Rapat Pensisba Online di Kementerian Pariwisata

Perjalanan dinas saya kali ini adalah menemani atasan untuk Rapat terkait dengan Penerimaan Mahasiswa Baru (Pensisba). Ceritanya berawal dari suatu sore di akhir bulan Agustus, Bapak Ketua STPNB datang mampir ke ruangan akademik tempat saya bertugas sehari-hari. Di tengah obrolan singkat, beliau menceritakan bahwa nanti akan ada Rapat di kantor Kementerian Pariwisata di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Isi rapat adalah terkait dengan penerimaan mahasiswa baru, oleh karena itu Bapak Ketua minta agar saya ikut menemani karena saya merupakan Ketua Panitia Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru tahun ini.

Rapat akan diadakan tanggal 7 September 2015 sekitar pukul 11.oo WIB, jadi kemungkinan kami akan berangkat pada hari itu di pagi hari. Beberapa hari sebelum rapat, Kepala Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan atau yang biasa kami sebut Kabag Adak menghubungi saya via telepon, beliau menyampaikan bahwa untuk rapat tersebut Bapak Ketua tidak bisa hadir, jadi Bapak Kabag Adak yang akan mewakili, dan saya tetap bertugas menemani. Jadilah saya berangkat dengan Kabag Adak.

Kami berangkat pada hari Senin, 7 September 2015 sekitar pukul 7 pagi, jadi sekitar pukul 6 saya sudah di bandara. Kami merencanakan untuk kembali ke Bali pada hari itu juga sore harinya, jadi PP alias pulang-pergi tanpa menginap. Untuk pertama kalinya saya berangkat membawa kendaraan sendiri tanpa diantar, jadi kendaraan saya tinggalkan di parkir bandara dan kuncinya saya bawa ke Jakarta.

Perjalanan kami berjalan dengan lancar, bahkan agak santai karena ternyata Bapak Kabag Adak juga orangnya santai dalam perjalanan seperti ini. Ketika tiba di bandara di Jakarta, kami mendapat kabar bahwa rapat diundur 1 jam karena Bapak Deputi masih ada acara penting lain. Kami tiba di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, sekitar 30 menit lebih awal dari jadwal. Setelah menunggu beberapa menit, kami dipersilahkan menikmati makan siang, baru kemudian acara rapat dimulai.

Rapat dipimpin langsung oleh Bapak Deputi Pengembangan Kelembagaan Sumber Daya Manusia, dan dihadiri oleh STP Nusa Dua Bali (STPNB), STP Bandung, Akpar Medan serta Akpar Makasar. Intinya adalah membicarakan mengenai rencana kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru di 4 lembaga pendidikan tinggi tersebut mulai tahun 2016 akan dilaksanakan secara bersama-sama. Teknisnya tentu akan dibahas lebih lanjut di rapat-rapat selanjutnya. Rapat pun berjalan lancar, sementara tugas saya hanya menemani atasan.

Selesai rapat, kami pun langsung kembali meluncur ke bandara Soekarno-Hatta untuk kembali ke Bali. Karena masih ada waktu sekitar 2 jam, di bandara kami sempat istirahat dan makan. Perjalanan ke kembali ke Bali pun berjalan lancar.

 

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

3 thoughts to “Rapat Pensisba Online di Kementerian Pariwisata”

  1. Kalo dulu gak serentak ya penerimaan mahasiswanya?
    Melihat pertumbuhan hotel dan restoran rasanya 4 sekolah tinggi/akademi itu tak sanggup menyediakan tenaga untuk dunia perhotelan dan pariwisata di Indonesia. Pertumbuhan hotel sangat tinggi sekali sejak 10 tahun terakhir.
    Salam sukses bli.

  2. Kalo negara sudah canggih, kayanya bisa ya rapat2 gitu diadain melalui tele atau video conference. Jadi tetap ada di kantor masing-masing tapi bisa mengikuti rapat.

    Soalnya saya kadang-kadang suka males, pergi ke kantor kementerian lain untuk rapat. Apalagi sampai ke daerah lain di luar jakarta.

    Lagipula lebih enak rapat melalui hubungan internet begitu. Kalau ada pertanyaan yang membutuhkan data, bisa sambil dicari di kantor masing-masing data yang dibutuhkan.

    1. @Agung Pushandaka : Jujur, saya juga ndak terlalu suka bepergian keluar daerah, karena pergi sehari aja rasanya udah pengen pulang. Tapi karena tugas ya terpaksa dinikmati aja. Ngomongin teknologi, seharusnya sih bisa, cuma ya tahulah situasi saat ini kayak apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *