Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan Oktober 2013

Penjor Galungan Oktober 2013 di depan rumah saya
Penjor Galungan Oktober 2013 di depan rumah saya

Biasanya ucapan selamat hari raya Galungan adalah  “Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan”, karena memang hari raya Galungan selalu dan pasti diikuti dengan hari raya Kuningan, tepatnya 10 hari setelah hari raya Galungan. Kedua hari raya ini datangnya setiap 6 bulan Bali (210 hari), maka dalam setahun akan ada dua kali hari raya Galungan dan Kuningan. Dua kali setahun membuat datangnya hari raya ini terasa tidak lama, dan maka dari itulah judul tulisan saya ini saya tambahkan “Oktober 2013” sehingga nanti mudah dibedakan dengan tulisan hari raya Galungan enam bulan yang lalu, ya walaupun tidak setiap hari raya Galungan saya membuat tulisan khusus.

Hari raya Galungan kali ini bagi saya terasa hampir sama dengan hari raya Galungan sebelum-sebelumnya. Semuanya anggota keluarga sibuk dengan tugas masing-masing, yang laki-laki akan sibuk mempersiapkan penjor Galungan, menghias “pelinggih”, nampah (menyembelih) babi dan seterusnya. Yang perempuan biasanya jauh lebih sibuk karena harus mempersiapkan berbagai sesajen untuk Galungan.

Kalaupun ada yang berbeda kali ini adalah karena Ajik (ayah) saya yang sedang sakit sejak beberapa hari sebelum Galungan. Beliau sepertinya benar-benar kelelahan setelah ikut sibuk menjadi panitia dalam upcara “metatah” dan “telubulanan” massal yang diadakan seminggu sebelum Galungan. Kondisinya benar-benar drop, terlihat pucat dan kurus karena beberapa hari tidak bisa makan. Saya sudah mengajaknya ke dokter bahkan sempat cek darah namun hasilnya normal-normal saja, untunglah sejak kemarin beliau sudah membaik dan bisa beraktivitas walaupun masih agak lemas.

Dan berkaitan dengan Galungan, ada satu peran Ajik saya yang tidak bisa saya gantikan yaitu dalam urusan membuat Lawar. Lawar adalah masakan khas Bali yang biasa dibuat ketika ada acara adat dan keagamaan di Bali. Apalagi dalam hari raya Galungan, lawar adalah sebuah menu wajib. Saya bukan memuji, tapi untuk urusan membuat lawar, Ajik saya rasanya belum ada yang bisa menyamai. Rasa lawar buatan Ajik saya masih yang paling enak yang pernah saya tahu. Tapi sayangnya saya sama sekali belum bisa berguru kepada beliau.

Untungnya ada kakak saya yang juga bisa membuat lawar seperti Ajik saya, resep dan cara membuat lawarnya tentu sama dengan Ajik saya, walaupun dari segi rasa masih 1 level di bawah buatan Ajik saya. Jadinya ketika Galungan kemarin saya jam 4 pagi sudah datang ke rumah kakak saya dan membantunya membuat lawar, sambil mulai belajar membuat lawar. Sepertinya sakitnya Ajik saya pas di hari raya Galungan ini membawa hikmah tersendiri bagi saya, ini mungkin sebuah peringatan bagi saya bahwa saya harus segera belajar membuat lawar.

Baiklah, di akhir tulisan ini, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan untuk anda yang beragama Hindu. Untuk yang tinggal di Bali, tentu bisa lebih menikmati Galungan karena umumnya akan mendapat libur selama 3 hari yaitu hari Selasa (penampahan), Rabu (Galungan) dan Kamis (Umanis Galungan).

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

10 thoughts on “Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan Oktober 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *