitu biasanya tetangga dan kerabat serta sanak famili. Mungkin karena di saat itu hampir semua orang juga merayakan hari raya, jadi bisa dibilang ibarat bertukar kado karena biasanya saling ngejot.</p>
<p>Di samping itu, di daerah tertentu yang majemuk, umat beragama non Hindu juga ikut menerima jotan (barang/makanan yang diberikan waktu ngejot),  begitu juga sebaliknya ketika hari raya umat lain seperti Idul Fitri, Natal, Waisak dan lainnya warga Hindu juga turut merasakannya. Betapa indahnya perbedaan bukan?</p>
<p>Sementara itu, ngejot ketika melaksanakan suatu upacara adat/agama seperti pawiwahan (pernikahan), mepandes/metatah (potong gigi), nelu bulanin (tiga bulanan), odalan, otonan dan lainnya sedikit berbeda. Untuk upacara yang tergolong besar seperti pernikahan, potong gigi, tiga bulanan, ngejot biasanya dilaksanakan lebih formal, isi jotan sudah diatur sedemikian rupa, daftar orang yang menerima jotan pun ada, serta yang membawakan jotan juga berpakaian adat. Isi jotan biasanya berupa sate, nasi (dengan takaran tertentu), lawar, buah dan lainnya. Orang yang menerima jotan biasanya per kepala keluarga, yaitu tetangga, dan sanak keluarga dalam jangkauan tertentu. Orang yang menerima jotan ini juga berarti diundang untuk datang menghadiri upacara tersebut.</p>
<p>Sedangkan untuk upacara agama yang lebih kecil seperti otonan, odalan di merajan alit (tempat suci keluarga kecil) dan lainnya, ngejot lebih dinamis seperti ngejot pada waktu hari raya agama. Tidak semua hari raya di Bali diikuti tradisi ngejot, yang sudah pasti adalah hari raya Galungan, Kuningan, Pagerwesi dan lainnya. Sedangkan hari raya Nyepi, Saraswati, dan beberapa lainnya jarang diikuti dengan tradisi ngejot.</p>
<p><em>Di daerah anda juga ada tradisi seperti ini bukan?</em><br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/selamat-hari-raya-galungan-dan-kuningan/' title='Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan'>Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/megedong-gedongan-upacara-bayi-dalam-kandungan/' title='Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan'>Megedong &#8211; Gedongan : Upacara Bayi Dalam Kandungan</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/hari-raya-nyepi-di-bali/' title='Hari Raya Nyepi di Bali'>Hari Raya Nyepi di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/upacara-42-hari-a-bulan-pitung-dina-tutug-kambuhan/' title='Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)'>Upacara 42 Hari : A Bulan Pitung Dina (Tutug Kambuhan)</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/selamat-hari-raya-nyepi-caka-1932/' title='Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1932'>Selamat Hari Raya Nyepi Caka 1932</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Ftradisi-ngejot-di-bali%2F&amp;title=Tradisi%20Ngejot%20Di%20Bali" id="wpa2a_4"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/tradisi-ngejot-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

