Pertama Kalinya Nindi Menginap di Rumah Nini

December 22nd, 2013 by imadewira Leave a reply »

pertama-kali-nindi-menginap-sendiri

Nini adalah panggilan yang artinya nenek, Dangin adalah bahasa Bali artinya timur. Rumah mertua saya tempatnya sekitar 1 km ke timur dari rumah saya. Jadilah putri saya Nindi memanggil mertua saya dengan sebutan Nini Dangin (nenek timur), sedangkan untuk Ibu saya dirumah Nindi memanggil Nini saja. Hari Jumat 13 Desember 2013, untuk pertama kalinya putri saya, Nindi menginap sendiri di rumah Nini Dangin. Sebelumnya Nindi memangĀ  beberapa kali menginap disana, tetapi saya dan istri biasanya ikut. Seperti malam tahun baru atau hari raya Nyepi biasanya kami menginap disana, walaupun jaraknya hanya 1 km dari rumah tetapi tetap saja rasanya berbeda dengan tidur dirumah sendiri.

Kami tidak merencanakan khusus agar Nindi menginap sendiri disana, bahkan bisa dikatakan sedikit mendadak. Sore itu saya dan istri serta Nindi pergi ke sebuah mall di Denpasar, sepulang dari mall kami mampir ke rumah mertua. Kebetulan pada waktu itu ada pertandingan semifinal kejuaraan bola volly yang tempatnya tidak jauh dari rumah mertua, saya dan istri ingin menonton. Nindi pun saya titipkan di rumah mertua. Kami selesai menonton sekitar pukul 23.00 dan tentu saja Nindi sudah tertidur di pelukan neneknya. Tapi saya tetap mampir untuk mengecek dan akhirnya kami memutuskan agar Nindi dibiarkan saja menginap disana. Toh selama ini Nindi sangat jarang terbangun di malam hari, apalagi mertua saya sudah lama ingin agar Nindi bisa diajak menginap.

Kami pulang dan tidur berdua saja, tentu saja rasanya aneh, seperti ada yang kurang. Selama ini Nindi hampir selalu tidur bersama saya dan istri, Nindi biasanya di tengah-tengah, jadi mau miring kiri atau kanan dia bisa langsung memeluk orangtuanya. Tapi kali ini tidak, saya dan istri sama-sama ada rasa sedikit sedih dan kasihan. Tapi tak apalah, hitung-hitung membiasakan dia bisa menginap tanpa orangtua. Siapa tahu nanti ada kondisi yang mengharuskan Nindi dititipkan sehingga dia sudah lebih terbiasa.

Pagi harinya, saya dan istri bangun lebih awal dan langsung meluncur ke rumah mertua. Kami kangen dan penasaran bagaimana Nindi disana. Ternyata dia baik-baik saja, tidak ada menangis atau merengek minta pulang. Mungkin karena selama ini Nindi sudah cukup sering saya titipkan dirumah mertua ketika orangtua saya dirumah ada kesibukan dan tidak bisa menjaga Nindi. Saya tidak lupa saya pun memuji Nindi dan mengatakan dia hebat bisa menginap untuk menyenangkan hatinya.Hanya ada sedikit komplain dari Nindi, dia menanyakan kepada saya kenapa saya tidak ikut menginap dan tidur di kamar sebelah. Memang sebelumnya saya mengatakan bahwa Nindi menginap saja dan tidur bersama Nini, nanti Ajik dan Ibu akan menginap di kamar sebelah. Mungkin begitulah anak kecil, dia selalu ingat dan menagih janji.

Jadi sekarang Nindi sudah pernah menginap bersama Nini Dangin alias mertua saya. Tapi uniknya, Nindi malah belum pernah “menginap” di kamar orangtua saya dirumah. Kecuali ketika dia bayi dulu, sampai sekarang Nindi belum pernah tidur semalam penuh bersama Gungkak (kakek) dan Nini (nenek) nya dirumah. Tapi memang saya jarang mencoba, pernah sekali Nindi coba saya biarkan tidur bersama kedua orangtua saya. Itupun atas dasar Nindi sendiri yang mengatakan ingin “nginep”. Tapi tengah malam dia terbangun dan menangis ingin tidur bersama saya, Nindi pun akhirnya pindah kamar dan kembali tidur bersama saya.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

2 comments

  1. isnuansa says:

    Ah, baca tulisan ini jadi malu, karena Diana kecil udah beberapa malam saya tinggal tidur sama neneknya, gara2 saya traveling.

    Kakak Nindi aja baru segede ini nginep di rumah neneknya, hehehe…

Leave a Reply

CommentLuv badge