Sakit Telinga Bindeng Satu Bulan Lebih

Beberapa waktu yang lalu saya mengalami sakit telinga bindeng selama lebih dari satu bulan. Cerita tentang sakit telinga bindeng saya ini berawal sekitar pertengahan bulan Mei yang lalu. Berawal dari sakit flu biasa yang biasanya mereda dalam beberapa hari saja. Awal flu ini saya sempat merasa meriang tapi segera reda setelah saya minum obat. Beberapa hari kemudian saya harus berangkat ke Makassar karena mendapatkan tugas dinas di kantor. Memang ini pertama kalinya saya tugas luar dalam kondisi flu.

Selama 5 hari di Makassar saya belum sakit telinga bindeng, hanya saja flu saya disana semakin parah. Saya merasa ini gejala flu yang paling parah yang saya rasakan, ingus saya sangat banyak dan juga dahak yang sangat banyak juga, untungnya kondisi fisik masih baik sehingga semua kegiatan bisa saya ikuti dengan baik hingga hari terakhir. Sepulang dari Makassar saya kembali ke Bali dalam kondisi masih flu berat.

Dalam perjalanan pulang dari Makassar ke Bali inilah pertama kali saya merasakan sakit telinga bindeng, sakitnya benar-benar terasa sakit di telinga. Telinga saya tidak hanya mampet bindeng biasa seperti naik pesawat sebelum-sebelumnya, kali ini telinga saya terasa mampet sampai sakit, terutama selama sekian menit menjelang landing. Untung saja tidak sampai terjadi apa-apa dengan genderang telinga saya.

Setelah landing, bindeng mampet di telinga saya masih terasa, tetapi tidak terasa sakit seperti saat pesawat mulai turun dari ketinggian sebelumnya. Nah, masalahnya mampet di telinga saya ini tidak hilang juga sampai berhar-hari, padahal biasanya tidak sampai satu jam setelah keluar dari pesawat telinga saya sudah plong kembali. Sekitar 5 hari kemudian belum ada tanda-tanda membaik di telinga saya, khususnya yang kanan. Saya memutuskan periksa ke dokter THT.

Setelah diperiksa oleh dokter THT, dikatakan kondisi telinga saya di luar genderang telinga bagus, masalahnya ada pada saluran dari telinga ke hidung, ada banyak lendir ingus dan juga bengkak sehingga saluran ini mampet. Saya kemudian diberi obat flu, disarankan jangan mandi malam, minum air hangat, jangan pakai AC, intinya kondisi flu harus sembuh dan kondisi harus fit.

Beberapa hari kemudian kondisi saya mendingan tetapi telinga masih mampet juga, masih bindeng. Karena sekitar sebulan kemudian saya akan ada tugas luar lagi ke Jakarta, saya sempat khawatir apakah bisa sembuh sebelum itu. Seminggu kemudian saya mencoba ke dokter THT lainnya, hasilnya sama seperti penjelasan dokter sebelumnya. Saya dikasi obat dan saran yang sama. Sekitar 2 minggu kemudian flu saya belum hilang juga, begitu juga telinga saya masih bindeng, hingga seminggu sebelum berangkat saya memutuskan ke dokter THT lainnya lagi. Hasilnya? Sama juga, dikasi obat lagi dan diyakinkan bahwa tidak apa-apa berangkat minggu depan.

Tiba saatnya saya tugas dinas lagi ke Jakarta, kondisi telinga masih agak mampet, saat di pesawat khususnya saat pesawat mulai turun, telinga saya sakit lagi, benar-benar terasa sakit. Karena sudah terlanjur mau tidak mau kegiatan selama di Jakarta harus saya ikuti. Syukurnya dalam kondisi telinga mampet saya masih bisa mengikuti semua kegiatan. Hingga kembali ke Bali saat pesawat mau turun telinga saya sakit lagi.

Saat sudah di Bali, saya kembali ke dokter THT yang ketiga sebelumnya, hasilnya sama, telinga saya masih bengkak. Saya mulai merasa lelah dengan sakit telinga bindeng ini, sudah hampir 2 bulan rasanya berkutat dengan sakit telinga. Akhirnya terakhir saya kembali ke dokter yang kedua sehingga total sudah 5 kali saya ke dokter THT dengan 3 dokter. Ke dokter terakhir ini hasilnya juga sama, hanya diberi obat, jalan satu-satunya ya harus sabar menunggu, kurangi pakai AC, coba hirup uap air hangat dan seterusnya.

Yah mau gimana lagi, saya kembali bersabar dan ikuti petunjuk dokter. Hingga akhirnya beberapa hari kemudian mulai ada tanda-tanda membaik. Sampai sekitar 2 bulan setelah sakit telinga bindeng akhirnya benar-benar hilang. Untuk pertama kalinya setelah 2 bulan telinga saya kembali normal, rasanya luar biasa senang, saya bahagia dan bersyukur sekali ketika pendengaran saya kembali normal.

Kesimpulan dari pengalaman sakit telinga bindeng yang saya alami ini adalah:

  1. Usahakan bepergian naik pesawat dalam kondisi fit, khususnya tidak dalam kondisi flu.
  2. Jika mengalami telinga bindeng berhari-hari seperti yang saya alami, usahakan jangan naik pesawat dulu.
  3. Periksa ke dokter dan ikuti semua petunjuk dokter.
  4. Sabar, ini tidak kalah penting, sakit telinga bindeng ini tidak bisa sembuh seketika, penyembuhannya secara bertahap, bahkan setelah telinga saya sembuh itu pun kadang beberapa kali mampet lagi tapi segera plong lagi setelahnya.

Operasi Batu Ginjal : URS dan ESWL #3

Selasa, 13 Desember 2011

Tiba juga saatnya untuk mengangkat selang dalam tubuh saya. Setelah menelepon Dokter GWK untuk memastikan, pukul 18.30 saya sudah tiba di RS BaliMed dan langsung masuk UGD untuk persiapan proses mengangkat selang. Saya menunggu cukup lama, sampai pukul 21.45 barulah akhirnya tindakan pengangkatan selang itu dilakukan. Sebenarnya tidak lama, hanya sekitar 3 menit. Selang kecil sepanjang sekitar 30 cm itu dikeluarkan dari tubuh saya, melalui penis. Tidak terlalu sakit karena saya sudah dibius lokal pada penis. Terasa sakit sedikit saja dan agak geli. Saya lalu pulang dan membayar di RS BaliMed sekitar 3 juta. Saya tidak rawat inap lagi dan sudah bisa berjalan seperti biasa langsung setelah itu.

Read More

Operasi Batu Ginjal : URS dan ESWL #2

Rabu, 7 Desember 2011

Dini hari sekitar pukul 4.00 perut saya sakit lagi, coba saya tahan dengan minum air saja. Dalam hati saya sudah memutuskan bahwa saya harus menjalani operasi secepatnya. Pagi sekitar pukul 7.00 setelah diskusi kecil dengan istri dan keluarga, kami memutuskan untuk menelepon dokter. Istri saya menelepon Dokter GWK dan menyampaikan bahwa saya siap menjalani operasi hari itu juga. Pukul 09.00 kami sudah tiba di RS BaliMed, mendaftar di resepsionis lalu saya masuk UGD untuk melakukan persiapan operasi. Cek kondisi fisik, tekanan darah, suntik antibiotik dan lain-lain.

Read More

Hiatus Tanpa Rencana

Tak terasa ternyata sudah 10 hari saya meninggalkan blog ini sejak tulisan terakhir saya 10 hari yang lalu, bisa dikatakan saya telah hiatus dari dunia blog. Tapi saya hiatus tanpa rencana, tanpa direncanakan. Berbagai hal menyebabkan saya terpaksa membiarkan blog ini terlantar selama beberapa hari.

Yang pertama adalah karena putri saya kena cacar, sebenarnya saya masih bisa ngeblog, tetapi di hari ke 5 panas tubuhnya tidak mau turun dan akhirnya harus opname. Saya dan istri pun langsung menyetujui saran dokter untuk opname dengan pertimbangan agar putri saya bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik. Bagaimana pun, untuk seorang bayi yang belum genap berumur 1 bulan, saya merasa lebih aman dirawat di rumah sakit. Setelah 3 hari opname, kondisinya mulai pulih dan diperbolehkan pulang. Saat ini putri saya sudah sembuh.

Read More