Selamat Tahun Baru Caka 1934

March 25th, 2012 by imadewira Leave a reply »

Untuk umat beragama Hindu dimanapun berada, saya mengucapkan selamat Tahun Baru Caka 1934. Semoga Catur Brata Nyepi bisa dijalankan dengan baik sesuai dengan kemampuan masing-masing. Semoga semua umat manusia dan lingkungannya memperoleh kedamaian. Ah, saya tidak pintar membuat kata-kata. Intinya, saya ingin semua senang, semua tersenyum.

Hari Suci Nyepi sebagai pertanda Tahun Baru Caka kemarin berjalan dengan baik, walaupun sedikit noda-noda mewarnai, namun secara umum saya baca di media massa bahwa pelaksanaan Hari Suci Nyepi di Bali berjalan dengan baik, khususnya berkaitan dengan jatuhnya hari suci Nyepi pada hari Jumat dimana umat Muslim yang tinggal di Bali melaksanakan ibadah sholat Jumat.

Semoga saja keharmonisan antar umat beragama di Bali bukan hanya di permukaan, tapi memang benar-benar sampai pada pelaksanaan di lapangan. Bukan hanya di mulut tapi benar-benar dari hati. Karena percuma saja kita membicarakan kerukunan dan kedamaian di Bali tapi pada pelaksanaannya di hati masih tersimpan rasa tidak suka kepada mereka yang berbeda keyakinan. Ya, semoga semuanya damai.

Sedikit beralih topik tentang Nyepi kemarin. Untuk pertama kalinya saya Nyepi di rumah mertua. Saya dan istri serta putri saya, Nindi, menginap di rumah mertua. Kami sudah bermalam disana sejak malam Pengerupukan setelah selesai menonton acara pawai ogoh-ogoh. Dini hari pukul 05.00 saya sempat pulang ke rumah untuk mengambil makanan “lawar” buatan Ajik (ayah) saya untuk dibawa ke rumah mertua.

Pelaksanaan Nyepi dimulai pukul 06.00 hingga pukul 06.00 keesokan harinya, jadi selama 24 jam penuh. Pagi hari cuaca gerimis, padahal saya sudah berencana pergi ke rumah paman dengan menaiki sepeda. Ya, ini memang melanggar karena seharusnya kita tidak boleh bepergian kemana-mana saat Nyepi. Karena gerimis jadi saya batal melanggar. Dari pagi sampai sore kegiatan kami cuma makan dan tidur saja.

Sore sekitar pukul 16.00 sudah tidak ada hujan walaupun masih mendung. Saya memberanikan diri untuk pergi naik sepeda menuju rumah paman. Jaraknya memang tidak jauh, hanya sekitar 700 meter, tapi tempatnya berbeda “banjar” dengan rumah mertua saya. Saya keluar naik sepeda, beberapa masyarakat saya lihat nongkrong di pinggir jalan, di depan rumah mereka.

Belum jauh, memasuki daerah “banjar” saya, saya dihadang oleh seorang pecalang. Pecalang ini kebetulan adalah teman saya sendiri hehe. Kami mengobrol, dia sebenarnya mempersilakan saya lewat, mungkin karena tidak enak sama saya. Tapi saya sendiri jadi malu, saya langsung pamit dan balik ke rumah mertua yang tidak jauh dari sana. Ada rasa menyesal karena melanggar itu :-(

Setelah itu, saya dan istri cuma keluar sampai di depan pintu pagar rumah saja. Sekedar untuk melihat bagaimana suasana jalan raya yang sepi tanpa ada kendaraan yang melintas. Malam harinya, di kamar tempat saya dan istri serta anak tidur, kami tetap menyalakan lampu tapi hanya lampu tidur. Maklum Nindi putri saya masih kecil. Namun tentu saja cahaya lampu tidak sampai keluar kamar. Saya sendiri belum bisa tidur sampai tengah malam dan sempat online.

Jadi begitulah kegiatan saya dan keluarga di hari Nyepi kemarin. Jujur, saya belum bisa melaksanakan Catur Brata Nyepi dengan sempurna. Semoga tahun depan bisa lebih baik.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

9 comments

  1. Saya gak melaksanakan nyepi, tapi dari cerita mas, saya bisa merasakan betapa damainya hari itu ya..
    Bunga Mesa Ananda´s last blog post ..Apakah Twitter Telah Melegalkan Format RT?

  2. PanDe Baik says:

    Nyepi kali ini mungkin yang paling berkesan bagi MiRah putri kami, bisa jadi lantaran ia mulai mampu mengingat satu demi satu kejadian yang telah lama berlalu…
    Selama Nyepi bisa dibilang saya gag keluar hingga jalan raya, hanya sampai Natah saja. agak jenuh juga sih, tapi nyaman, gag ada keributan satupun…
    PanDe Baik´s last blog post ..Let’s Play Angry Birds Space

  3. applausr says:

    saya baru denger nih ada yang bisa keluar jalan jalan ya… nakal juga ya… sebenarnya kalau ketahuan keluar ada hukumannya apa tidak ya?
    applausr´s last blog post ..Korupsi

    • imadewira says:

      Hukuman sih tidak ada, mungkin malu saja dilihat orang lain. Kalau ketahuan pecalang, mungkin diajak ke Balai banjar untuk diberikan bimbingan mungkin.

  4. adiarta says:

    Selamat Tahun Baru Caka 1934 juga buat kawan-kawan semua. Kalau saya 24 jam penuh, bahkan lebih, nggak kemana-mana. Meski mau melanggar, memang gak bisa lantaran kondisi badan kurang sehat, maklum sehabis menggelar pawai ogoh-ogoh sambil hujan-hujanan. Jadi cuma istirahat aja di rumah…
    adiarta´s last blog post ..Tips Milih Pacar Biar Gak Bingung

  5. DV says:

    Selamat tahun baru untukmu dan keluarga besar, Bli!

    Semoga selalu dan semakin diberkati ya
    DV´s last blog post ..Siti

Leave a Reply

CommentLuv badge