Rentetan Hari Raya di Bali

Bila ada orang luar Bali dan baru tinggal di Bali sekitar sebulan terakhir ini mungkin akan merasa sedikit heran dengan apa yang dilakukan orang Bali. Rasanya setiap hari selalu sibuk menyiapkan diri untuk hari raya. Memang benar, bulan Maret ini umat Hindu di Bali disibukkan dengan berbagai rentetan hari raya. Apalagi pada dasarnya umat Hindu khususnya di Bali memiliki sangat banyak hari raya / hari suci, walaupun hanya sebagian yang terkenal sampai keluar Bali.

Khusus di bulan Maret ini, ada dua hari raya yang sangat penting bagi umat Hindu yaitu hari raya Nyepi pada tanggal 12 Maret 2013 dan hari raya Galungan pada tanggal 27 Maret 2013. Dua hari raya ini adalah hari raya yang paling ramai dirayakan di Bali. Yang perlu diketahui adalah walaupun masing-masing hari raya tersebut puncaknya hanya 1 hari namun pelaksanaanya tidaklah sesingkat itu.

Hari raya Nyepi misalnya, rangkaiannya berlangsung setidaknya selama 1 minggu. Mulai dari upacara Melasti (sekitar 3 hari sebelum Nyepi), Tawur Kesanga (sehari sebelum Nyepi), Nyepi (selama 1 hari / 24 jam), Ngembak Geni (sehari setelah Nyepi). Hari raya Galungan dan Kuningan bahkan lebih panjang lagi, dimulai dengan hari Tumpek Bubuh atau Tumpek Pengatag yaitu 25 hari sebelum Galungan, kemudian hari Sugihan Jawa dan Sugihan Bali yaitu sekitar seminggu sebelum Galungan.

Hari-hari  selanjutnya sebelum Galungan memiliki nama dan makna tersendiri. Yang paling dikenal diantaranya adalah sehari sebelum Galungan yaitu Penampahan Galungan, secara kasat mata di Bali akan terlihat umat Hindu menggunakan hari ini untuk menyembelih babi dan tentunya memasang penjor Galungan. Kemudian yang paling sibuk adalah di hari raya Galungan itu sendiri yang merupakan puncak hari raya Galungan. Keesokan harinya adalah Umanis Galungan, biasanya akan digunakan untuk berkunjung ke sanak keluarga atau jalan-jalan. Rentetan hari raya Galungan selalu akan diikuti dengan hari raya Kuningan yaitu 10 hari setelah Galungan. Kesibukan di hari raya Kuningan hampir sama dengan Galungan.

Kesimpulannya, bulan Maret ini umat Hindu di Bali akan sangat sibuk dengan berbagai hari raya. Walaupun begitu, sebenarnya kesibukan hari raya ini tidak akan terlalu mengganggu aktivitas mereka yang bisa mengatur waktu. Apalagi untuk hari raya Galungan yang datangnya setiap enam bulan sekali, belum lagi ditambah dengan berbagai hari raya lainnya, umat Hindu khususnya di Bali seharusnya sudah terbiasa dengan semua kesibukan itu.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *