Satu Tahun Pernikahan Kami

Satu tahun, apakah sebuah waktu yang lama? Atau malah hanya sebentar. Memang sangat relatif, tergantung dari masing-masing pribadi yang melewati waktu tersebut. Satu tahun dalam sebuah ikatan pernikahan mungkin hanya sebentar, masih hangat dan nikmat. Menjalani satu tahun pernikahan mungkin belum sampai pada cobaan yang sebenarnya.

Tapi satu tahun tetaplah satu tahun. Tahun pertama sebelum tahun kedua, karena tidak mungkin menjadi dua tahun, tiga tahun dan seterusnya tanpa melewati tahun yang pertama. Tahun yang masih sangat muda, belia dan konon penuh canda dan tawa.

Satu tahun sudah kami (saya dan istri tercinta) melewati kehidupan berumah tangga. Walaupun sebelumnya sudah 9 tahun kami lewati dalam masa berpacaran, tapi hidup berumah tangga jelas berbeda dari pacaran. Satu tahun tepat hari ini, banyak suka yang kami alami dan semua duka bisa kami terima sambil tetap bersyukur kepada Tuhan.

Hal yang paling spesial bagi kami berdua tentu saja kelahiran putri pertama kami tanggal 22 Februari lalu, sekitar hampir 11 bulan setelah kami menikah. Sebuah anugerah yang hampir tak bisa kami ungkapkan dengan kata-kata, hingga hanya tetesan air mata bahagia yang keluar ketika buah hati kami pertama kali membuka matanya dan melihat dunia.

Belum genap sebulan umur si kecil kami tertimpa musibah, ibunya terkena cacar. Tidak lama kemudian ketika si kecil pun ikut tertular dan bahkan sampai opname selama 3 hari. Tapi tetap tegar menjalani hingga semua bisa terlewati dengan baik, kami mencoba menghadapi semua dengan senyuman.

Dalam hal ekonomi dan keuangan juga kami sangat bersyukur, setidaknya kami sudah mendapat lebih dari yang kami perkirakan. Percaya atau tidak, semenjak pernikahan pelan manun pasti kondisi keuangan kami makin membaik dan kami mulai bisa menatanya.

Masih banyak sebenarnya cerita yang kami alami tapi tentu saja tidak cukup untuk diceritakan disini. Seperti pasangan lainnya, biarlah hanya kami, waktu dan Tuhan yang mengetahui semua itu.

Hari ini tentu seharusnya adalah hari spesial buat kami berdua, tapi tidak ada hal spesial yang kami lakukan karena hampir setiap hari setahun belakangan ini terasa spesial. Khususnya ketika si kecil mulai terbentuk dalam kandungan ibunya lalu dia hadir dan mengisi hari-hari kami berdua. Saya pun tak memberikan istri apa-apa hari ini begitu sebaliknya, mungkin karena merasa Tuhan sudah memberikan kami lebih dari cukup, dan tentu saja kami syukuri.

Satu tahun sudah, semoga tahun kedua, ketiga, keempat dan seterusnya bisa kami lewati dengan baik..

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

16 thoughts on “Satu Tahun Pernikahan Kami

  1. Saya sudah 2 tahun berumah tangga. Banyak cobaan dan tantangannya.

    Btw, istri saya juga kena cacar seminggu sebelum melahirkan. Setelah lahir, si kecil diisolasi dari ibunya. Namun, 10 hari kemudian, si kecil juga terkena cacar.

    Dampak lain cacar ini adalah anak saya tidak minum ASI, namun susu formula.Alhamdulilah, walaupun tak minum ASI, si kecil tetap sehat.
    .-= Kang Yudiono´s last blog ..5 Keuntungan Membacklink Postingan Orang Lain =-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *