Pertama Kali Lewat Jalan Tol Bali Mandara

September 23rd, 2013 by imadewira Leave a reply »

Jalan Tol Bali Mandara

Ya, nama jalan tol yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama JDP (singkatan dari Jalan Diatas Perairan) kini sudah dipastikan diberi nama Jalan Tol Bali Mandara. Hmmm, dari namanya memang terkesan dekat dengan program pemerintah Provinsi Bali yang saat ini dipimpin oleh Mangku Pastika. Kemarin, Senin, 23 September 2013, SBY sudah meresmikan Jalan Tol Bali Mandara ini sekaligus memberikan nama.

Jalan Tol Bali Mandara ini kemudian dibuka untuk umum mulai tanggal 24 September 2013 (hari ini) pukul 07.00 Wita. Rencananya selama seminggu sampai tanggal 30 September 2013 pengguna Jalan Tol Bali Mandara tidak dikenakan biaya alias gratis, pengguna jalan akan dikenakan biaya mulai tanggal 1 Oktober 2013. Saya yang tinggal di Kerobokan dan bekerja di daerah Nusa Dua tentu tidak melewatkan kesempatan ini untuk menggunakan Jalan Tol mumpung gratis. Sebenarnya sebelumnya saya sudah pernah masuk ke Jalan Tol Bali Mandara ini dengan naik sepeda gayung namun tidak sampai melewati seluruh ruas jalan.

Pagi ini, pukul 7.30 saya tiba di pintu masuk Jalan Tol Bali Mandara di Bundaran Tuban mengendarai sepeda motor. Tampak banyak sepeda motor maupun mobil yang masuk ke Jalan Tol, sudah tidak ada lagi penghalang jalan yang selama ini dipasang di akses masuk ke Jalan Tol ini. Saya pun ikut masuk, sepeda motor dan mobil menggunakan ruas yang berbeda dimana ruas jalan untuk sepeda motor lebih sempit, mungkin sekitar 1,5 – 2 meter.

Tiba di pintu gerbang Jalan Tol Bali Mandara, ada sekitar 3 loket untuk sepeda motor dan sudah ada petugas yang siap melayani para pengendara yang akan masuk. Saya pun ikut mengantre dan tidak terlalu lama karena petugas langsung saja memberikan tiket kecil kepada setiap pengendara tanpa harus membayar. Saya melihat pengendara motor di depan saya mengeluarkan uang Rp. 10.000,- dan nampak mau membayar, tetapi petugas langsung menolak dan mengatakan bahwa pengendara akan membayar mulai tanggal 1, okelah kalau begitu.

Melewati pintu gerbang di Ngurah Rai, kecepatan sepeda motor saya hanya sekitar 50 km/jam, begitu juga pengendara lainnya. Sepertinya hampir semua belum ngebut karena ingin melihat kiri-kanan untuk mengetahui seperti apa pemandangan dari atas jalan tol. Pagi ini kebetulan air laut sedang surut sehingga disana-sini tampak kelihatan dasar teluk Benoa yang selama ini airnya memang pasang-surut.

Saya mencoba mendahului beberapa pengendara, rupanya kita mesti sedikit berhati-hati karena ruas jalan untuk sepeda motor yang agak sempit. Kalau dalam keadaan berjejer, mungkin hanya cukup untuk dua sepeda motor. Apalagi kalau yang melewati ruas itu sepeda motor jenis Moge seperti HD, tampaknya akan makin sulit untuk mendahului. Selain itu, aspal Jalan Tol Bali Mandara juga nampak masih ada yang bergelombang dan kurang rata namun tidak terlalu mengganggu asalkan kita tetap hati-hati. Sekitar 10 menit akhirnya saya tiba di pintu keluar di daerah Nusa Dua.

Pengalaman pertama saya melewati Jalan Tol Bali Mandara cukup lancar. Memang waktu menjadi sedikit lebih cepat dibanding kalau melewati Jalan By Pass Ngurah Rai di Kedonganan, Jimbaran dan Mumbul. Pertanyaannya kemudian, sejauh mana Jalan Tol Bali Mandara ini akan bermanfaat khususnya untuk mengatasi masalah kemacetan yang selama ini menjadi keluhan banyak orang khususnya di Bali Selatan?

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

7 comments

  1. devieriana says:

    kalau pas ke Bali, nanti aku coba jalan tol baru ini ah…

  2. Saya ndak tertarik lewat jalan tol itu, kecuali memang penting banget untuk lewat sana. Sama seperti underpass simpang siur, sampai sekarang blum pernah saya lewati, alasannya pertama, selain karena saya blum butuh lewat sana, kedua karena saya di jakarta. Hehe..

    • imadewira says:

      @Agung Pushandaka : Underpass beda dengan jalan tol ini, kalau Jalan Tol ini bisa kita jadikan alternatif, dipakai saat dibutuhkan. Kalau underpass itu ya harus dilewati kalau memang dari arah Sunset Road mau ke Tuban, agak aneh kalau kita malah memutar jauh :-)

  3. BundaYeni says:

    Selamat malam, salam kenal mas. Sayangnya saya belum pernah ke Bali ( hi..hi..hi..). Suatu saat nanti boleh deh lewati jalan tol Bali Mandara. Namun tentunya akses berkendaraan sekarang menjadi lebih cepat donk. Moga aja laju perekonomian Bali pun jadi lebih meningkat lagi.
    BundaYeni´s last blog post ..Cara Jitu Menghilangkan Kemarahan Suami

  4. Dessy A says:

    apa anginnya tidak kencang sekali saat di jalan tol ?

Leave a Reply

CommentLuv badge