Selamat Datang Lusi, Si Seksi Lexi

Sebagai pengganti Sarah, Honda Vario kami yang sudah dijual, kami akhirnya memutuskan meminang Lusi, si seksi Yamaha Lexi. Sebenarnya sudah sejak awal tahun kami beberapa kali membicarakan calon pengganti Sarah dimana pilihannya ada beberapa. Kriteria kami adalah motor yang bisa dinaiki oleh saya dan juga istri, yang artinya kriterianya mengerucut pada skuter matik alias skutik.

Nah, diantara banyak skutik yang ada di pasaran saat ini, dari sisi merk pilihan kami saat ini hanya dua yaitu Honda atau Yamaha. Diantara dua merk itu tipe yang masuk incaran kami adalah Honda PCX, Yamaha NMAX, Honda Vario 150, Yamaha Aerox, Honda Vario 125, Yamaha Lexi, Honda Scoopy. Dari sudut pandang kami, semua memiliki kelebihan dan kekurangan. Saya akan mencoba menuliskannya kekurangan dan kelebihan semua pilihan skutik diatas, dan sekali lagi ini dari sudut pandang kami.

Honda PCX, motornya masih baru, belum banyak yang pakai. Fiturnya banyak, lampu depan LED nya keren. Tapi penampilannya kurang keren, masih bagusan NMAX, dan harganya juga agak mahal bagi kami meski kalau dipaksakan masih bisa.

Yamaha NMAX, penampilannya keren, hampir tidak ada cela, powernya diatas PCX. Harganya hampir sekelas sama PCX, tapi fiturnya kalah dengan PCX. Dan juga disini sudah terlalu banyak yang menggunakan NMAX, jadi terasa kurang menarik motor mahal tapi banyak yang menyamai. Di samping itu, PCX dan NMAX sama-sama kurang pas untuk istri saya yang ke kantor cukup sering pakai rok dan “kamen”.

Honda Vario 150, value for money, tapi terlalu mainstream. Desain biasa saja bagi kami. Begitu pula Honda Vario 125, kalau dari sisi fungsional dan value for money, ini sebenarnya pilihan paling tepat, tapi saat ini saya juga sudah memakai Honda Vario 125, masa beli lagi?

Yamaha Aerox, motor ini sebenarnya sangat saya suka, dari awal diluncurkan saya sudah kepincut dengan penampilannya yang sporty. Istri saya sebenarnya setuju kalau ambil Aerox, tapi sayang hanya ada 1 kendala yaitu susah dikendarai istri saya kalau pakai rok atau kamen. Kamipun urungkan niat beli Aerox karena inginnya motor baru ini untuk istri saya.

Honda Scoopy. Nah ini juga keren, motornya cantik dan kekinian. Tapi istri saya kurang setuju, katanya kekecilan. Daripada Scoopy, istri saya lebih memilih Vario 125. Scoopy pun kami lewatkan.

Pilihan terakhir adalah Yamaha Lexi. Motor ini masih terhitung baru, sekelas dengan Vario 125 dari kapasitas mesin dan harga. Lexi tipe terendah lebih mahal sekitar 1 juga dengan Vario 125 kelas terendah. Tapi dengan beberapa kelebihan, kami akhirnya meminang Yamaha Lexi.

Apa saja kelebihannya yang membuat kami memutuskan meminang si seksi Lexi? Nanti saja di artikel selanjutnya. Juga mungkin kami akan sebutkan juga kekurangannya agar seimbang.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.