Posts Tagged ‘motor’

Sebuah Khayalan Teknologi di Kepolisian

January 24th, 2013

Baru saja saya blogwalking dan menemukan sebuah tulisan yang menceritakan tentang razia kendaraan yang biasa dilakukan oleh kepolisian. Si penulis mengungkapkan tentang rasa malesnya menunjukkan STNK, SIM dan mungkin KTP yang kadang membutuhkan waktu, apalagi kalau sampai antre untuk diperiksa. Saya kemudian memiliki pertanyaan, apakah razia yang dilaksanakan oleh polisi selama ini sudah efektif? Apakah tidak ada yang lolos? Hmmm..

» Read more: Sebuah Khayalan Teknologi di Kepolisian

Ketika Musim Hujan Datang

December 17th, 2012

hujan

Salah satu kendala yang saya rasakan bekerja di tempat yang sekarang ini adalah jarak kantor yang lumayan jauh dari rumah, sekitar 27 KM. Itu artinya setiap bekerja saya akan menempuh jarak 54 KM untuk pulang pergi, apalagi ditambah dengan kondisi jalan yang semakin tidak manusiawi, macet dimana-mana. Dan ditambah lagi jika musim hujan datang, lengkaplah “penderitaan” saya.

» Read more: Ketika Musim Hujan Datang

Selamat Jalan Cecep

November 26th, 2012

Cecep sudah siap dibawa pergi oleh pemilik barunya. Selamat jalan Cep..

Cecep, sebuah sepeda motor Yamaha Vixion tahun 2008 yang saya beli pada bulan April tahun 2010 kini telah pensiun dari tugasnya menemani saya sehari-hari. Setelah lebih dari dua tahun menjalankan tugasnya sebagai kuda besi saya, kini saya telah memantapkan pikiran untuk melego Cecep kepada orang lain yang lebih membutuhkan jasanya. Dulu, ketika membelinya dari pemilik sebelumnya di Jl. Gunung AgungĀ  Denpasar, alasan saya adalah karena saya membutuhkan sebuah sepeda motor yang lebih bertenaga untuk menempuh jarak 54 KM (PP) setiap hari kerja.

» Read more: Selamat Jalan Cecep

Maafkan Saya Nek, Hanya Itu Yang Bisa Saya Lakukan

June 17th, 2010

Pagi ini saya berangkat ke kampus lebih pagi, karena ini hari Jumat dan jadwalnya untuk berolahraga badminton di kampus. Tepat pukul 7 saya ditemani Cecep menelusuri jalanan dari Kerobokan melewati Sunset Road menuju Nusa Dua, tempat saya bekerja.

Saya sempat berhenti untuk sarapan nasi kuning di pinggir by Pass Ngurah Rai, beberapa puluh meter dari bundaran Simpang Siur Kuta. Jalanan yang sudah mulai padat tidak saya perdulikan, dengan beberapa orang yang juga menikmati sarapan nasi bungkus di pinggir jalan, murah meriah.

» Read more: Maafkan Saya Nek, Hanya Itu Yang Bisa Saya Lakukan

Selamat Jalan Bejo

April 20th, 2010

Setelah Cecep datang untuk menemani saya, otomatis Bejo tersingkir. Saya sebenarnya sedih dan merasa berat untuk melepas Bejo. Sama beratnya ketika dulu saya terpaksa menjual Kereta Senja (sebutan teman-teman SMA untuk Honda Prima tahun 1989 milik saya) saya di tahun 2005 karena perlu uang muka untuk mendatangkan Bejo dari dealer Yamaha. Kereta Senja itu sudah saya gunakan sejak kelas 3 SMP hingga saya lulus kuliah tahun 2005 di Surabaya. Kereta Senja itu sudah berkali-kali menerjang banjir di seputaran Semolo dari Rungkut menuju kampus ITATS. » Read more: Selamat Jalan Bejo