Plugin WordPress Thread Comment
Posted on | January 6, 2010 | 47 Comments
Salah satu kelebihan memiliki blog wordpress dengan hosting sendiri adalah kita bisa menambah / menginstall plugin sesuka hati. Sementara pada blog gratis di wordpress.com, kita tidak bisa menambahkan plugin, wajar saja karena namanya juga gratisan. Di blog saya ini, tentu saja saya juga menggunakan plugin. Diantara semua plugin yang saya gunakan di blog ini, ada 3 plugin yang berhubungan dengan komentar, yaitu plugin CommentLuv, plugin Top Commentators, dan plugin WordPress Thread Comment.
Seperti blog pada umumnya, blog ini juga menerima komentar walaupun jumlahnya belum terlalu banyak. Saya pun berusaha sebisa mungkin untuk menanggapi hampir setiap komentar yang masuk. Dulu saya biasanya menanggapi komentar dengan cara ikut menulis komentar, tetapi letak komentar tanggapan saya tersebut menjadi terpisah dan tidak tepat dibawah komentar yang saya tanggapi.
Dengan menggunakan plugin WordPress Thread Comment, komentar tanggapan bisa terlihat langsung di bawah komentar sebelumnya. Hal ini biasanya disebut thread (nested) comment (komentar bersarang). Fasilitas nested comment ini sebenarnya sudah tersedia pada wordpress versi terbaru tanpa menginstall plugin, silahkan coba buka setting komentar di blog anda. Tetapi sayangnya fasilitas nested (thread) comment ini juga tergantung pada theme yang digunakan, dan kebetulan theme yang saya gunakan ini belum support untuk thread comment bawaan wordpress.
Jadi saya memutuskan menggunakan plugin WordPress Thread Comment, disamping itu plugin WordPress Thread Comment juga memiliki beberapa kelebihan dibanding fasilitas thread comment bawaan wordpress. Beberapa kelebihan tersebut diantaranya : Ajax Comment (submit komentar tanpa perlu loading halaman baru), Notification Email (komentator sebelumnya bisa mendapat notifikasi via email), dan lainnya. Plugin WordPress Thread Comment cukup banyak digunakan oleh blogger yang menggunakan WordPress. Bagi yang belum pernah menggunakan, silahkan coba install plugin ini di blog anda.
Apakah anda juga menggunakan plugin WordPress Thread Comment?
Baca Juga:
Comments
47 Responses to “Plugin WordPress Thread Comment”
Leave a Reply


January 6th, 2010 @ 9:45 pm
Sepertinya pertamax
[Reply]
imadewira Reply:
January 8th, 2010 at 2:46 am
@Winarto,
yup
[Reply]
MasRoy Reply:
April 16th, 2010 at 3:22 am
@imadewira, Ijin make pluginnya gan.

MasRoy´s last blog ..Mengapa Anda Gagal Dalam Berbisnis Internet?
[Reply]
imadewira Reply:
April 21st, 2010 at 12:59 am
@MasRoy,
monggo, bukan punya saya kok
[Reply]
January 6th, 2010 @ 9:46 pm
Keduaxx ya
[Reply]
imadewira Reply:
January 8th, 2010 at 2:46 am
@Winarto,
anda benar
[Reply]
January 6th, 2010 @ 9:47 pm
Ketigaxx
Winarto´s last blog ..Sujowo Dikhianati Sujatak (1)
[Reply]
imadewira Reply:
January 8th, 2010 at 2:46 am
@Winarto,
selamat
[Reply]
January 6th, 2010 @ 9:47 pm
Keempatt nok
Winarto´s last blog ..Sujowo Dikhianati Sujatak (1)
[Reply]
imadewira Reply:
January 8th, 2010 at 2:47 am
@Winarto,
sekali lagi dapet piring cantik
[Reply]
January 6th, 2010 @ 9:50 pm
Kelimaxxx
BLog yang konsisten dengan tips WP
Winarto´s last blog ..Sujowo Dikhianati Sujatak (1)
[Reply]
imadewira Reply:
January 8th, 2010 at 2:47 am
@Winarto,
yoi bro..
[Reply]
January 6th, 2010 @ 10:46 pm
Kalau saya mengandalkan sistem thread yang memang langsung bawaan theme. Lumayan ngurangi jatah hosting
[Reply]
imadewira Reply:
January 8th, 2010 at 2:48 am
@Cahya,
betul, sayang theme saya ini belum support
[Reply]
Cahya Reply:
January 8th, 2010 at 3:12 am
@imadewira,
Hmm…, coba ganti thesis theme atau theme builder
[Reply]
imadewira Reply:
January 12th, 2010 at 9:05 pm
@Cahya,
terima kasih, nanti deh saya coba kalau sudah mau ganti theme
[Reply]
Cahya Reply:
January 26th, 2010 at 11:47 pm
@imadewira,
Kalau tidak ganti theme kayanya bisa ditambahkan sistem threading sendiri dengan mengubah PHP dan CSS beberapa bagian sistem komentar, hanya saja saya tidak terlalu mengerti Bli.
Cahya´s last blog ..Setelah Mencoba DISQUS Commenting System
[Reply]
imadewira Reply:
February 5th, 2010 at 2:05 am
@Cahya,
nah itu dia, saya males nyari tips tersebut
Fenny Ferawati Reply:
January 26th, 2010 at 5:02 pm
@Cahya, kalo bawaan yang dari theme setingannya yang mana mas???
==> Enable threaded (nested) comments levels deep <=== kalo yang ini fungsinya untuk apa???
Salam dari Newbie,
Fenny
[Reply]
Cahya Reply:
January 26th, 2010 at 11:51 pm
@Fenny Ferawati,
Kalau bawaan dari theme, secara otomatis akan aktif dengan sendirinya jika diterapkan pada WordPress versi > 2.8.x
Sedangkan enable threaded comments adalah pilihan untuk mengaktifkan threaded comments pada blog yang bersangkutan.
Kalau tidak diaktifkan (disable) nanti komentarnya tetap berada dalam sistem flat.
Cahya´s last blog ..Setelah Mencoba DISQUS Commenting System
[Reply]
imadewira Reply:
February 5th, 2010 at 2:03 am
@Fenny Ferawati,
itu dia cara settingnya
[Reply]
January 6th, 2010 @ 11:16 pm
saya juga lagi mau posting yang dasar2 pak.. siapa tahu bisa jadi trfik bagus
jurug´s last blog ..Cara Mudah Menginstall Plugin WordPress
[Reply]
Winarto Reply:
January 7th, 2010 at 1:26 am
@jurug, tar saya kunjungi
Winarto´s last blog ..Sujowo Dikhianati Sujatak (1)
[Reply]
imadewira Reply:
January 8th, 2010 at 2:49 am
@jurug,
saya sih posting yang dasar2 karena bisanya memang cuma itu, hehe
[Reply]
January 7th, 2010 @ 3:23 am
Hahaha, barusan kemarin aku utak atik buat plugin nested comment. Nyoba nyoba pake external plugins, sampe website sempet error2 selama 24 jam. Akhirnya pakai plugin bawaan wordpress.
Terus buat menampilkan jumlah comment dikurangi comment dari admin sendiri (saya), pakai plugin comments counter filter (dikasih tau Donny). Otak atik sedikit, sesuaikan sama template nya, voila.
Sekarang bisa nge-reply comment orang tanpa khawatir dengan kesan “flood”

Stovila´s last blog ..Budaya “Kerokan”
[Reply]
imadewira Reply:
January 8th, 2010 at 2:49 am
@Stovila,
wah keren, utak-atik sendiri
[Reply]
January 7th, 2010 @ 7:41 am
saya pake threaded comment bawaan WP.

saat ini sudah cukup bisa replay dan bertingkat
Deddy´s last blog ..Serupa Tapi… Sama!
[Reply]
imadewira Reply:
January 8th, 2010 at 2:50 am
@Deddy,
bagus deh, saya nunggu nanti kalau sudah nemu theme yang bagus dan support thread comment bawaan WP, maklum ndak bisa bikin theme
[Reply]
January 7th, 2010 @ 9:01 am
Saya masih memilih untuk cara manual, replay komen dengan mengedit komentar tersebut. Tujuannya untuk mengurangi OOT blogger lain yang tidak begitu diperlukan.
makasi, Bli, komentar rapelannya.
[Reply]
imadewira Reply:
January 8th, 2010 at 2:51 am
@Isnuansa,
makasi kembali atas kunjungannya.. sekali maaf, bukan maksud saya untuk sengaja merapel
[Reply]
January 7th, 2010 @ 3:51 pm
Untuk mengelola thread comment saya ndak pake plugin baru, cuma yang bawaan WordPress aja (under Setting menu).
Btw, kalau boleh tau total jenderal ada brapa plugins yang diinstall, Sob?
Nggak bikin beratkah?
DV´s last blog ..Livetweeting? Pentingkah? Mudahkah?
[Reply]
imadewira Reply:
January 8th, 2010 at 2:54 am
@DV,
Boleh kok, ini dia :
Akismet, All In One SEO Pack, CommentLuv, Efficient Related Posts, Top Commentators, WordPress Thread Comment.
Sementara ini belum masalah dengan loading, semoga saja tidak. Sebenarnya saya mau nambah 2 lagi yaitu Popular Posts dan Random Posts, cuma sedang berpikir untuk mencoba tanpa plugin.
[Reply]
January 26th, 2010 @ 5:05 pm
Terima kasih untuk infonya mas, paling tidak sudah membantu saya menyelesaikan masalah urutan komentar yang jelek, hehehehe
Salam kenal,
[Reply]
imadewira Reply:
February 5th, 2010 at 2:03 am
@Fenny Ferawati,
salam kenal kembali
[Reply]
January 27th, 2010 @ 12:32 am
Bli Wira,

kalo kata ‘reply’ dibuat spesifik, misal ‘
reply to [comment author] at [hh-mm-ss permalink]‘ bisa ngga ya. Jadi kata ‘reply’ di satu halaman tidak berulang percuma kemunculannya (padahal mengacu ke tautan berbeda). Untuk menghindari yang seperti ‘read more’ berulang tapi menuju ke halaman berbeda.dani´s last blog ..Bukan SEO-SEM, hanya sekadar Web Accessibility dan Usability
[Reply]
imadewira Reply:
February 5th, 2010 at 2:07 am
@dani,
waduh, saya belum tahu sampai disana. Btw, memangnya kira pengaruhnya apa ya ketika ada kata “reply” atau “read more” yang berulang begitu?
**lho, kok jadi nanya balik
[Reply]
dani Reply:
February 5th, 2010 at 5:06 am
@imadewira, saya serig tabbing, tapi yang terbaca cuman kata [reply]. Mungkin yang make screen reader juga kedengaran sama: reply reply reply. Menjadi tidak deskriptif, IMO, bli.
[Reply]
imadewira Reply:
February 5th, 2010 at 6:25 am
@dani,
makasi ya bli, eh dok
hehehe, gitu ya? hmmm.. gimana ya, sementara ini karena belum tahu caranya mengakali itu, saya biarin aja deh..
[Reply]
March 27th, 2010 @ 6:28 pm
tapi menurut saya lebih bagus plugin ini daripada bawaan WP versi 9
karena klo bawaan WP, komen reply akan membuat komentar baru di paling bawah semua komentar, sedangkan plugin ini membuat reply tepat dibawah komen yang khusus di reply
MANTAP
IHSAN´s last blog ..Tool untuk Cek Prediksi Google Page Rank Blog Yang Agak Valid
[Reply]
imadewira Reply:
March 31st, 2010 at 12:08 am
@IHSAN,
iya, begitulah
[Reply]
May 27th, 2010 @ 7:36 am
bli, lugin comment notifier yang bagus apa ya?
Hakim´s last blog ..Blog is the real social network
[Reply]
June 3rd, 2010 @ 3:54 am
settingan yang bagus kaya gimana yeee..???
lintaskomputer´s last blog ..Berbagai Cara Mengatasi Masalah Komputer Gagal Masuk ke OS Windows
[Reply]
imadewira Reply:
June 4th, 2010 at 8:27 pm
@lintaskomputer,
maksud anda setting apa ya?
[Reply]
June 14th, 2010 @ 12:19 am
Enable Ajax Support sudah dicentang tapi masi nge reload caranya gimana bang
[Reply]
imadewira Reply:
June 15th, 2010 at 12:45 am
@changcut rangers,
hmmm… seharusnya sih sudah mau tuh
[Reply]
July 15th, 2010 @ 3:32 am
Siip… Ntar q coba bro…
[Reply]
July 24th, 2010 @ 11:20 am
wah sy baru install mas… trims pencerahannya
mas´s last blog ..Blogku adalah ladang uangku
[Reply]