Pengen Komen, Tapi Ribet

Berkomentar di blog dengan ditanyakan kode-kode tertentu untuk anti spam itu sebenarnya tidak nyaman bagi saya. Kesannya kita tidak dipercaya untuk berkomentar disana, kita dicurigai spam. Memang saat ini sebagian blog menambahkan “syarat” tertentu untuk bisa berkomentar. Misalnya kalau di blog wordpress secara standarnya kita hanya diminta memasukkan nama, email, url (optional), dan sekarang ditambahkan kode CAPTCHA atau ditanyakan berapa jumlah 10+10.

Pertanyaan-pertanyaan itu sungguh membuat saya repot ya walaupun sebenarnya tidak terlalu repot. Tapi kalau kita bisa mempermudah pengunjung kenapa tidak? Tapi saya akui itu memang hak si empunya blog untuk mensyaratkan hal tertentu bagi pengunjung yang ingin berkomentar. Tujuannya ya salah satunya untuk menghindari komentar spam. Tapi kan ada Akismet? Akismet bagi beberapa blogger belum terlalu ampuh karena banyak komentar spam yang masuk.

Entahlah, bagi saya sendiri sampai saat ini saya masih mengandalkan Akismet untuk blog saya yang menggunakan WordPress ini. Memang ratusan komentar spam masuk setiap hari. Dulunya saya masih menyempatkan diri mengecek satu persatu karena kadang Akismet bisa salah tangkap. Komentar biasa dikira spam. Tapi sekarang saya sudah langsung “Empty Spam” saja.

Di blog ini saya belum menggunakan atau menambahkan syarat lain semacam CAPTCHA pada form komentar. Tujuannya ya biarlah saya sedikit repot yang penting pengunjung bisa lebih mudah berkomentar. Ya selama masih bisa saya lakukan ya akan saya lakukan, kecuali nanti saya memiliki alasan dan terpaksa menambahkan CAPTCHA.

Di blog orang lain yang menggunakan semacam CAPTCHA itu saya tetap berkomentar. Ya walaupun merasa sedikit repot, tapi karena saya suka tulisannya dan ingin berkomentar ya saya tetap berkomentar. Artinya pertanyaan CAPTCHA itu tidak mempengaruhi niat saya untuk berkomentar. Tapi kadang kesal juga akibat CAPTCHA yang itu seperti kejadian yang saya alami barusan.

Saya sudah berkomentar cukup panjang (dan lebar) di sebuah tulisan. Saya sudah mengisikan nama, email dan url. Lalu ada pertanyaan untuk memasukkan kode CAPTCHA dan sudah saya isikan, lalu Submit. Entah karena saya yang tidak bisa membaca kode CAPTCHA itu atau karena terburu-buru dan kode yang saya ketikkan itu salah. Maka komentar saya gagal terkirim. Dan yang membuat kesal adalah saya harus mengetik ulang komentar saya tersebut. Ah, repot, khusus kali ini saya batal saja berkomentar.

Baca Juga:

Wirautama

Wira, seorang dosen komputer di STP Nusa Dua, Bali. Lahir dan hingga kini tinggal di Kerobokan, sebuah tempat yang tak jauh dari kampung turis mancanegara, Kuta-Bali. Ngeblog sebagai hobi dan sekedar pelepas penat.

9 thoughts to “Pengen Komen, Tapi Ribet”

  1. hehehehe saya juga pake akismet saja lah… nanti kalau spam tinggal di delete saja… khan websitenya belum terkenal… masih sanggup lah buat ngapusinnya…

  2. That’s rite! Saya paling jengkel kalau sudah repot2 isi ini itu, tahu2 gagal dan harus back, dan ternyata komennya sudah hilang. Sekarang ini, karena email saya terregister dgn WP, jd selalu disuruh login dan berkomentar pakai akun WP itu juga mengganggu, karena jadi tidak bisa menuliskan alamat blog sendiri.
    Makanya saya sering copas komentar dulu di txt, takut komentar hilang pas submit.
    Ribet memang.

    1. @Zizy Damanik : Tentang email yang dipakai di akun WP itu, saya juga merasa terganggu, biasanya kalau kita komen di blog yang menggunakan wp.com ya.. Saya biasanya mengakali dengan menggunakan email yang lagi satunya :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *