<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>imadewira.com &#187; pemerintah</title>
	<atom:link href="http://imadewira.com/tag/pemerintah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://imadewira.com</link>
	<description>mari membaca mari menulis</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 06:16:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Macet oh Macet!</title>
		<link>http://imadewira.com/macet-oh-macet/</link>
		<comments>http://imadewira.com/macet-oh-macet/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 02:08:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan]]></category>
		<category><![CDATA[Bali]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[macet]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=1015</guid>
		<description><![CDATA[Jika di sore hari anda pernah melewati jalan raya di depan gang rumah saya, yaitu jalan raya Kerobokan-Canggu di Kuta Utara, Bali, pasti rasanya menjengkelkan sekali. Kemacetan sudah sedemikian parahnya. Belakangan jalan ini memang sudah dikenal daerah macet, khususnya di jam pulang kerja yaitu sekitar jam 4 sore hingga jam 7 malam. Banyak orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika di sore hari anda pernah melewati jalan raya di depan gang rumah saya, yaitu jalan raya Kerobokan-Canggu di Kuta Utara, Bali, pasti rasanya menjengkelkan sekali. Kemacetan sudah sedemikian parahnya. Belakangan jalan ini memang sudah dikenal daerah macet, khususnya di jam pulang kerja yaitu sekitar jam 4 sore hingga jam 7 malam.</p>
<p><span id="more-1015"></span>Banyak orang yang mengatakan kemacetan disana disebabkan oleh tidak adanya jalan alternatif lain untuk menuju daerah Canggu, Tanah Lot dan Tabanan. Ada juga yang mengatakan macet disebabkan karena memang saat itu jam pulang kerja. Ada juga pendapat lain penyebab macet adalah karena ada dua buah pertigaan yang jaraknya berdekatan.</p>
<p>Kemacetan di depan gang rumah saya itu hanyalah salah satu contoh diantara sekian banyak macet di Bali khususnya Denpasar dan Badung. Kita tentu tidak bisa mengatakan kurangnya jalan sebagai penyebab macet, karena penyebab macet sebenarnya adalah jumlah kendaraan yang semakin banyak sehingga jalan yang ada tidak mampu lagi menampungnya.</p>
<p>Pemerintah sebenarnya sudah melakukan berbagai hal untuk mengatasi hal ini mulai dari cara biasa hingga yang bisa dikatakan ekstrem. Cara tersebut misalnya menggalakkan penggunaan sepeda dayung, membangun jalan-jalan baru, mengurangi subsidi BBM, aturan jumlah minimum penumpang untuk mobil pribadi, meningkatkan pajak kendaraan hingga wacana terakhir yaitu pelarangan penggunaan premium (yang notabene harganya disubsidi pemerintah) bagi sepeda motor.</p>
<p>(Khusus di Bali, kini berkembang rencana pembuatan jalan layang atau jalan tol yang sepertinya menjadi pro dan kontra karena mungkin akan berbenturan dengan adat dan agama di Bali).</p>
<p>Sebagian besar cara tersebut sudah ditempuh namun tak satupun berhasil, kemacetan tetap saja terjadi dan bahkan cenderung bertambah parah. Pemerintah tidak pernah berhasil mengatasi penyebab kemacetan yang sebenarnya yaitu jumlah kendaraan yang sudah terlalu banyak. Minat dan kemampuan untuk membeli dan menggunakan kendaraan pribadi adalah penyebab utama. Di samping itu, jumlah penduduk adalah penyebab lainnya. Inilah yang seharusnya menjadi fokus.</p>
<p>Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi hal tersebut? Masalah tentu saja tidak akan selesai dengan cara semacam menaikkan pajak kendaraan pribadi, menaikkan harga BBM dan lain-lain. Cara-cara itu sudah kuno. Apakah suatu saat pemerintah akan mengeluarkan larangan bagi rakyat untuk membeli kendaraan pribadi?</p>
<p>Yang menjadi fokus sebenarnya adalah apa penyebab masyarakat selalu berusaha untuk membeli kendaraan pribadi. Jelas itu karena kebutuhan, karena tingginya mobilitas masyarakat saat ini. Maka mau tidak mau cara terbaik sebenarnya yang bisa dilakukan pemerintah adalah penyediaan sarana angkutan umum! Angkutan umum yang aman, nyaman, murah dan profesional!</p>
<p>Mewujudkannya memang tidak mudah, tetapi setidaknya kita semua sudah tahu solusinya dan sebaiknya  pemerintah memulai usaha tersebut mulai sekarang juga dan dilandasi atas niat yang baik untuk jangka panjang, sebelum kemacetan semakin parah. Dan harus secara serius serta profesional. Harus dibuat perencanaan matang dari awal bagaimana membangun sebuah sistem transportasi massal yang baik dan cocok untuk diterapkan di daerah tertentu sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut.</p>
<p>Langkah pemerintah ini jangan hanya asal-asalan karena image angkutan umum dimata masyarakat saat ini sudah sedemikian buruk. Citra yang baik akan bisa mengubah pola pikir masyarakat sehingga nantinya membeli kendaraan pribadi bukanlah sebuah hal yang mutlak lagi karena angkutan umum yang baik telah tersedia.</p>
<p>Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota harus bekerjasama dan segera bertindak karena merekalah yang paling tahu bagaimana kondisi di daerahnya. Jangan hanya menunggu program dari pemerintah pusat. Dengan dana APBD yang ada, seharusnya mewujudkan rencana pembuatan sistem transportasi massal yang baik bukanlah mustahil. Tentu saja harus bekerja sama juga dengan mereka yang ahli dalam masalah transpotasi massal.</p>
<p>Dan tentu saja mengatasi masalah kemacetan seperti ini tidak bisa dalam waktu sekejap, perlu rencana jangka panjang dan ide-ide jenius yang sebelumnya mungkin dianggap gila. Jadi saya tantang bagi anda yang ingin menjadi Bupati, Walikota, Gubernur atau DPR, siapa saja yang punya keinginan dan niat untuk menjadikan keadaan lebih baik, akan saya dukung dan saya tidak ragu untuk mencoblos muka anda, eh maksud saya gambar anda ketika pemilu nanti.<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/bus-trans-sarbagita/' title='Bus Trans Sarbagita'>Bus Trans Sarbagita</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/helm/' title='Helm'>Helm</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/senyummu-merobek-dompetku/' title='Senyummu Merobek Dompetku'>Senyummu Merobek Dompetku</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/sistem-kasta-di-bali/' title='Sistem Kasta di Bali'>Sistem Kasta di Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/ketemu-aparat-saya-lebih-baik-menghindar/' title='Ketemu Aparat, Saya Lebih Baik Menghindar'>Ketemu Aparat, Saya Lebih Baik Menghindar</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fmacet-oh-macet%2F&amp;title=Macet%20oh%20Macet%21" id="wpa2a_2"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/macet-oh-macet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dosen Korupsi Waktu?</title>
		<link>http://imadewira.com/dosen-korupsi-waktu/</link>
		<comments>http://imadewira.com/dosen-korupsi-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 04:19:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>imadewira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[cpns]]></category>
		<category><![CDATA[dosen]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://imadewira.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Berhubung peringatan hari Anti Korupsi sedunia belum lewat jauh, kali ini kita bicara lagi tentang korupsi. Tapi saya tidak akan ikut-ikutan menyalak untuk menghujat para koruptor yang ndak jelas siapa yang dimaksud. Dan saya juga tidak akan ikut berdemo apalagi sampai berbuat anarkis dan merusak fasilitas umum. Dan bahkan mungkin merusak dan menghancurkan barang milik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berhubung <a title="peringatan hari anti korupsi sedunia" href="http://imadewira.com/peringatan-hari-anti-korupsi-sedunia/" target="_blank">peringatan hari Anti Korupsi</a> sedunia belum lewat jauh, kali ini kita bicara lagi tentang korupsi. Tapi saya tidak akan ikut-ikutan menyalak untuk menghujat para koruptor yang ndak jelas siapa yang dimaksud. Dan saya juga tidak akan ikut berdemo apalagi sampai berbuat anarkis dan merusak fasilitas umum. Dan bahkan mungkin merusak dan menghancurkan barang milik rakyat yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan korupsi.</p>
<p><span id="more-192"></span>Kali ini saya mencoba introspeksi diri saja. Melihat diri sendiri, sudahkah saya bersih dari korupsi? Pernahkah saya korupsi hingga merugikan negara atau merugikan orang lain? Dalam hal uang, jelas saja saya tidak pernah korupsi, apa yang mau dikorupsi? Pekerjaan saya adalah seorang dosen, dan sejak bulan April lalu saya menjadi dosen tetap (CPNS) di sebuah kampus plat merah.</p>
<p>Satu-satunya korupsi yang pernah saya lakukan adalah korupsi waktu, saya akui itu. Sehebat apapun saya, tidak mungkin saya benar-benar sempurna dalam mengajar. Minimal satu atau dua menit sebelum jam berakhir, pasti saja saya pernah mendahului selesai mengajar. Umumnya mahasiswa pun senang, tapi saya tahu ada satu dua mahasiswa yang kritis berkata dalam hati, &#8220;dosen ini curang, korupsi waktu&#8221;.</p>
<p>Okelah, saya akui itu. Tapi cobalah sedikit bijaksana, dosen mana yang tidak pernah seperti itu? Okelah saya mungkin korupsi semenit dua menit waktu. Tapi apakah ada yang membayar saya ketika &#8220;mengajar&#8221; di luar jam kuliah?</p>
<p>Saya bukan sok idealis, tapi saya selalu berusaha untuk memberi tugas kepada mahasiswa. Umumnya tugas itu akan saya minta untuk dikirim via email, sedikit memaksa mahasiswa untuk membiasakan diri memanfaatkan teknologi yang sudah ada. Dan saya pun akan memeriksa semua tugas-tugas serta berusaha memberikan tanggapan apakah sudah benar atau tidak. Saya juga membuat sebuah website (blog) yang khusus berisi semua materi perkuliahan serta contoh soal dan jawaban. Jadi, semua usaha ini saya anggap sebagai kompensasi atas korupsi beberapa menit itu.<br />
<h3 class='related_post_title'>Baca Juga:</h3>
<ul class='related_post'>
<li><a href='http://imadewira.com/sms-mahasiswa/' title='SMS Mahasiswa'>SMS Mahasiswa</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/sk-pns-100/' title='SK PNS 100%'>SK PNS 100%</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/satu-tahun-di-stp-nusa-dua-bali/' title='Satu Tahun di STP Nusa Dua Bali'>Satu Tahun di STP Nusa Dua Bali</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/waktu-yang-tepat-untuk-blogwalking/' title='Waktu Yang Tepat Untuk Blogwalking'>Waktu Yang Tepat Untuk Blogwalking</a></li>
<li><a href='http://imadewira.com/menilai-sebuah-blog/' title='Menilai Sebuah Blog'>Menilai Sebuah Blog</a></li>
</ul>
<p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fimadewira.com%2Fdosen-korupsi-waktu%2F&amp;title=Dosen%20Korupsi%20Waktu%3F" id="wpa2a_4"><img src="http://imadewira.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://imadewira.com/dosen-korupsi-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

