Sebuah Khayalan Teknologi di Kepolisian

Baru saja saya blogwalking dan menemukan sebuah tulisan yang menceritakan tentang razia kendaraan yang biasa dilakukan oleh kepolisian. Si penulis mengungkapkan tentang rasa malesnya menunjukkan STNK, SIM dan mungkin KTP yang kadang membutuhkan waktu, apalagi kalau sampai antre untuk diperiksa. Saya kemudian memiliki pertanyaan, apakah razia yang dilaksanakan oleh polisi selama ini sudah efektif? Apakah tidak ada yang lolos? Hmmm..

Pikiran saya kemudian membayangkan seandainya saja kegiatan razia semacam ini bisa dibuat menjadi lebih canggih dan lebih efisien. Misalnya menggunakan teknologi informasi yang sudah sedemikian canggihnya saat ini, saya rasa semuanya memungkinkan.

Jadi yang saya bayangkan adalah kepolisian memiliki sebuah sistem informasi yang online dan tergabung di seluruh Indonesia. Di dalam sistem informasi ini tersedia berbagai macam informasi seperti SIM, SKCK, dan berbagai macam informasi lainnya. Juga kalau bisa tergabung dengan data STNK dan BPKB kendaraan. Sistem informasi ini online dan bisa diakses dari mana saja oleh petugas polisi yang bertugas yang tentunya memiliki user dan password untuk masuk.

Dan ketika mengadakan razia, polisi tinggal memanfaatkan sistem informasi tersebut untuk melakukan pemeriksaan. Untuk mengecek kendaraan misalnya, petugas polisi tinggal memasukkan nomor plat kendaraan dan muncullah informasi tentang kendaraan tersebut. Apakah sudah disamsat, siapa pemiliknya, alamatnya, apa warnanya, apa tipenya, brapa cc-nya dan seterusnya sesuai dengan informasi yang ada pada BPKB dan STNK. Bila perlu sampai informasi apakah kendaraan tersebut bermasalah atau tidak. Kalau mau lebih canggih, mungkin dengan mengecek no rangka dan nomor mesin. Dengan begini rasanya pemeriksaan akan menjadi lebih mudah dan lebih akurat.

Untuk pemeriksaan SIM, petugas polisi cukup meminta KTP atau menanyakan nama pengendara. Masukkan ke sistem informasi, lalu jreng-jreng.. Muncullah semua informasi tentang orang tersebut, apakah memiliki SIM, masih aktif atau tidak, pernah kena tilang atau tidak dan seterusnya. Cocokkan juga foto yang tertera disana dengan orangnya. Jadi kalaupun si pengendara lupa membawa SIM, dia tidak akan kena tilang hanya karena lupa.

Untuk masalah kendaraan, saya pernah membaca bahwa motor injeksi semacam Yamah Vixion saat ini sudah dilengkapi chip berisi memori yang akan diakses dan diperiksa saat melakukan service di dealer. Dengan memanfaatkan chip ini, maka sangat memungkinkan untuk digunakaan saat terjadi kehilangan kendaraan, yaitu kerja sama antara dealer dan kepolisian.

Ah….

Semua yang diatas hanya khayalan saya. Tapi apakah khayalan saya itu sesuatu yang tidak mungkin untuk direalisasikan??

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

10 thoughts on “Sebuah Khayalan Teknologi di Kepolisian

    1. @Pande Baik : SDM kayaknya tidak sulit bli, asalkan bisa pake ponsel seharusnya pake aplikasi macam itu pasti bisa. Apalagi ditambah dengan pelatihan-pelatihan kayak di LPSE :D

      Yang perlu ditekankan mungkin masalah mental ya. Mentalnya siap untuk ngayah apa ndak, jangan2 baru ada program baru langsung minta tunjangan, belum kerja udah minta upah. Itu yang parah.

  1. Untuk pemeriksaan SIM, petugas polisi cukup meminta KTP atau menanyakan nama pengendara. Masukkan ke sistem informasi, lalu jreng-jreng.. Muncullah semua informasi tentang orang tersebut, apakah memiliki SIM, masih aktif atau tidak, pernah kena tilang atau tidak dan seterusnya.

    =========================================
    kalau memasukkan nama mungkin banyak orang punya nama yang sama bisa jadi databasenya salah atau tertukar dengan nama orang lain yang memiliki nama yang sama, mungkin bisa masukkan no KTPnya…. hehe

    1. @akriko : masalah nama sama tentunya tidak sesederhana itu, bisa saja masukkan nama lalu keluar hasilnya beberapa data, nanti dicocokkan lagi datanya, misalnya dari foto, jenis kelamin, dll.

  2. semoga saja nie teknologi sekarang sudah mampu menunjang pekerjaan para polisi agar lebih mudah dan efisien dalam menjalankan tugasnya tanpa perlu mengeluarkan banyak waktu dan tenaga

  3. Kayaknya ide yg sangat bagus, dijaman tekologi maju seperti sekarang ini semestinya kita harus mengadaptasi,sistem,spt samsat oneline, contoh lain juga di departemen pertanian sudah menggunakan cyber extansien jadi masyarakat/para pelaku usaha dibidang pertanian cukup mengaksesnya lewat http//www.deptan.co.id sayang nya sdm petani sebagian besar belum trampil mengaksesnya. Sekian terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *