Pro Kontra Vote Komodo Dalam New 7 Wonders

November 8th, 2011 by imadewira Leave a reply »

Masalah Vote Komodo dalam New 7 Wonders belakangan ini menjadi pro dan kontra. Masyarakat seperti dibuat bingung, bahkan sampai saat ini banyak yang tidak tahu menahu dan asal ikut-ikutan saja mengirim SMS untuk mendukung Pulau Komodo masuk dalam New 7 Wonders atau yang disingkat N7W. Nah, sebelum menjadi semakin bingung, untuk yang belum tahu silahkan simak beberapa berita berikut ini :

Dan masih banyak berita-berita terkait lainnya di halaman tersebut. Hampir semua berita memang menyudutkan penyelenggara N7W dan membuat saya semakin tidak percaya dengan N7W. Tapi walaupun begitu, tidak ada maksud apa-apa dalam tulisan saya ini, saya hanya berusaha menyebarkan berita dari sumber yang saya anggap dapat dipercaya.Vote Komodo ini pada awalnya saya ketahui dari banyaknya broadcast yang masuk melalui perangkat BlackBerry saya, baik melalui private message maupun di grup-grup yang saya ikuti. Selain saya memang tidak suka prilaku yang asal broadcast seperti itu, saya juga tidak yakin dengan pesan yang disampaikan melalui broadcast karena sumbernya sulit untuk dipercaya.

Ditambah lagi saya memang tidak suka mengikuti polling melalui SMS semacam itu. Bagi saya itu buang-buang pulsa saja. Apalagi ini dilakukan untuk menentukan sebuah kompetisi yang menyangkut nama negara. Saya rasa memenangkan Pulau Komodo harus dengan mengirim SMS sebanyak-banyaknya, maka secara logika siapa yang paling banyak punya uang maka dialah yang menang. Cara seperti ini menurut saya tidak fair. Okelah kalau itu dilakukan untuk acara semacam Indonesian Idol atau Big Brother.

Apalagi belakangan muncul berita bahwa sebenarnya mengirim SMS untuk vote Komodo itu sebenarnya kita belum melakukan Vote, karena vote hanya dapat dilakukan via website dengan menyertakan alamat email dan data-data lainnya. Serta berlaku one man one vote, bukan dengan mengirim SMS sebanyak-banyaknya. Lebih lengkapnya silahkan simak link berikut :

Nah, saya rasa itu saja penjelasannya sudah cukup. Kalau alasan kita adalah nasionalisme, ah rasanya masih jauh. Jika masalah SMS Vote Komodo dikaitkan dengan nasionalisme, rasanya sangat mentah. Mengapa baru bicara nasionalisme untuk mendukung Pulau Komodo saja, masih banyak kekayaan alam dan budaya lain yang perlu kita lestarikan, tentunya termasuk pulau Komodo.

Lagipula menunjukkan rasa nasionalisme tidak harus dan tidak cukup hanya dengan mengirim SMS Vote Komodo. Banyak hal kecil yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan rasa cinta terhadap negeri ini, dengan mentaati lalu lintas misalnya. Berhenti pada lampu merah saat berkendara, menghormati pengguna jalan lainnya adalah hal-hal kecil yang sangat bermanfaat dan tentunya juga masuk dalam nasionalisme. Apalagi jika kita bisa menjauhkan diri dari tindakan korupsi, itu sangat nasionalis.

Yang disayangkan disini adalah prilaku asal ikut-ikutan tanpa mengetahui jelas sumber informasi. Asal ikut mengirim SMS tanpa tahu tarif dan kemana larinya uang yang kita kirimkan. Tapi itu belum seberapa karena yang digunakan adalah uang sendiri, sehingga resiko ditanggung sendiri. Parahnya adalah ketika kita menyebar informasi mengajak orang lain ikut mengirim SMS, sama saja dengan mengajak orang lain melakukan perbuatan yang kita sendiri tidak tahu resikonya. Apalagi mengajak orang lain mendukung via SMS sementara kita sendiri tidak mengirim SMS, wah parah..

Ah, tapi semuanya kembali ke diri masing-masing. Setiap orang punya cara pandang dan pendapat masing-masing. Mau tetap mengirim SMS vote Komodo silahkan, atau tidak ikut-ikutan dalam polling via SMS seperti itu juga silahkan.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

Comments are closed.