Spies Hentikan Stoner

Adalah Ben Spies, pembalap yang merupakan tandem Jorge Lorenzo di tim utama Yamaha, yang akhirnya bisa menghentikan Casey Stoner.

Sebelumnya, saya bingung untuk menentukan pembalap mana yang akan bisa menghentikan dominasi Casey Stoner, pembalap Repsol Honda yang sudah menang sebanyak 4 kali dalam 6 seri awal. Bahkan sebelum MotoGP Belanda akhir pekan lalu Stoner mencatat 3 kali kemenangan beruntun.

Dan akhirnya, bukan Lorenzo, Pedrosa, Dovizioso, Rossi atau bahkan Simoncelli. Tapi yang berhasil menghentikan laju Stoner adalah Ben Spies. Memang banyak faktor yang membuat Spies akhirnya menjadi yang tercepat dan meraih kemenangan untuk pertama kalinya musim ini di kelas MotoGP sekaligus menghentikan kemenangan beruntun Stoner.

Spies start dari urutan ke 2 sementara pole diraih oleh Simoncelli. Baru beberapa tikungan terjadilah insiden, Simoncelli terjatuh dari motornya di sebuah tikungan. Nasib sial dialami Lorenzo karena tersenggol dan ikut terjatuh. Sementara Spies langsung melesat di depan dan tidak mampu dikejar oleh Stoner serta Dovizioso hingga menyentuh garis finish.

Sementara itu Lorenzo mampu melanjutkan balapan namun hanya mampu finish di posisi 6. Seandainya saja tidak “dijatuhkan” oleh Simoncelli maka sangat mungkin Lorenzo lah yang akan berdiri sebagai juara di MotoGP Belanda. Simoncelli sendiri akhirnya hanya finish ke 9. Ini adalah kejadian ke sekian kalinya Simoncelli membuat “rusuh” dan setelah ini mungkin akan semakin banyak mendapat kecaman.

Tapi bagaimana pun, hasil balapan tidak bisa diubah. Walaupun gagal menempatkan dua pembalap di podium, tapi kemenangan Spies tetap terasa manis dan spesial bagi Yamaha. Selain karena berhasil menghentikan kemenangan beruntun Stoner, kemenangan ini juga menjadi kado indah Yamaha yang merayakan 50 tahun keikutsertaan mereka di MotoGP.

Di posisi klasemen, Stoner yang finish runner up semakin menjauh dari Lorenzo, dan inilah kemungkinan penyebab Stoner tidak mau ngotot mengejar Spies dalam balapan di Assen kemarin. Melihat Lorenzo terjatuh, maka mengumpulkan poin untuk juara dunia adalah strategi yang bagus untuk Stoner.

Oya, Rossi yang menggunakan Ducati GP11.1 (menggunakan sasis GP12) akhirnya meraih hasil cukup baik dengan finish ke 4 mengingat Rossi start di luar 10 besar. Hasil ini juga menjadi modal yang cukup untuk menatap balapan selanjutnya yang akan di gelar di Mugello, Italia akhir pekan ini yaitu hanya seminggu setelah MotoGP Belanda.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

11 thoughts on “Spies Hentikan Stoner

  1. buat aku simoncelli adalah next valentino Roosi, yang mana sama sama italia, sama sama berani ambil resiko sama sama nekad dan sama sama bermental juara, hanya saja simoncelli sekarang ini belum beruntung karena selalu terjadi insiden, tapi justru itu yang bikin balapan seru dan tidak monoton…

  2. Bener banget simoncelli adalah next Valentino rossi, cuman dia sekarang kurang sarat pengalaman dan menurut saya dia masih grogi dalam balapan bersama..perlu pengemblengan mental lagi

    salam..

  3. Saya udah gak sabar nunggu GP di Italia akhir pekan ini. Kayaknya peluang Rossi dan Simoncelli cukup bagus berhubung main di rumah sendiri. Semoga gak ada insiden jatuh lagi biar persaingan lebih ketat.

  4. Oh pantes tidak ngotot karena skornya masih memimpin ya! Main strategi berarti.. main aman ketimbang ngotot tapi malah ancur sendiri… :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *