Penghargaan

June 26th, 2013 by imadewira Leave a reply »

Hampir semua orang ingin mendapatkan penghargaan atas apa yang telah dilakukannya. Penghargaan tidak selalu berupa uang atau materi, bisa juga berupa hal-hal yang terlihat remeh seperti sebuah senyuman, pujian atau berupa selembar piagam yang mungkin tidak bisa digunakan untuk meminjam uang di bank. Apapun itu sebuah penghargaan hanya akan bisa dirasakan oleh mereka yang ditujukan atau yang menerima penghargaan tersebut. Orang lain yang melihat mungkin tidak melihat sesuatu sebagai sebuah penghargaan tetapi yang menerima penghargaan merasa dihargai.

Masalahnya kemudian, tidak semua orang bisa memberikan penghargaan atas sebuah jerih payah orang lain. Seseorang bisa saja memandang remeh apa yang telah dilakukan orang lain. Mungkin karena mereka yang meremehkan itu memang merasa bisa melakukan hal yang jauh lebih baik, atau karena mereka tidak paham dan tidak mengerti akan sebuah usaha yang telah dilakukan orang lain. Kekecewaan tentu akan dirasakan oleh seseorang yang sudah berusaha sekuat tenaga namun ternyata lantas apa yang dia lakukan hanya dipandang sebelah mata atau bahkan seperempat mata oleh orang lain.

Tetapi orang yang bijaksana tentu tidak akan terpengaruh oleh ada atau tidaknya penghargaan tersebut. Jika dia memang mencintai dan melakukan segala sesuatu pekerjaannya dengan sungguh-sungguh, maka ada atau tidaknya penghargaan tidak akan menjadi masalah. Toh kepuasan akan hasil sebuah pekerjaan hanya akan dirasakan oleh mereka yang mengerjakannya, bukan oleh orang yang hanya menerima hasil tanpa ikut terlibat apalagi membantu pekerjaan tersebut, setidaknya dengan memberi penghargaan.

Lagipula, mereka yang bijaksana tentu percaya bahwa sebuah pekerjaan yang dilakukan dengan penuh cinta akan menghasilkan sesuatu yang penuh keindahan. Kenikmatan dan kehebatan sebuah karya bukan dilihat dari hasil akhirnya, tetapi dari bagaimana proses terbentuknya hasil tersebut. Dan pada akhirnya, penghargaan itu akan tetap datang, kita hanya perlu sedikit bersabar menunggu orang lain tersadar. Dan sekali lagi, pada akhirnya juga, orang yang paling pertama harus memberi penghargaan adalah kita sendiri. Kitalah yang harus menghargai diri kita sendiri, kitalah yang harus memulai menilai diri kita sendiri, karena hanya kita yang tahu apakah kita sudah maksimal melakukan sesuatu atau belum.

Jadi, penghargaan dari orang lain tak ubahnya sebutir debu di padang pasir, ada atau tiada, tak ada bedanya.

Baca Juga:

Ingin berlangganan artikel dari blog ini?

Ya, setiap artikel di blog ini akan dikirimkan secara gratis ke email anda. Cukup masukkan alamat email anda pada kotak di bawah ini :


Jangan lupa, cek email anda lalu klik link aktivasi yang dikirimkan ke email anda.

2 comments

  1. PanDe Baik says:

    Sejauh ini penghargaan yang saya terima hanya 25 kali donor darah yang datang setahun lalu… entah nanti :)
    PanDe Baik´s last blog post ..Alamat Email, penting gag sih ?

Leave a Reply

CommentLuv badge